Advertisements

Modus baru distribusi saham IPO…*


Selamat pagi…

IPO itu sebuah proses yang sulit.  Menawarkan saham pada publik, kalau publik suka, saham akan diserap pasar, dan harga setelah IPO bakalan terbang.  Tapi, kalau pasar sudah tidak suka, ya sudah.. biar PER atau P/Enya murah.. barang bakal dieeeeem aja gak kemana-mana.

Terkait dengan ini… saya melihat ada sebuah modus baru yang cukup brilian dalam melakukan IPO.  Dengan cara ini, harga saham bakal ‘terbang tinggi’ setelah IPO di satu sisi.  Disisi yang lain, barang juga akan diserap oleh pasar.  Karena pasar (dalam hal ini pemodal retail) pasti akan ‘memaksakan diri untuk membeli karena harga sekarang sudah diskon 50% dari harga tertingginya’.  Cuman ada syarat-syaratnya tentu saja…

Mau tahu caranya?

Begini langkah-langkahnya (saya jelaskan dengan contoh agar lebih gampang).

  1. Lakukan IPO
  2. Bagi saham hanya kepada nominee-nominee yang teman sendiri, atau bikin perjanjian dimana barang di ‘lock’ dalam periode tertentu.  Dengan ini, tidak akan ada pemodal retail yang mengganggu pergerakan harga saham pasca IPO.  Misalnya niy… IPO harga 5000.
  3. Kerek naik harga saham hingga 2 – 3 kali atau mau 5 – 10 kali dari harga IPO…. Misalnya niy.. saham yang harga 5000 tadi, dikerek jadi 50.000.
  4. Lakukan perjanjian repo atas saham tersebut, dengan perjanjian bahwa jika harga turun 50%, maka pemegang saham akan memberikan jaminan saham tambahan, atau pemegang repo bisa melakukan forced sell.
  5. Lepas saham di pasar.  Biarkan harga turun dibawah Rp 25.000.
  6. Pemilik repo akan mengancam akan membuang saham ke pasar.  Pemegang saham akan membiarkan saja pemilik repo di pasar.  Toh.. itu saham harga Rp 5000, dihitung dilepas ke pemegang repo di Rp 50000, dan harga sekarang juga masih Rp 25000.

Bagaimana? Asyik toh? Enak toh?  Mau repo lagi ya masih berani…. Repo terus.. Kalau perlu preemtive right issue lagi.  Cetak saham lagi.  Orang harga saham Rp 5000, harga masih Rp 25000.  Mau harga jadi nol lagi juga gak masalah.  Saham kan hanya selembar kertas.

Biar pemodal retail yang jadi korban. Biar pasar yang menarima beban.

Hehehe… Tapi cara seperti ini, memiliki syarat penting: Otoritas bursanya harus berupa otoritas bursa yang ‘nakal’… yang ‘mau diajak main’.  Ini karena proses seperti ini, membutuhkan peran dari otoritas bursa yang ‘terkontrol’, terutama agar proses distribusi saham IPO, bisa dilakukan pada teman-teman sendiri dengan tanpa gangguan.

Saya sih yakin bahwa cara-cara seperti ini, tidak mungkin dilakukan di Bursa Efek Indonesia.  Mungkin hanya bisa dilakukan di ‘negeri antah berantah sono’.

Dari Mekkah… saya berdoa… Semoga Bursa Indonesia bisa dihindarkan dari cara-cara seperti ini.

Happy trading… semoga untung!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Advertisements
Comments
6 Responses to “Modus baru distribusi saham IPO…*”
  1. Abu Emir says:

    Mas Tomi, you start to become a dangerous man he he..

  2. MF Santoso H says:

    hAHAHAHA… pak tommy becanda asyik jg…. saya kok pernah merasa jadi korban ya??? sepertinya modus operandi kejahatan spt itu bukan hal baru deh di bursa saham negeri antah berantah…

  3. gery says:

    pertanyaannya apa saham IPO dan baru seumur jagung laku direpo Pak…?

  4. Dana says:

    Wuih, idenya menarik nih. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: