Saham Fundamental vs Saham Non-Fundamental


Selamat siang…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya anda mungkin sudah sering membaca dikotomi ini: saham fundamental dan saham non-fundamental.   Kok kayanya serem ya: Non-Fundamental Stocks.. saham tanpa fundamental… kok kesannya seperti PT yang ada isinya vs PT yang tidak ada isinya… atau yang satu PT yang ‘jelas’ sedang satunya PT yang ‘gak jelas’… (hehehe sadis banget yak?).. tapi sebenarnya bukan seperti itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya sudah menjelaskan mengenai betapa pentingnya kita melihat pendapat konsensus dari analis.  Konsensus analis ini sebenarnya adalah rata-rata pendapat dari analis fundamental yang melakukan analis atas saham tersebut.  Karena itu adalah sebuah angka rata-rata, maka perlu adanya suatu jumlah minimal dari analis agar pendapat yang disampaikan bisa bebas dari subjektifitias.  Seperti misalnya, kalau anda sudah membaca buku yang saya tulis, disitu saya menyebutkan bahwa saham yang penggeraknya adalah murni pasar, harus dianalisis oleh minimal 15 orang analis fundamental.  Atau… anda bisa menggunakan jumlah yang lain.  Tapi… tetap saja tidak bisa terlalu sedikit.  Ini karena sebuah saham yang hanya dianalisis oleh kurang dari 5 orang analis misalnya, sering kali unsur ‘subjektifitas’ bisa jadi bisa terlihat.

Jadi… disini sebenarnya asal mula dari istilah ‘saham fundamental’ dan ‘saham non-fundamental’ yang sering saya sebutkan.

Saham fundamental adalah saham yang dianalisis oleh sejumlah analis fundamental sehingga pergerakan harga sahamnya lebih merupakan pencerminan rekomendasi-rekomendasi yang dilakukan oleh analis fundamental tersebut.

Sebuah ‘saham fundamental’ yang bagus, biasanya dianalisis oleh minimal 15 orang analis fundamental. Akan tetapi, jika kita mempertimbangkan unsur masuknya saham-saham berkapitalisasi besar (terutama GGRM sebagai saham big caps yang paling sedikit menarik analis fundamental), saham yang dianalisis oleh 9 – 10 orang analis sebenarnya sudah cukup untuk bisa dimasukkan dalam kategori ‘saham fundamental’.

Definisi dari ‘saham non-fundamental’? Sederhana sih… saham yang tidak tergabung dalam saham fundamental, langsung kita masukkan kepada ‘saham non-fundamental’.

Keuntungan untuk fokus pada saham-saham ‘Fundamental’

Seorang analis fundamental melakukan rekomendasi berdasarkan perubahan-perubahan fundamental yang terdapat pada emiten.  Oleh karena itu, keuntungan yang paling utama untuk fokus pada saham-saham ini adalah: pergerakan harganya bergerak sesuai dengan kondisi fundamental dari perseroan.  Artinya: kalau kondisi fundamentalnya bagus, maka harga akan bergerak naik, vice versa.

Keuntungan kedua adalah: pergerakan harga sahamnya selalu terlihat rasional.  Ini karena setiap pergerakan harga selalu terdapat alasan yang mendasari pergerakan.  Dan alasan tersebut, bisa ditemukan pada research report yang dipublikasikan oleh analis tersebut.

Keuntungan ketiga: Volume transaksi dari saham-saham tersebut akan selalu ada.  Dalam kondisi market seperti apapun, saham-saham ini tidak pernah diam.  Selalu ada volume pasar yang mencukupi sehingga kita bisa terhindar dari resiko likuiditas.

Selain itu, pergerakan harganya juga mengikuti pergeraan pasar secara keseluruhan.  Jadi, jika anda trading dengan strategi ‘Bermain IHSG‘, maka saham-saham tersebut bakal lebih sering naik turun sesuai dengan pergerakan IHSG.

Kelemahan

Akan tetapi, pemisahan seperti ini bukannya tanpa kelemahan.  Beberapa kelemahan yang umumnya terjadi adalah:

  • Analis fundamental lebih mudah memberikan rekomendasi beli dibandingkan dengan rekomendasi jual
  • Analis fundamental lebih mengutamakan saham dengan kapitalisasi besar dibandingkan dengan kapitalisasi kecil
  • Analis fundamental sering harus menunggu fakta fundamental terbaru.  Saya masih ingat betul ketika Crash 2008.  Saham BUMI bisa meluncur turun dari level 7000-an hingga dibawah level 1000 tanpa adanya rekomendasi fundamental terbaru.  Itu karena tidak ada perubahan fakta fundamental terbaru yang terjadi.

Penutup

Setiap saham sebenarnya memerlukan pendekatan yang berbeda dalam memahami pergerakan harga sahamnya.  Ketika kita sudah memisahkan antara saham fundamental dan saham non-fundamental, minimal kita bisa mengetahui apa yang kita hadapi.  Bagaimana kita harus bereaksi terhadap laporan keuangan, bagaimana kita harus bereaksi terhadap data konsensus, bagaimana kita harus bereaksi terhadap berita.  Atau…. apakah kita bisa menggunakan cara-cara normal untuk bereaksi terhadap pergerakan harga(seperti melakukan posisi beli dan jual berdasarkan suport atau resisten), ataukah kita harus menggunakan cara-cara kontrarian.

Selain itu, bagi anda yang masih dalam taraf pemula, transaksi sebaiknya memang lebih difokuskan pada saham-saham fundamental karena pergerakan harganya lebih mudah untuk diprediksi dibandingkan dengan pergerakan dari saham-saham non-fundamental.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Comments
9 Responses to “Saham Fundamental vs Saham Non-Fundamental”
  1. eddy says:

    Pak Satrio,

    Bolehkah bertanya, saham2 saat ini (17 Jan 2013) yg ada dibahas analis fundamental saham apa saja y?

    dimana saya bisa dptkkan info itu ya pak? jadi kedepannya sy bisa liat sendiri.

    Apakah saham2 kecil spti ERAA, tdk ada analisis bahas, bukankah itu saham bgs juga dn ceritanya bagus.

    trims atas infonya pak Satrio.

    • Satrio Utomo says:

      Waduh… Bung Eddy… datanya ada di kantor Mas… Tolong coba contact saya minggu depan di 08111268889 untuk lebih jelasnya. Kalau yang sekarang anda bisa lakukan, anda bisa lihat di http://www.reuters.com, terus coba masukkan kode saham anda di kolom ‘search’ yang ada di sebelah kanan atas. Harusnya, anda sudah masuk ke link ini: http://www.reuters.com/finance/stocks/analyst?symbol=ERAA.JK

      Disitu anda bisa melihat bahwa ERAA itu dicover oleh 5 orang analis fundamental, dengan 3 orang rekomendasi BUY, dan 2 orang rekomendasi Outperform (sama aja Buy sih ini judulnya.

      Wassalam,
      Satrio

  2. murdi says:

    Mau tanya pak,…bila kita ingin melihat cadangan dana asing yang masuk BEI dimana pak ya?dimana website nya yang bisa menampilkan chart nya. Terima kasih sebelumnya.

    • Satrio Utomo says:

      Bung Murdi…

      Angka aliran dana asing, biasanya hanya merupakan fasilitas yang ada pada online trading masing-masing broker. Data yang saya gunakan, adalah data yang ada pada Ezydeal 5, online trading milik Universal Broker Indonesia. Itupun angkanya harus di proses dulu karena data yang tersedia hanya berupa data kasar. Belum berupa grafik.

      Wassalam,
      Satrio

  3. santoso soeroso says:

    Tommy. Tulisanmu mengagumkan

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] #11: Membedakan Saham Fundamental vs Saham Gorengan […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: