Advertisements

Jangan pernah takut pada ‘saham penembus rekor’*


Selamat siang…

Bumi itu datar.  Jika anda berlayar terus menerus ke suatu arah (ke Barat atau ke Timur), maka anda akan sampai ditepian, dan jika anda terus melanjutkan perjalanan, maka anda akan jatuh ke jurang yang sangat dalam.  Well… saat ini semua orang juga tahu bahwa pendapat ini adalah salah.  Akan tetapi, tahukah anda bahwa di pasar modal (terutama pasar modal Indonesia) masih banyak orang yang percaya bahwa ‘Bumi itu datar’?

Hehehe… sebenarnya tidak sepenuhnya seperti itu sih.  Itu semua sebenarnya hanya metaphora bahwa di pasar modal kita, masih banyak orang yang takut kalau ada saham yang mencetak rekor baru.  Karena orang cenderung berpendapat bahwa harga cenderung bergerak flat, maka ajakan untuk melakukan posisi jual dengan berbagai alasan seperti:

  • Harga mau kemana sih…
  • Bentar juga turun lagi…
  • Harga gak mungkin naik lagi deh…
  • Nanti kan juga akan turun lagi…

Padahal… kenyataannya tidak seperti itu.  Sudah banyak bukti bahwa saham penembus rekor sebenarnya malah harus diperhatikan (baca: di ‘Beli).

  • Nicholas Darvas, seorang trader di Amerika di tahun 1960-an, bahkan menjadi terkenal karena berhasil menjadi jutawan karena meng-khusus-kan diri pada saham-saham yang berhasil menembus rekor harga.
  • Saham yang menembus rekor, bukan terus berarti bahwa saham itu sudah tidak memiliki resisten lagi.  Resisten selanjutnya pada saham-saham ini bisa ditemukan pada retracement 161.8%, 261.8%, dan 423.6%.  Resisten-resisten tersebut adalah target harga selanjutnya jika harga bisa menembus rekor harga.  Anda bisa melihat penjelasan yang lebih detail pada buku yang saya tulis.

Saham yang menembus rekor harga adalah kesempatan untuk melakukan posisi ‘Beli’.

Posisi beli bisa dilakukan karena resistennya kembali menjauh, suport (yang berupa rekor lama) lebih dekat, selain itu juga karena resiko juga lebih kecil, karena stoplossnya relatif tidak terlalu jauh.

So… Kalau melihat peluang dari IHSG untuk menembus 4000…

atau BBCA…

Atau BBRI…

Jangan heran kalau kali ini saya lebih bullish dibandingkan ketika IHSG menguji resisten 3750 di bulan Desember 2010 atau Januari 2011 lalu.  Di satu sisi, apa yang terjadi pada ASII memang memunculkan masih adanya resiko.  Selain itu, jika trend naik pada kedua saham ini berakhir, bisa saja penembusan ini akan menjadi penembusan palsu (false break).  Akan tetapi, kali ini saya lebih tenang karena penembusan rekor IHSG kali ini didukung oleh sektor yang memiliki kapitalisasi terbesar di IHSG.  BBRI dan BBCA sudah tembus.  Semoga BMRI semoga menyusul.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.

Advertisements
Comments
4 Responses to “Jangan pernah takut pada ‘saham penembus rekor’*”
  1. Tambahan aja, beli saham di tertinggi seperti ini, bila dilengkapi dengan keberanian cut loss.. Maka resiko menjadi rendah.
    Kenapa ?
    Karena banyak orang yang jual lebih cepat(baca:rendah) ingin membeli kembali saham kereka.. Sehingga terbentuk support dengan sendirinya

  2. tbkwan says:

    pembelajaran yang jelas dan mudah dipahami,banyak manfaat buat siapa saja yang membacanya,kapan ada postingan seperti ini untuk saham yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: