Advertisements

Mengenal Order ‘Trailing stop’…*


Selamat sore….

Saya sering merasakan ini: order itu.. kalau cut loss gampang.  Begitu suport tembus, tinggal lihat bid atau offer… terus tinggal buang kiri atau pasang first atau second offer.  Disiplin!!! Hehehe.  Gampang banget kan?

Tapi kalau jual untung.. kita sering kali susah… mau pasang di resisten, rasanya sayang… nanti terbang lagi.  Mau ditunggu… nanti takut kelewatan.. harga tiba-tiba sudah tembus suport.. terus sayang untuk dijual.  Susah kan?

Cara yang paling gampang adalah melakukan order ‘trailing stop’.

Order ‘trailing stop’ ini adalah salah satu bentuk dari advance order dengan logika begini:

Lakukan posisi jual jika harga turun Rp xxx dari harga ketika order dimasukkan.

Untuk lebih jelasnya… kita bisa melihat gambar di bawah ini:

130412 Trailing Stop Order

Seorang pemodal melakukan posisi beli.  Posisi tersebut dilakukan pada titik pertama.   Pada saat yang bersamaan, pemodal tersebut melakukan trailing stop order.

Trailing stop order adalah sebuah order yang mencari referensi dari harga terakhir.  Jika harga turun Rp xx dari harga terakhir, maka server dari online trading baru mengirim order jual.  Tapi.. ketika harga bergerak naik, maka dengan sendirinya, harga jual tersebut akan mengikuti (trailing) dari level targa tertinggi yang pernah dicapai setelah order tersebut dipasang.  Pada gambar diatas, ketika harga naik ke titik kedua, level jualnya juga ikutan naik.

Setelah titik kedua, harga bergerak turun.. akan tetapi, karena stop level (level jual)-nya tidak tercapai, maka posisi jual tidak dikirim ke server Bursa.

Harga bergerak naik menuju titik ketiga, ke empat, ke lima, sampa dengan ke tujuh.  Hingga titik ke tujuh, posisi jual tidak pernah dikirim karena harga terus menerus naik.

Contoh dari prosesnya.. bisa dilihat pada gambar berikut:

130412 Trailing

Tadi pagi… saya memasang order trailing stop pada saham BMRI.  Kondisi yang saya pakai adalah: Jual saham BMRI jika harga turun Rp 300.  Ketika saya masukkan, harga terakhir BMRI adalah harga kemarin di level 10.200.

Ketika order dimasukkan, maka Ezydeal (online trading dari Universal Broker) kemudian melakukan conditioning: jika level harga 9900 disentuh, maka order jual akan dilakukan pada harga itu.

Akan tetapi, harga kemudian bergerak naik.  Ketika harga menyentuh level 10250, stop price (harga untuk melakukan posisi jual) naik menjadi 9950.  Ketika harga naik menjadi 10300, posisi stop naik menjadi 10000. dst.

Posisi jual, nantinya hanya dilakukan jika harga turun Rp 300 dari harga tertinggi yang pernah dicapai setelah pemasangan order.

Kalau kita kembali di harga pertama:

130412 Trailing Stop Order

Setelah titik ke 7, harga stop kemudian tercapai.  Disitulah posisi jual dilakukan.  Ketika harga turun Rp xxx dari level tertingginya.

Oh iya… order trailing ini… bisa dilakukan dengan time frame yang sangat panjang.  Bisa satu minggu, satu bulan, atau bahkan lebih.  Enak kan? Kita gak usah mengamati harga setiap hari.

So… Mau coba order trailing pada On Line Trading Anda?

Kalau gak ada… Hm… anda bisa menghubungi saya di 08111268889 untuk membuka rekening di PT Universal Broker.  😀

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Advertisements
Comments
8 Responses to “Mengenal Order ‘Trailing stop’…*”
  1. Achmad Faozi says:

    Pak haji, buka rekening di universal broker minimal berapa setoran awalnya? Saya hanya punya 30 jt.
    trus kapan buka cabang di cirebon? itu aja pak haji .

    • Satrio Utomo says:

      Pak Ahmad Faozi…

      Setoran minimal cuman Rp 10 juta… Tapi.. terus terang, kalau dibawah Rp 50 juta, nanti takutnya hanya terbenam pada saham-saham gorengan saja… plus.. waktu yang anda alokasikan terlalu banyak sehingga terasa terlalu mahal. Kalau anda mau… Silakan saja. Anda bisa buka rekening pas main ke Jakarta.

      Wassalam,
      Satrio

  2. Achmad Naro says:

    Sering baca tentang trailing stop. Tapi pak, apakah ada “range” yang baik. Misal dengan contoh diatas, bagaimana Pak Satrio memberi nilai “Rp.300”?. Karena sering kena “gocek”. trailing stop kena tapi setelah itu harga bergerak turun. Mohon pencerahannya.

    • Satrio Utomo says:

      Itu masalah setting suport kita Pak.. Kemarin (11 April 2013), suport dari BMRI ada di 10.000. Jadi stoploss saya di 9900. Dengan harga last di 10200, berarti saya harus pasang trailing Rp 300 agar ketika harga sampai di 9900, saya disiplin jualan.

  3. seno says:

    Assalamualaikum, kalau mau pindahin rek antar sekuritas bagaimana caranya ya Pak?? Saya tertarik dengan metode trailing stop ini. Wassalam

    • Satrio Utomo says:

      Wa’alaikum salam… warohmatullohi wa barokatuh…

      Pindah barang itu agak susah pak.. boleh anda meninggalkan nomor telpon anda ke nomor HP saya di 08111268889? Nanti akan saya hubungi..

      Wassalam
      Satrio

  4. sapto says:

    cabang pt universal broker di puwokerto jateng WONTEN?
    apakah cara trailing sistem diajarkan langsung simulasi praktek di tempat OM satrio?
    Jika iya hari aapa saja bisa datang???untuk belajar simulasi???
    maturnuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: