Advertisements

Value Investing pada Saham Berlikuiditas Rendah: Sebuah Ide yang Teramat Sangat Jahat Sekali*


Selamat pagi…

Kalau market sedang bullish.  Orang mau ngomong apa kek… rekomendasi dengan alasan seaneh apa kek… pada saham seperti apa kek…bebas lah.  Karena semua masih indah.  Karena semua cenderung naik.

Tapi… kalau market sedang turun seperti ini…

…ada satu hal yang selalu membuat saya teperangah: kalau ada orang yang memberikan rekomendasi beli pada saham-saham berlikuiditas rendah yang sedang dalam trend turun, dengan alasan ‘value investing’.  

Gile men… Anda boleh rekomendasi apapun, asal yang jangan yang satu itu.  Coba deh… ditengah market yang bullish saja.. saya masih akan selalu ingat, bagaimana orang merekomendasikan GTBO dengan alasan value investing.  Well.. kalau rekomendasinya pada saat awal-awal ketika harga masih belum naik.. masih dibawah 1000… mungkin tidak mengapa. Bisa jadi itu memang masih dalam kerangka ‘value investing’.   Tapi.. kalau rekomendasinya ketika harga sudah diatas 5000… hehehe….  Wih… benar-benar jahat orang-orang itu.

Mungkin sebagian orang akan bilang: loh.. dulu kan kita tidak tahu kalau ternyata ujung-ujungnya seperti itu.  Saya bilangnya: sejak dulu… sudah terlalu banyak orang yang menjerumuskan pemodal (terutama pemodal pemula/newbie), membuat pemodal mengambil keputusan yang merugikan, dengan cara seperti itu.  Apa yang mereka lakukan bukanlah hal yang baru.  Pemodal pemula itu saja yang terlalu mudah untuk dikerjain, terlalu mudah untuk percaya dengan ‘silaunya potensi keuntungan’, sehinga melupakan keselamatan dirinya sendiri.

Pasar modal itu.. terkadang bukan hanya pertarungan antara pembeli dan penjual.

Pasar modal itu, terkadang adalah pertarungan kepentingan.  Kepentingan dari anda yang ingin mencari ‘profit’ dengan membeli saham, menukarkan uang yang anda miliki dengan kertas (yang menurut anda) berharga, dengan orang-orang yang ingin menukarkan kertas (terkadang memang tanpa nilai) yang sedang mereka pegang, dengan uang yang anda miliki.

Nasehat saya… tolong anda selalu ingat:

  1. Sebagus-bagusnya kondisi fundamental emiten, kalau harganya mau turun.. ya turun ajah.
  2. Kalau mau beli saham, perhatikan arah pergerakan harga sahamnya.  Kalau harga mau turun, perhatikan target penurunannya ke harga berapa.  Jangan sampai anda melakukan posisi beli ketika harga masih memiliki potensi koreksi lebih dari 5%. .. apalagi yang diatas 10%.
  3. Meskipun dalam rekomendasinya disebut sebagai ‘value investing’.. tetap saja: lihat arah pergerakannya!! Kalau harga mau turun 5%, 10% atau bahkan lebih… meningan tunggu harganya mentok dulu koreksinya… baru anda membeli saham tersebut.
  4. Lebih baik terlambat beli daripada terburu nafsu, tapi hasilnya malah merugikan 

Harga saham kalau mau turun, ya turun ajah.  Alasan koreksinya apa, sering kali gak jelas juga.

Kalau anda masih belum yakin juga… baca juga tulisan saya yang ini deh: Jangan mau jadi bantalan bandar.

Di pasar modal.. banyak banget orang jahatnya.  Jangan sampai anda menjadi korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Happy trading.. semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Advertisements
Comments
9 Responses to “Value Investing pada Saham Berlikuiditas Rendah: Sebuah Ide yang Teramat Sangat Jahat Sekali*”
  1. aswan says:

    Nasihat yang bagus om, pemula itu memang sering trlalu bernafsu he he..btw boleh ga sy menanyakan pendapatan om soal ptpp ama bsde

    • Satrio Utomo says:

      Bung Aswan..

      Keduanya adalah saham yang ok siy. BSDE kinerja 1Q2013 termasuk yang bagus. PTPP juga masuk di sektor primadona. Anda tinggal menentukan entry dan exitnya saja.

      Wassalam
      Satrio

  2. agung says:

    siap om.. laksanakan!!

  3. Hardja says:

    Setuju banget pak ………..masih ada orang yang mau bersukaria ditengah keprihatinan atau penderitaan orang lain. Semoga tidak termasuk kita . Salam Sukses selalu ……

  4. alexander taslim says:

    mantap bro hormat

  5. kalo bagi saya sih… yang ngaku ngaku value investor tapi investnya berdasarkan rekom orang lain ya…. bukan value investor namanya. orang banyak jatuh di GTBO bukan karena value investing tidak bagus, tapi karena orangnya aja yang ga ngerti esensi value investing: Analisis sendiri, jangan ‘katanya’.

    • Satrio Utomo says:

      Hehehe… Tapi di dunia persahaman ini… mereka yang ‘ngikut’ … jumlahnya lebih besar Pak … itu yang membuat ‘aksi preventif’ … sering kali dirasa perlu.

      Cuman.. emang OJK perduli sama aksi preventif?

      Sayang sekali…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: