Advertisements

Rule of Three dalam Suport dan Resisten*


Selamat pagi…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Salah satu bukti bahwa pergerakan harga adalah hasil dari perilaku manusia adalah adanya peran penting dari angka 3 (tiga) dalam analisis teknikal.  Contohnya:  Pergerakan harga memiliki tiga macam jangka waktu: jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang;  Arah dari trend itu ada tiga: naik, turun, dan mendatar, formasi three black crow, three white soldier, atau three budha dalam candlestick charting, dan masih banyak lagi yang lain.   Yang kita bahas kali ini adalah Rule of Three dalam menentukan berakhirnya (penembusan) suatu suport atau resisten.

Suatu suport atau resisten dikatakan berakhir atau mengalami penembusan, jika:

  • harga sudah ditutup dibawah suport atau diatas resisten tersebut selama tiga hari
  • harga ditutup tiga persen diatas resisten atau dibawah suport.

091018 IHSG

Pada gambar diatas, kami membuat IHSG sebagai contoh.  Pada gambar diatas, IHSG memiliki resisten di level 2482 yang merupakan titik tertinggi dari pergerakan tanggal 24 September 2009.  Nah.. dengan menggunakan kaidah ‘Rule of Three diatas, maka IHSG dikatakan sudah menembus resisten di 2482 jika:

  • Ditutup 3 hari diatas level 2482.
  • Ditutup 3 persen (3% ) diatas 2482 ( = 2556).

Sekarang pergerakan saham hingga tanggal 5 Oktober adalah sebagai berikut:

091005 IHSG

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa pergerakan IHSG pada tanggal 1, 2, dan 5 Oktober, IHSG memang sempat mencatatkan titik tertinggi diatas level 2482.  Akan tetapi, karena masih juga gagal ditutup diatas resisten tersebut, berarti resisten tersebut masih juga bertahan.

Sekarang, kita lihat pergerakan IHSG beberapa hari kemudian (atau hingga hari Jumat kemarin):

091018 All IHSG

Kondisinya memang agak luar biasa:

  • Candle pertama adalah candle 24 September dimana IHSG mencatatkan resisten di 2482.
  • Resisten ini dicoba oleh 3 buah Candle: Candle nomor 2, 3, dan 4.  Kegagalan ketiga candle tersebut menembus resisten adalah sebuah signal bearish.
  • Masalahnya: IHSG kemudian menembus resisten di 2482 ini pada pergerakan hari ke empat.  Dengan menggunakan long body candle lagi.  Penembusan ini juga di confirm oleh RSI(14) yang menembus level tertinggi dari posisi RSI(14) pada 24 September. Artinya, fungsi resisten ini sudah berakhir.  Apalagi, IHSG kemudian sempat 3 hari ditutup diatas resisten 2482 ini (candle ke 5, 6, dan 7).  Tapi.. ternyata tidak.
  • Pada tanggal 9 Oktober 2009, IHSG kembali lagi ke bawah suport 2482 (candle ke 8).  IHSG bahkan sempat 3 hari berada dibawah level 2482 ini (candle ke 8, 9, dan 10).  Penembusan ini ‘sepertinya’ gagal.  Level 2482 ‘sepertinya’ kembali menjadi resisten.  Tapi.. ternyata tidak.
  • Pada tanggal 14 Oktober 2009 (candle ke 11), atau pada hari keempat setelah IHSG berubah menjadi resisten, IHSG kembali ditutup diatas level 2482.  Pakai candle panjang lagi.   Akan tetapi, posisi kali ini, indikator RSI(14)-nya tidak mendukung.  Volumenya juga dibawah volume ketika candle 1, dan juga candle ke 6.  Artinya, penembusan ini sebenarnya tidak terlalu kuat.  Akan tetapi, setidaknya, IHSG juga sudah tiga hari (candle ke 11, 12, dan 13).  Ini artinya, peran level 2482 sebagai resisten juga sudah berakhir.  Tapi.. Benarkah?

Posisi indeks Dow Jones Industrial yang kembali kebawah level psikologis 10.000, hanya dua hari setelah berhasil ditutup diatas level psikologis tersebut, memang sebaiknya membuat kita harus berhati-hati.  Belum ada signal bearish sih… tapi … gagal ditutup diatas resisten setelah dua hari diatas resisten tersebut.. bisa membuka kemungkinan terjadinya ‘false breakout’ (penembusan palsu).

So.. anything still can happen.  IHSG memang masih diatas suport 2482.  Setidaknya, IHSG sudah tiga hari ditutup diatas level tersebut.  Akan tetapi, kalau anda mengamati candle ke 8 dan ke 11, penembusan selalu terjadi pada hari keempat.  Akankah terjadi kembali?

Ada pepatah yang saya pegang (saya lupa siapa yang bilang.. tapi kalau tidak salah, ini dari buku Investment Psychology Explained): When you’re in doubt, Don’t (do it)! When you’re in doubt, stay out to the market! Artinya kurang lebih: Jika anda ragu-ragu mendingan anda jangan masuk ke market(melakukan posisi beli).  Tunggu konfirmasi sebelum anda memutuskan untuk menambah posisi.  Atau malahan, mendingan keluar aja (exit posisi trading setidaknya) jika anda memang ragu-ragu.

Fungsi level 2482, apakah sebagai suport atau resisten, memang masih perlu konfirmasi lagi.  Semua memang masih menunggu.  Menunggu kabinet.. menunggu posisi DJI yang saat ini menjadi resisten.   Jika anda pernah membaca tulisan saya sebelumnya, maka saat ini memang saat dimana wanita cantik (harga) itu, tengah memasuki perempatan.  Kita harus menunggu arah yang jelas, sebelum kita bisa melakukan apa yang kita lakukan selanjutnya.

Happy trading, semoga untung!!!

Perencana Trading

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Advertisements
Comments
8 Responses to “Rule of Three dalam Suport dan Resisten*”
  1. tukinem says:

    salam kenal pak, postingan anda sangat bermanfaat bagi saya sebagai orang baru di dunia saham, tadinya saya sudah copy materi yang ingin saya pelajari lagi, namun karena ada copyscape ‘ do not copy” semua file dokumen dari blog telah saya hapus kembali..terima kasih pak..mohon maaf sebelumnya..saya akan kunjungi terus blog anda..

    • Terima kasih. Terima kasih sebesar-besarnya atas kesadaran anda untuk menghormati hak cipta dari tulisan-tulisan saya. Sebenarnya sih mbak.. kalau anda mau sedikit bersusah payah, anda bisa tulis sedikit ringkasan, terus anda buat link-nya ke blog saya ini.

      Terima kasih.

      Perencana Trading

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] #26: Charting Skills: Rule Of Three dalam Penentuan Suport atau Resisten […]

  2. […] bisa menggunakan materi yang ada di weblog saya ini (lihat materi bacaan pemula nomor #25 dan nomor #26).  Kalau untuk materi yang dari luar, anda bisa melihatnya pada link berikut […]

  3. […] Ini membuat dalam melakukan penarikan garis trend, pastikan kita tidak melanggar aturan Rule of Three.  Rule of Three ini adalah aturan yang menyatakan, kapan sebuah support atau resisten berakhir […]

  4. […] pedoman dalam penarikan garis trend, anda sebaiknya juga memahami Rule Of Three dalam penentuan support atau […]

  5. […] pedoman dalam penarikan garis trend, anda sebaiknya juga memahami Rule Of Three dalam penentuan support atau […]

  6. […] ini terkait dengan adanya ‘rule of three‘.  Cara ini sebenarnya cukup bagus karena kita tidak harus menunggu harga mencapai harga […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: