Advertisements

Mengenal ‘Perkiraan Konsensus Analis’


Selamat siang…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Pertanyaan berikut adalah pertanyaan yang paling sering saya dengar belakangan ini:

“Pak…. saya kemarin tertarik untuk membeli saham-saham perbankan karena laba bersihnya naik tinggi. Dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu, kenaikan rata-rata kenaikan laba bersihnya kan tinggi tuh… lebih dari 30%. BMRI aja naiknya 88.7%. BBRI naik 51.6%. Beritanya juga lagi bagus. Kita lagi deflasi. Kalau deflasi begini, harga saham kan biasanya naik. Akan tetapi… kenapa seminggu terakhir harga sahamnya malah cenderung turun ya? Apa orang ‘Sell On News’?”

Melakukan posisi beli karena berita bagus, adalah suatu hal yang wajar. Hal yang rutin bagi seorang investor retail. Terutama kalau sudah mendengar laba bersih yang naik luar biasa. Data yang dimiliki oleh pelaku pasar tersebut tidak sepenuhnya salah. Data yang saya miliki untuk saham-saham perbankan yang saya amati, bisa anda lihat pada tabel berikut ini:

Perkiraan Konsensus Analis adalah angka rata-rata perkiraan dari sekelompok analis fundamental yang menganalisis suatu perusahaan publik atas suatu data atau angka.

Sebagai contoh: Konsensus inflasi adalah rata-rata prediksi inflasi yang dilakukan oleh sekelompok ekonom. Kalau di sisi analisis fundamental emiten, data yang paling penting biasanya adalah konsensus laba bersih, disamping juga konsensus valuasi (rata-rata valuasi atau target harga dari sekelompok analis fundamental).

Suatu perusahaan dikatakan berkinerja bagus, apabila pencapaian kinerjanya bisa melampaui atau diatas angka konsensus analis. Suatu angka yang pencapaian yang diatas rata-rata, bisa membuat analis menaikkan prediksi kinerja emiten, dan ini artinya akan menaikkan rekomendasi (upgrade recomendation) dan juga valuasi dari emiten.

Sebaliknya, jika kinerja suatu emiten dibawah rata-rata konsensus, maka para analis akan cenderung untuk menurunkan perkiraan kinerja perseoran. Ujung-ujungnya, dia akan menurunkan valusi perseroan. Rekomendasinya juga bisa mengalami penurunan peringkat (downgrade).

Pada tabel diatas anda bisa melihat bahwa saham-saham perbankan memang mencatat laba bersih dengan kenaikan yang cukup spektakuler. Akan tetapi, jika anda bandingkan dengan angka rata-rata net income yang diharapkan oleh analis, ternyata kinerja dari emiten-emiten perbankan tersebut masih jauh dari harapan. BBCA, BBTN, BDMN, dan BBNI mencatatkan kinerja yang dibawah ekspektasi. BMRI mencatatkan laba bersih yang diatas ekspektasi. Tapi jangan lupa, kenaikan terbesar dari BMRI berasal dari penjualan saham GIAA (sekitar Rp 1.4 trilyun – Rp 2 trilyun). Artinya, jika kita mengeluarkan pendapatan non operasional, kinerja dari BMRI sebenarnya juga dibawah ekspektasi pasar.

Penggerak utama dari pergerakan harga, tetap saja rekomendasi dari analis fundamental (baik secara personal, maupun secara berkelompok). Pencapaian laba bersih yang spektakuler, tidak cukup untuk membuat harga bergerak naik. Laba bersih itu harus bisa melebihi ekspektasi untuk bisa membuat analis memberikan rekomendasi beli. Dan… tanpa rekomendasi beli… bagaimana harga mau bergerak naik?

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Advertisements
Comments
11 Responses to “Mengenal ‘Perkiraan Konsensus Analis’”
  1. amanda says:

    Halo pak.
    Sangat menarik 🙂
    Dimana saya bisa melihat konsensus para analis ?
    Tiap kapan biasanya para analis mengeluarkan konsensusnya ?
    Hehe.

  2. Gian Gunawan says:

    Pak Satrio
    Mau nanya,darimana bisa mendapatkan angka prakiraan konsensus?
    Terima kasih

    Salam

    Gian Gunawan

  3. Basuki says:

    Mas Satrio dimana bisa melihat secara realtime net buy /net sell asing ?

    • Satrio Utomo says:

      Bung Basuki….

      Untuk saat ini, sudah banyak online trading yang memberikan informasi mengenai net buy atau net sell investor asing, baik secara total market, maupun untuk saham per saham, secara realtime. Untuk data historisnya, sayangnya tidak banyak yang memberikan. Saya harus menggali dari data yang ada pada terminal Bloomberg.

      Wassalam,
      Satrio

  4. teddy says:

    PA, Data di atas menunjukkan BBRI sangat layak untuk kita koleksi 🙂

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] saya mengenai bagaimana pengaruh angka konsensus analis terhadap pergerakan harga kemarin, ternyata memunculkan banyak tanggapan berupa pertanyaan: ‘Bagaimana cara mencari […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: