Advertisements

Ketika anda sedang tidak ‘Terbuai’…


Selamat siang…

Bullish market itu memang nikmat. Memabukkan.  Harga bergerak naik, banyak orang yang untung, banyak orang yang bergembira. Investasi atau trading, tidak ada bedanya. Saham blue chip atau bukan; lapis pertama, kedua, atau ketiga; saham fundamental atau non-fundamental, seakan tidak ada bedanya. Pemodal melakukan posisi beli atau jual. Beli, beli, dan beli. Dan ketika harga kemudian bergerak turun setelah pemodal tersebut membeli, maka dengan ringannya pemodal itu berkata: tahan aja deh, nanti kan juga naik lagi. Langkah yang sebenarnya adalah sebuah perlambang dari ketidakdisiplinan ini, sering kali malah berbuah manis. Ketika orang-orang yang disiplin cut loss terpaksa menelan kerugiannya, orang-orang yang tidak disiplin ini malah bisa meraup untung karena tak lama kemudian, harga kembali ke atas harga belinya. Beruntung. Bullish market memang tempat dimana orang yang beruntung bisa memperoleh keuntungan yang jauh lebih besar, dibandingkan dengan orang yang berusaha untuk melakukan langkah yang smart.

Ketika market bullish, pemodal sering kali menurunkan kewaspadaannya. Transaksi tanpa trading plan, transaksi diluar saham-saham yang ada pada trading plan, transaksi margin, transaksi overlimit, transaksi berdasarkan info-info asal yang gak jelas juntrungannya, bahkan hingga melakukan transaksi dengan menggantungkan resikonya kepada orang lain (berdasarkan petunjuk dari orang lain).  ‘Terserah elu aja deh beli apa, saya ikutan’, atau ‘terserah rumornya apa deh… saya mau ikutan’. Padahal sebenarnya, kemampuannya untuk memprediksi sendiri sebenarnya juga sudah cukup bagus. Tapi karena marketnya adalah market yang didrive oleh sentimen (dan pemodal ini juga tidak mau ketinggalan), akhirnya dia memutuskan untuk trading hanya berdasarkan ‘info’. Orang bilang: Lupakan kolesterol deh… semakin digoreng, itu yang paling enak. Kalau perlu, memanfaatkan daftar UMA (saham yang masuk pengawasan BEI karena terjadinya pergerakan yang tidak biasa) dari BEI sebagai radar untuk mencari saham yang ‘baru bergerak’, memanfaatkan UMA sebagai signal beli. Saham yang dulu dicaci maki karena sudah menimbulkan banyak sekali pemodal bangkrut, malah diburu. Orang seakan melupakan ‘dosa masa lampau’. Yang penting untung, begitu katanya.

Satu hal yang selalu saya ingat dalam 10 tahun karir saya di pasar modal adalah: harga tidak selamanya bergerak naik. Ada suatu masa dimana orang diberi peringatan. Peringatan ini berupa koreksi-koreksi kecil. Koreksi 10% – 20% dari IHSG, itu masih biasa. Koreksi-koreksi ini sebenarnya adalah pengingat bagi mereka yang lupa, pengingat bagi mereka yang terbuai. Hantamannya sih tidak telak. Bagi orang yang belum menggunakan fasilitas margin, atau bisa jadi mengunakan fasilitas margin tapi baru sedikit, biasanya koreksi ini hanya akan membuat mereka terdiam karena nyangkut. Tapi, kalau untuk orang-orang yang sudah benar-benar lupa diri, orang-orang dengan posisi margin penuh dengan rasio diatas 50% ketika trend turun baru mulai berlangsung, hantamannya memang bisa jadi cukup telak.   Bisa jadi mereka terpaksa melakukan injeksi dana jika tidak kepingin posisinya kena forced sell.

Koreksi kecil sebesar 10% – 20% adalah sebuah koreksi yang wajar.  Sekedar mengingatkan bahwa harga bisa saja bergerak turun.  Atau sebagai pengingat juga: jika misalnya market crash, terkoreksi 30%, 50% atau lebih, apakah anda sudah siap?  Apakah anda sudah menerapkan strategi yang benar?  Apakah anda sudah trading dengan bertanggung jawab?  Koreksi kecil seperti ini, hanya membuat anda sedikit terbangun dari buaian anda.

Checklist ketika ‘bangun dari buaian bull market’

Apa yang anda lakukan ketika anda bangun dari tidur?  Bangun tidur ku terus mandi? Bangun tidur ku terus bersyukur?  Yang sering sih, setelah bangun, kita melakukan reality check dulu.  Eh… Gua lagi dimana nih? Sekarang jam berapa? Habis ini gua ngapain ya? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu adalah pertanyaan yang biasanya pertama kali muncul sebelum kita memulai rutinitas kita.

Ketika trading, sebaiknya anda juga melakukan hal yang sama.  Ketika trend berubah menjadi turun seperti ini, ada beberapa hal standar yang sebaiknya menjadi pengingat

  • Sudahkah anda mengetahui perbedaan antara trading dan investasi?
  • Apakah anda sudah memilih salah satu diantaranya?
  • Saham apa saja yang berada di dalam portfolio anda?
  • Masih ingatkah anda, mengapa anda membeli saham tersebut?  Masihkah anda merasa bahwa alasan tersebut masuk di akal? Atau anda sekarang sudah memiliki cerita yang baru?
  • Sudahkah anda memiliki portfolio seperti yang anda rencanakan?
  • Bagaimana kualitas prediksi anda?
  • Bagaimana kualitas dari positioning anda?
  • Apakah anda sedang dalam posisi untung atau rugi?
  • Sudahkah anda tahu penyebabnya mengapa anda mengalami keuntungan atau kerugian?

Intinya adalah: koreksi seperti sekarang ini, adalah saat bagi kita untuk melakukan refleksi.  Kita mencoba bercermin untuk melihat, apa yang sudah saya kita lakukan.  Kalau sudah benar berarti tinggal diteruskan.  Kalau memang masih ada yang salah, ya berarti memang masih harus diperbaiki.

Penutup

Bullish market itu memang tempatnya orang lupa.  Akhir dari bullish market adalah tempat bagi orang untuk waspada, karena nasib anda di akhir dari bearish market, akan ditentukan oleh bagaimana reaksi anda ketika trend naik sedang berakhir.  Jika anda melihat bahwa koreksi ini hanya konsolidasi sementara, maka anda bisa memanfaatkan koreksi ini sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi pada harga yang lebih murah.  Akan tetapi, kalau koreksi ini ternyata adalah awal dari sebuah trend turun jangka panjang, berarti anda memang harus mempersiapkan ‘langkah-langkah yang diangap perlu’ untuk mengamankan ekuitas anda.

Dari 10 tahun lebih pengalaman saya di pasar modal, saya sudah sangat sering melihat pemodal yang jatuh (rugi habis-habisan) hanya karena hal-hal yang sepele.  Hal-hal yang sederhana seperti:

  • Tidak tahu perbedaan antara trading dengan investasi
  • Overtrading (bertransaksi diluar batas kemampuannya)
  • Melakukan transaksi dengan tidak ada tujuan yang jelas
  • Transaksi bukan berdasarkan pada prediksi sendiri
  • Dan masih banyak lagi.

Saya tidak akan bosan untuk terus mengingatkan kepada anda akan hal-hal yang seperti ini, karena pemodal, sering kali melupakannya ketika market sedang berada dalam trend bullish.  Cape bo.. lihat orang bertransaksi dengan melupakan betapa susahnya dia memperoleh apa yang sudah dimilikinya.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Advertisements
Comments
4 Responses to “Ketika anda sedang tidak ‘Terbuai’…”
  1. Pojok Saham says:

    Artikel yang mantap!! Ijin share ya Pak Tom.

    Betul sekali, saya ingin menggarisbawahi bahwa pasar tidak selamanya “berbaik hati” dimana posisi yang salah akan naik kembali. Memberikan waktu lebih pada posisi yang memang sudah kena proteksinya akan meng-reinforce habit buruk untuk tidak cepat-cepat jual ketika kena proteksi. Habit yang buruk, apalagi kalau proteksinya ditaruh di support kuat, sekali tembus, wassalam, bisa 5-10% di bawah harga proteksi besoknya. Begitu juga untuk profit taking. Kalau profit di target price tidak segera diambil karena dipikir bisa lebih tinggi lagi (dan sedang main swing), nggak usah besoknya, sorenya harga sudah kembali ke harga modal.

    Kuncinya jadi trader sebenarnya disiplin. Manage the downside, the upside can take care of itself.

    • Satrio Utomo says:

      Bung Pojok Saham,

      Satu hal yang saya pelajari dari konsolidasi kali ini adalah: jadi trader itu juga tidak perlu terlalu disiplin juga. Kalau yang di hold adalah barang ‘gerbong pertama’ (big caps), kita harus melihat trend jangka menengahnya juga. Kalau trend jangka menengah masih naik, mendingan pake strategi average down. Kalau gerbong selanjutnya, memang harus melihat arah pergerakan harganya. Kalau potensi penurunannya cukup besar, sayang juga kalau gak di cut loss dulu.

      Wassalam,
      Satrio

      • Pojok Saham says:

        Bung Satrio,

        Itu candle merah IHSG tanggal 23 Mei 2011 dan resisten testing yang gagal setelahnya (lower high 2x) is warning enough for me. Kalau dilihat dari MA20 dan MA50 yang nyaris deathcross, sementara buka posisi baru nggak dulu kali ye. Memang sih saya masih ada beberapa posisi yang belum kena proteksi atau trailing, tapi average down, saya anti. (view boleh beda donk… hehe…)

        Dan satu lagi yang agak lebih mengkhawatirkan, kalau diambil periode yang pendek, sejak 23 Mei 2011, lower high sebelumnya yang agak landai, dengan lower high terakhir yang masih berlaku yang lebih tajam, secara visual agak mirip dengan inverted cup and handle yang tidak sempurna, dengan IHSG kejepit di 3700-3760. (ini agak nakutin ya… hehe…)

      • Satrio Utomo says:

        Bung Pojok Saham….

        At least… pergerakan IHSG hingga 1 Juli ini, telah membuktikan bahwa semua bearish signal adalah wrong… or at least… premature. Kita tunggu deh bearish signal berikutnya… semoga aja kali ini beneran.

        Wassalam,
        Satrio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: