Advertisements

Back to The Basic Concepts of Trends*


Selamat pagi…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Belakangan ini, saya sudah bosan kecewa.  Kalau anda adalah pembaca setia dari tulisan saya pada kolom ini, anda pasti sudah sempat membaca bahwa semenjak awal April lalu, banyak sekali berita negatif, yang kemudian saya sebut sebagai ‘rangkaian kartu mati’, yang terus mengalir ke lantai bursa.  Semenjak BBM Subsidi tidak jadi naik, Krisis Eropa yang kembali menjadi ‘bintang utama di panggung utama’ dari semua berita bearish, kenaikan uang muka KPR dak Kredit Kendaraan Bermotor, harga batubara yang terus turun (meski di awal minggu kemarin, harga batubara terlihat mulai mengalami rebound), hingga tekanan jual yang terus berlangsung pada saham-saham kelompok Bakrie.  Semua menjadi rangkaian sentimen negatif yang terus mengendap di otak saya.

Di akhir minggu lalu, kartu mati ini masih ditambah lagi: Pemerintah (Menko Ekonomi, Hatta Rajasa) yang mematok bahwa pertumbuhan Ekonomi untuk tahun 2013 bakal berkisar pada angka 6,8 – 7,2 persen, suatu angka yang tergolong agresif, karena belakangan, rata-rata konsensus pertumbuhan ekonomi malah sedang cenderung turun.    Berita ini sebenarnya positif.  Tapi karena ‘terdengar’ seperti melawan arus, maka bukannya tidak mungkin, sentiment yang dihasilkan malah sentiment negatif.  Berasa bluffing.

Terlalu banyaknya berita jelek tersebut, terlalu seringnya saya menunggu berita bagus ternyata yang keluar malah berita jelek, menjadikan saya skeptis dalam membaca berita.  Belakangan, koran dan website berita, hanya saya baca halaman sepak bolanya doang.  Saya hanya tertarik akan aksi transfer dari kesebelasan kesayangan saya, Chelsea, dan juga aksi transfer dari kesebelasan-kesebelasan besar lain di benua Eropa.  Atau, saya malah mensibukkan diri dengan Futures Indeks MSCI Indonesia, produk baru dari PT Universal Broker Indonesia.  Produk beresiko tinggi, khusus untuk para trader dan hedger.

Perkara pergerakan harga saham dan IHSG, belakangan saya cenderung kembali ke konsep dasar dari trend.  Seorang yang menggunakan analisis teknikal seperti saya, percaya bahwa pergerakan harga itu memiliki arah.  Pergerakan harga itu tidak bergerak secara random, tapi memiliki arah.  Arah dari pergerakan harga itu, dinamakan Trend.  Trend adalah arah pergerakan harga.  Arah pergerakan harga itu ada tiga: naik, turun, ataupun flat (mendatar), sama seperti ketika kita menghadapi perempatan, pilihannya adalah kiri, kanan, ataupun lurus.  Tapi, bentuk dasarnya hanya ada dua: naik atau turun, karena trend mendatar terdiri dari trend naik dan trend turun dalam periode yang lebih pendek, tapi memiliki kisaran harga tertentu dalam suatu jangka waktu tertentu.

Definisi dari sebuah trend naik seperti ini:

Trend naik adalah kondisi dimana pergerakan harga terus mencetak higher low (titik terendah yang lebih tinggi) dan higher high (titik tertinggi yang lebih tinggi).

Jadi, ketika trend naik, syarat utama yang harus dipenuhi adalah level terendah dari hari ini, lebih tinggi dari level terendah kemarin.  Sedangkan level tertingginya, bisa saja lebih rendah, tapi alangkah baiknya jika level tertingginya lebih tinggi dari kemarin.

Dengan kata lain: Ketika trend sedang naik, maka harga penutupan pada hari ini, harus lebih tinggi dari level terendah kemarinKETIKA TREND NAIK, JIKA POSISI HARGA PENUTUPAN PADA HARI INI LEBIH RENDAH DARI LEVEL TERENDAH KEMARIN, MAKA KITA HARUS SUDAH CURIGA BAHWA TREND NAIK SUDAH BERAKHIR. Ketika trend naik dan harga hari ini bakal ditutup dibawah harga terendah kemarin, pasti ada yang salah.  Kemungkinan besar, trend sudah berubah dari naik menjadi turun.

Kondisi tersebut, berlaku vice versa (kebalikannya) ketika kita mengamati sebuah trend turun.

Definisi dari sebuah trend turun adalah sebagai berikut:

Trend turun adalah kondisi dimana pergerakan harga terus mencetak lower high (titik tertinggi yang lebih rendah) dan lower low (titik terendah yang lebih rendah).

Dengan kata lain: ketika trend harga sedang turun, tapi harga kemudian membuka peluang untuk ditutup diatas level tertinggi sehari sebelumnya, maka kita juga harus sudah curiga, bahwa trend turun tersebut sudah berakhir.  Ketika trend turun dan harga hari ini bakal ditutup lebih tinggi diatas harga terendah kemarin, pasti ada yang salah.  Kemungkinan besar, trend sudah berubah dari turun menjadi naik.

Pengaruhnya bagi seorang trader

Trader adalah mereka yang berusaha mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.  Rule of the game-nya sebenarnya sangat sederhana: Beli ketika mau naik, dan jual ketika mau turun.  Ketika terdapat tanda bahwa trend berubah menjadi naik, anda harus melakukan posisi beli, dan ketika trend berubah menjadi turun, anda harus sedapat mungkin keluar dari posisi, dan melakukan posisi jual. Itulah sebabnya, saya kemudian menyarankan agar rekan-rekan menggunakan rules yang sederhana:

Ketika anda memiliki posisi beli sedangkan harga berpotensi untuk ditutup dibawah level terendah sehari sebelumnya, itu berarti anda harus menyadari bahwa ‘pasti ada sesuatu yang salah’, dan disitu anda harus melakukan posisi jual, atau setidaknya mulai mengurangi posisi, melihat akan kemungkinan terjadinya pembalikan arah trend, dari trend naik menjadi trend turun.

Ini juga berlaku kebalikannya:

Ketika trend harga sedang turun dan anda tidak memiliki posisi, kemudian harga berpotensi untuk ditutup diatas titik tertinggi dari pergerakan harga sehari sebelumnya, maka itu berarti sudah waktunya anda melakukan posisi beli, karena bisa jadi, trend harga selanjutnya akan berubah dari trend turun menjadi trend naik.

Yah… anda mungkin tidak langsung beli disitu.  Anda melihat suport saat itu, dan anda melakukan posisi beli disitu.  Tapi minimal: anda harus beli, karena trend jangka pendek, sudah bukan trend turun lagi.

Dalam trading, ketika membeli saham, yang dicari oleh seorang pemodal adalah keuntungan, bukan tambahan stress.  Menyesuaikan posisi dengan trend harga jangka pendek, adalah cara paling efektif untuk trading tanpa stress.   Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun.  Cuman ada sisi negatifnya yang membuat ‘orang sekuritas’ seperti saya menjadi senang: cara seperti ini, akan membuat anda bertransaksi secara massif, relatif lebih besar jika dibandingkan cara sebelumnya.  Bagaimana tidak, anda bakal bertransaksi beli jual lebih sering dibandingkan sebelumnya, karena anda tidak bakal memiliki posisi nyangkut.

Tapi… sekali lagi: ketika anda trading, ketika anda mulai melakukan transaksi saham, apa sih yang anda cari? Keuntungan? atau tambahan stress?  Kalau anda tidak mau stress, gunakan trading rules yang sederhana, disiplin, dan tawakal (berserah diri) dalam memperoleh hasilnya.

Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan ulasan ini.  Terima kasih.

Advertisements
Comments
5 Responses to “Back to The Basic Concepts of Trends*”
  1. wid says:

    saya bingung, kenapa orang keberatan membayar fee berlebih kepada sekuritas, jika pada akhirnya masih untung. Atau, saya yang keliru berfikir ya?

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Beli ketika mau naik… jual ketika mau turun. […]

  2. […] garis trend.  Anda bisa menggunakan materi yang ada dalam blog saya ini… atau mungkin.. kalau pake yang dari luar ini.. sepertinya malah lebih […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: