Trading Saham untuk Pemula, Sebuah Kata Pengantar & Pendahuluan*

130805 The Way You Start

Selamat pagi…

Alhamdulillah… akhirnya program Wakaf Ilmu yang saya lakukan selama bulan Ramadhan 1434 H ini selesai juga.  Biasa.. karena saya bukan siapa-siapa, dan saya juga bukan seorang hartawan yang bisa bagi-bagi duit untuk amal selama bulan Ramadhan ini, di awal bulan Ramadhan kemarin, saya memutuskan untuk membuat suatu ‘Kelompok Tulisan’ yang saya beri judul: Trading Saham untuk Pemula (Trading for Newbies).  

Trading Saham untuk Pemula ini adalah suatu rangkaian tulisan yang tujuannya adalah memberikan gambaran mengenai apakah trading saham itu? jika dilihat dari sudut pandang seorang Satrio Utomo, atau bisa juga dari sudut pandang http://www.rencanatrading.com.  Harapan saya, rangkaian tulisan ini bisa menjadi starting point, titik awal bagi siapa saja yang ingin belajar cara untuk trading berbasis prediksi, trading berbasis trading plan.

Rangkaian Tulisan ini, sebenarnya lebih mirip sebuah buku.  Tapi, karena dalam prosesnya saya menuliskannya secara terpisah-pisah serta pada waktu yang berlainan dan tidak berurutan, maka untuk mendapatkan sebuah buku yang utuh, maka anda sebaiknya membaca dulu tulisan Pendahuluan pada halaman dibawah ini.

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat.  Semoga Ilmu ini bisa memberikan barokah kepada saya dan keluarga, serta bagi anda semua yang membaca dan memanfaatkannya.  Semoga bisa membantu anda dalam memperoleh keuntungan dalam bertransaksi saham, di belantara Bursa Efek Indonesia yang ganas ini.

Terima kasih.

———

Pendahuluan

Keindahan itu terkadang hanya akan bisa anda dapatkan atau anda lihat, apabila anda bisa melihatnya dari sudut pandang yang tepat

Itu yang saya dapat ketika saya mempelajari cara untuk memperoleh keuntungan, memenangkan pertarungan dari lantai  Bursa Efek Indonesia.  Mencari profit di Bursa Efek, itu memang sangat sulit.  Banyak orang yang mencoba, lebih banyak lagi yang gagal.  Karena saya memulai karir saya sebagai broker, kemudian floor trader, dan belakangan (hampir 10 tahun terakhir) saya menekuni riset, saya sudah benar-benar melihat di grass root, bagaimana rasanya menjadi orang yang rugi.  Kalau cuman kehilangan hampir seluruh investasi awalnya, itu adalah sebuah hal yang lumrah.  Yang sering membuat hati saya sesak, adalah ketika melihat orang yang kehilangan seluruh aset, kehilangan kebahagiaan keluarga (harus berpisah dari anak dan istrinya karena keluarganya goncang atau bahkan terpecah), dan bahkan dibenci oleh anak, istri, dan seluruh keluarganya, sebagai akibat dari kerugian yang dilakukannya di Pasar Modal.

Saya juga memulai karir di pasar modal ini bukan dari sebuah cerita yang enak.  Kalau anda sudah membaca ‘Kata Pengantar’ di buku yang saya tulis, anda pasti juga sudah tahu bahwa saya memulainya dari posisi cut loss sebesar Rp 2 miliar (duit nasabah siy.. bukan duit saya sendiri), ketika saat itu gaji pokok saya masih sebesar Rp 200 ribu.  Lecutan semangat dari ‘kerugian yang tidak akan terbayar ini’, yang membuat saya giat untuk belajar, mencari cara untuk memperoleh profit di bursa saham ini.

Memang.. saya harus mengakui bahwa apa yang saya dapat, memang belum tentu juga merupakan cara yang paling menguntungkan.  Akan tetapi, bisa mendapatkan keuntungan yang cukup dan stabil, meski dalam kondisi market yang bearish, saya kira adalah apa yang saya cari, ketika saya pertama kali memutuskan untuk ‘mencari jalan untuk memperoleh keuntungan’.

Menjadi seorang ‘Pemula’ di pasar modal kita ini, tidaklah mudah.  Selain resiko pasar, minimnya perlindungan dari otoritas terhadap pemodal pemula, ditambah banyaknya orang yang ‘berusaha dengan sangat keras dan menggunakan segala macam cara’ untuk mengambil uang dari para pemodal, telah menjadikan banyak pemula terpaksa gulung tikar hanya setelah beberapa bulan mencoba untuk melakukan ‘investasi’ atau ‘ trading’ saham.  Selain itu, tidak adanya ‘batas standar pengetahuan yang layak’ bagi seorang pemodal pemula, disamping juga ‘pemodalnya males untuk belajar atau melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi’ juga merupakan sumber dari kekalahan, awal dari kerugian yang akan mereka dapatkan.

Oleh sebab itu, ketika salah satu sepupu saya menanyakan kepada saya mengenai bagaimana cara seorang pemula bisa mempelajari prediksi dan trading saham, saya kemudian terpikir, untuk membuat sebuah ‘sumber pengetahuan dasar’ bagi seorang pemodal pemula dengan menggabungkan tulisan-tulisan yang sudah ada sebelumnya pada blog saya ini.

Dalam benak saya, dari pada membuat buku yang sepertinya butuh sebuah effort yang sangat besar, merangkai ‘potongan-potongan pengetahuan’ yang telah saya share pada blog ini semenjak 9-9-9 (9 September 2009), menjadi sebuah bangunan fondasi bagi seorang pemodal pemula, adalah sesuatu yang lebih feasible, mudah, dan cepat untuk dilakukan. Disini kemudian saya memulai program ‘Wakaf Ilmu Trading bagi Pemula’ yang tidak lain adalah usaha saya untuk membuat sebuah rangkaian panduan ‘trading to win’, bagi seorang newbies.  Well..  beberapa orang kemudian berkata.. bahwa produktifitas saya kali ini.. adalah pelarian saya untuk tidak mengerjakan thesis (hihihi).

Tapi.. terserah deh… saya berharap agar teman-teman yang merasa bahwa apa yang saya sharing ini berguna, mau mendoakan agar saya diberi kemudahan dalam mengerjakan Thesis.  Hehehe.

Pengetahuan Dasar Trading Saham bagi Seorang Pemodal Pemula

Sekarang.. marilah kita berbicara tentang isi dari Pengetahuan Dasar Trading Saham bagi Seorang Pemodal Pemula. Pada prinsipnya, apa yang sudah saya sharing semenjak awal bulan Ramadhan yang lalu, sebenarnya sudah sangat mencukupi.  Akan tetapi, saya kemudian memutuskan untuk membuat dua buah tulisan lagi, tentang definisi saya mengenai ‘bagaimana cara memperoleh profit‘ dan ‘apa itu pergerakan harga saham‘ yang tidak lain adalah ‘nyawa’ dari pengetahuan dasar pasar modal bagi pemula. Dari sini, kita bisa mempersiapkan pengetahuan awal bagi seorang pemodal pemula ketika dia pertama kali mencoba untuk memperoleh keuntungan di bursa saham.

1.  Persiapan diri: Mencari Sudut Pandang

Berisikan mengenai pengetahuan tentang definisi-definisi dasar yang diperlukan bagi seorang Pemodal Pemula.  Disini saya mempersiapkan sudut pandang yang sebaiknya diambil oleh seorang pemodal pemula.  Sudut pandang menjadi sangat penting, karena akan menentukan keberhasilan dari trader pemula itu untuk bisa memperoleh profit yang konsisten.  Kegagalan untuk memahami perbedaan antara ‘trading dan investasi’ misalnya, sering kali menjadi penyebab utama dari kegagalan seorang pemodal untuk memperoleh profit.

Bagian ini terdiri dari 10 tulisan:

Bagian ini diawali dari falsafah dasar dari seorang trader, dimana trader harus bisa membedakan diri dari investasi.  Trader tidak bisa melakukan keduanya secara bersamaan karena

2.  Persiapan pengetahuan

Pada dasarnya, seorang trader harus memiliki pengetahuan mengenai analisis harga saham.  Analisis harga saham baik dari sisi nilai (harga) dari perusahaan itu (secara fundamental) maupun analisis pergerakan harga (secara teknikal).  Itu sebabnya, saya memulai bagian ini dengan membahas mengenai sudut pandang saya tentang bagaimana harga bisa bergerak, dengan melihat dari model-model pergerakan harga yang menurut saya perlu dipahami oleh seorang pemodal pemula.  Ini untuk membuat pemodal pemula sadar, bahwa untuk memprediksi, untuk membaca pergerakan harga saham, kita harus mengetahui ‘apa dan siapa yang menggerakkan pasar’.  Sehingga kita bisa memperoleh pola pikir yang benar dalam melihat pergerakan harga.

Setelah itu, baru saya masuk ke bahasan mengenai cara untuk menganalisis, baik secara fundamental atau teknikal. Bagusnya… kalau trader tersebut mau melihat sendiri, menganalisis sendiri kondisi fundamental perseroan.  Tapi, karena (biasanya) trader tidak memiliki waktu untuk belajar yang mendalam tentang fundamental perseroan (hehehe… saya sendiri juga males untuk belajar FA terlalu dalam karena pasti kalah pintar sama analis-analis fundamental yang diluar sono..), maka disini saya mencoba untuk mengajarkan tentang cara ‘read between the line’ atas analisis fundamental yang dibuat oleh orang (konsensus analisis), maupun terhadap variabel-variabel atau event-event fundamental (seperti pengumuman deviden, pengumuman kinerja emiten).

Setelah analisis fundamental, kita masuk ke dalam bahasan tentang analisis teknikal.  Saya memulainya dengan struktur pembelajaran analisis teknikal yang sebaiknya ditempuh oleh seorang pemodal pemula.  Ini karena saya sedikit concern tentang perilaku dari pemodal pemula yang maunya instan. Jangan dipikir bahwa dengan membayar kursus sekali yang berharga mahal, anda lantas bisa memperoleh alat teknikal untuk memenangkan pertarungan.  Meski bukannya tidak mungkin, tapi.. alangkah baiknya jika kita mau mempelajari semua sudut pandang yang ada sebelum kita menentukan sudut pandang yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Saya percaya, bahwa untuk memenangkan pertarungan, kita harus memiliki pengetahuan mengenai teknik dasar secara ‘paripurna’. Itu yang membuat dalam mempelajari analisis teknikal ini, saya lebih berkutat pada suport, resisten, dan trend, plus bagaimana cara kita melakukan posisi beli atau posisi jual dengan memanfaatkan suport, resisten, dan trend tersebut.  Sisanya nanti bisa anda  pelajari sendiri lah.. baik dari buku-buku analisis teknikal yang ada, maupun pada bagian ‘charting skills’ yang merupakan bagian lain yang ada pada weblog ini.

3.  Membaca market (Regional – Lokal)

Pada dasarnya, anda tidak boleh lupa bahwa basic saya adalah seorang analis pasar. Seorang analis yang kemudian berusaha untuk mengaplikasikan pengetahuannya untuk memperoleh profit.  Itu sebabnya, saya membaca pasar sering kali dengan cara ‘top to bottom’.  Dari regional, IHSG, baru setelah itu saya mencari saham yang kemungkinan akan bergerak.  Itu sebabnya, dalam bagian dimana saya menjelaskan mengenai ‘bagaimana kita membaca pasar’ ini, anda akan menemukan bagaimana kita bisa ‘menterjemahkan’ prediksi kita terhadap pasar (dari Indeks Dow Jones, Hang Seng, hingga IHSG) , menjadi sebuah posisi trading, melalui Teori Gerbong (sector rotation).

4.  Persiapan menghadapi psikologi pasar

Trading itu… teori hanya menentukan 10 persen dari kemenangan.   Yang 90 persen, berasal dari pemahaman kita mengenai psikologi trading.  Ini yang membuat penentuan sudut pandang akan segala permasalahan yang terkait dengan ‘pemenangan trading, memperoleh profit’ sebaiknya lebih terfokus pada masalah pemahaman kita terhadap psikologi trading.  Benarkah begitu? Hehehe…

Well… Psikologi trading itu membuat kita memiliki sudut padang yang benar terhadap ‘pemenangan trading’. Tapi.. psikologi terpenting adalah bagaimana kita bisa disiplin dalam trading, disiplin terhadap rencana trading yang telah kita susun.  Jadi.. saya menyusun bagian ini dari yang terpenting, yaitu disiplin, disiplin dalam positioning dan juga cut loss.  Setelah itu, saya kemudian membahas sudut pandang terhadap macam-macam hal, sebelum akhirnya kembali ke dalam kesimpulan, bahwa ‘menjadi trader itu.. harus disiplin.. dan tidak boleh sombong.

—————–

So…  Setiap orang adalah individu yang berbeda.   Dalam menempuh jalan trading, setiap orang juga akan menempuh jalan yang berbeda, pendekatan yang berbeda. Apa yang saya berikan, atau wakafkan disini… sebenarnya hanya setetes air ditengah samudra yang luas.  Akan tetapi, saya berharap agar hal yang kecil ini, bisa menjadi dasar bagi pemahaman anda terhadap ilmu persahaman, dunia persahaman yang benar-benar ganas ini.

Semoga ilmu ini menjadi bermanfaat untuk anda, dan bisa memberikan barokah kepada saya dan anda juga.  Semoga setiap kerugian bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

Barakallahu fikum…

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

PS: Tulisan saya yang ada disini, sebagian besar sebenarnya adalah tulisan yang nantinya akan muncul pada buku saya berikutnya.  Harapan saya, anda tidak melakukan copas tanpa ijin.  Dan.. kalau ada orang yang melakukan copas tanpa ijin.. ada baiknya anda memberitahukannya kepada saya.

Update terbaru kami di website ini, bisa anda peroleh secara gratis di email anda dengan cara yang ada pada link ini.

Bagi anda yang ingin berkomuniasi lebih dekat kepada saya, anda bisa melakukannya melalui whatsap atau bisa saja anda menjadi member dari www.rencanatrading.com.

Bagi anda yang ingin membuka akun di PT. Universal Broker Indonesia silakan anda meluncur ke link berikut ini.

Bagi anda yang ingin membuka akun kedua, baik di Universal Broker Indonesia maupun sekuritas yang lain, silakan hubungi kami.

Terima kasih.

Comments
63 Responses to “Trading Saham untuk Pemula, Sebuah Kata Pengantar & Pendahuluan*”
  1. cecepnaz55 says:

    Yth. Mas Tomi,
    Assalamu’alaikum wr.wb,

    Hrapan sy, smoga Mas Tomi skluarga selalu sehat sjahtera.

    Smoga Mas Tomi brsedia utk mnerbitkannya dlm bntuk buku, sprti buku Prncanaan Trading saham Fibbonacci Rtracement.

    Trima kasih, dan Wassalam,

    Cecep Aziz .

    Powered by Telkomsel BlackBerry®

    • Satrio Utomo says:

      Kang Cecep…

      Terima kasih atas perhatiannya. Semua ada waktunya mas… Semoga thesis saya segera selesai biar saya bisa fokus pada buku-buku yang akan saya tulis.

      Wassalam,
      Satrio

  2. Tengku Jusman says:

    Bisa kita buat janji ketemu?ada yg mau sy share ke anda..terima kasih

  3. bugsi says:

    Pak..bisakah kita menggunakan manager investasi untuk bermain saham untuk orang bekerja spt saya? Saya di 081511144412

  4. Puput says:

    Ingin belajar trading saham.

  5. nadhoa says:

    Alhamdulilah masuk ke web pak satrio,,saya selama ini berdagang di forex,,mungkin karena aksesnya lebih mudah dan murah (ngumpulin modal dl🙂,,cuma memang cita2 ingin sekali menjadi trader saham.. lewat blog pak satrio ini saya ingin membentuk mindset trader saham..amien

  6. chandra winur says:

    assalamualaikum, mas saya mau tanya pendapat mas soal trading forex. saya sedang belajar itu mas. apakah mas juga pernah terjun di forex? balasannya tolong ke email ini ya mas chandrawinur@gmail.com. terima kasih mas. jazakallah atas pendat dan jawabannya.

    • Satrio Utomo says:

      BUng Chandra…

      Yang jelas Bung… Saya tidak trading forex karena saya masih sayang istri dam keluarga… hehehe… Market Forex itu kan ramenya malam hari… waktu yang seharusnya kita habiskan bersama istri dan keluarga. Selain itu, libur nasional kita juga hampir semuanya bukan liburan forex. Ini artinya: kalau trading forex.. kita harus mengesampingkan waktu untuk istri dan keluarga.

      Sepertinya… ‘gak gue banget’ deh… hehehehe

      Wassalam,
      Satrio

  7. Danny says:

    Mas tomi, aku masih 17 tahun dan akhir-akhir ini benar2 berminat untuk bermain di saham. Saya sudah membaca beberapa artikel untuk memahami “bagaimana sih cara bermain saham?”, dan sepertinya yaa saya benar2 berniat dan berminat untuk mencoba. Sebenarnya bisa gak sih jika kita bermain dibursa saham sambil bekerja? yaa hitung hitung untuk mencari dan membangun modal. Karena saya umur segini pun pasti masih ingin fight untuk mencari modal awal. Dan kalau boleh tau berapa sih modal minimum yang dibutuhkan untuk menjadi pemain saham? Saya pernah membaca disebuah artikel, katanya untuk modal awal minimum itu ada yang mulai dari 500rb? Benar kah itu?

    Mohon bantuannya bpk,Tomi.. Sehat dan Sukses selalu ^^

    • Satrio Utomo says:

      Bung Danny…

      Anda 17 tahun dan sudah bekerja? Apa gak sebaiknya sekolah dulu tuh?😀

      Kalau anda mau trading sambil kerja, sebenarnya bisa meski agak sulit. Anda harus rajin untuk membuat trading plan di malam hari, dan eksekusi berdasarkan chart harian. Cara seperti ini, bisa dilakukan dengan holding periods jangka pendek, tapi tidak bisa untuk trading intraday.

      Kalau modal awal mulai 500 rb, itu mungkin untuk reksadana. Kalau untuk saham, setahu saya jumlah minimal setoran awal untuk buka rekening, saat ini sekitar Rp 5 juta – Rp 10 juta. Meski.. kalau menurut hemat saya.. jumlah minimalnya sebaiknya tetap Rp 50 jt.

      Wassalam,
      Satrio

  8. Rohman says:

    Saya ingin bertanya, apakah kalau kita ingin investasi lewat saham /reksadana harus mempunyai NPWP? Trims.

    • Satrio Utomo says:

      Bung Rohman…

      Kalau untuk reksadana saya tidak tahu. Tapi kalau untuk buka account saham, bisa dengan menggunakan surat pernyataan tidak memiliki NPWP.

      Wassalam,
      Satrio

  9. imam suwandi says:

    assalamua’alaikum bang,,,,saya sangat buta dengan dunia bursa saham,,tapi saya ingin turut serta dalam bisnis ini,,,langkah apa yang harus saya lakukan untuk tahap awal??atas ilmunya saya ucapkan terima kasih

  10. chandra says:

    assalamualaikum Pak. Pak mau tanya nih, sekarangkan ada sekuritas yang memberikan pembuatan account dengan deposit minimal, kalo gak salah 100 juga ada, nah yang saya tanyakan kalo kita memulai dengan modal minim untuk trading khususnya buat pemula, katakanlah modal awal 500rb. apakah itu efektif mas? saya masih belajar nih. makasih mas. wassalam

    • Satrio Utomo says:

      Bung Chandra…

      Modal kecil itu, hanya bisa untuk belajar beli jual. Kalau untuk investasi.. keuntungannya tidak ‘nendang’… tidak terasa… tidak sesuai dengan pengorbanannya.

      Wassalam,
      Satrio

  11. Ridwan says:

    makasih bang ilmunnya,…. nanti akan saya print biar enak bacannya,.. kalo baca langsung dari PC, mataku kurang nyaman,.. tapi pasti akan ku pelajari semuannya

  12. A.M says:

    Gak sengaja nemu blog ini dan begitu gue baca tulisan ini, mata gue terbelalak. Di awal tulisan, ada kalimat: “dibenci oleh anak, istri, dan seluruh keluarganya, sebagai akibat dari kerugian yang dilakukannya di Pasar Modal”

    Dibenci keluarga? GLEK!!! ITU KAN GUE… -_-”

    Awal tahun 2013, gue mulai ‘trading’. Gue jual lah mobil tanpa sepengatahuan bokap, dan mulailah main. Sebelumnya udah dibisikin sama seorang teman bahwa untuk urusan beginian, gak boleh tamak. “Ambil transaksi kecil aja tapi rutin, lama-lama profit menggunung, daripada ambil transaksi sekali langsung besar tapi resiko juga makin gede, neng.” Gitu katanya.

    Pertengahan 2013, gue memberanikan diri pulang (sebelumnya kos) dan berterus terang tentang jual mobil dan trading. Itu belum balik modal, tapi profit alhamdulillah ada lah, ya walau beberapa kali transaksi ada profitnya yg ga memuaskan. Awalnya mereka melotot, tapi mereka toh ga bisa apa-apa. Wong mobil sudah saya jual. Mereka bilang, “Kalo kamu loss, papa ga mau ikut campur.” – GLEK!! O_O kata-kata itu cukup nampar, tapi mau gimana lagi. Dari awal saya sudah lancang sih. Tapi saya akhirnya bisa meyakinkan beliau dengan profit kecil tapi ‘sering’, kan lama-lama profitnya menjadi bukit.

    Nah cerita itu mulai tersebar di keluarga kami. Papa cerita bagaimana saya yang awalnya cuma bisa malak orang tua, untuk beli pulsa goceng aja same nodong, tapi skrang mulai bisa cari duit sendiri. Tante saya tertarik dengan bisnis jenis ini. Mulailah saya ajarkan..begini begono. Awalnya lancar. Tapi beberapa bulan lalu (2014), JENG JENG…. LOSS gede-gedean ampe margin call. Eh, buntutnya gue yang disalahin.

    LAH… NGAPA JADI GUA DAH?? O_O

    Singkat cerita, gue dan si temen gue yang memperkenalkan trading ini disidang sama keluarga gue. TERNYATA!!!! setelah ditanya-tanya sama si temen gue ini, yang cara nanya-nya menurut gue mirip bapak polisi… si tante ini beberapa kali berkilah dan mencari-cari pembelaan diri, dia mengaku kalo dia jadi ‘ketagihan’ dan TAMAK. Keenakan setelah mencicipi profit dari transaksi-transaksi sebelumnya. dia membiarkan iblis menguasai logikanya untuk transaksi lagi dan lagi dan lagi dalam waktu yang sangat berdekatan. Padahal, saya pernah bilang sama tante saya, “Transaksi sekali dalam sehari, cukuplah.. tante. Jangan terlalu berlebihan. Profit kecil, ya disyukurin aja. Kan masih ada hari esok.”

    Dan saya juga selalu mengingatkan untuk tidak lupa membayar zakat dan bersedekah. Au dah dikerjain ato gak. Jawabnya selalu, “Ya, gampanglah. Nanti juga bisa. Tanggung nih.” Yang menurut saya, jawaban itu lebih pantas keluar dari mulut saya yang jauh lebih muda dari dia.. Yah, manusia emang, kalo udah dikasih enak..langsung lupa diri. Lupa solat, lupa zakat, lupa sedekah, lupa dah pokoknya.

    Sampai detik ini, tante saya tidak lagi mau bicara sama saya. Dia malah sempat menuduh saya mengutak-atik laptopnya dia supaya uangnya masuk ke akun segregated saya karena keuangan saya baik-baik saja, sementara uangnya dia amblas. LAH?? O_O Saya sih tidak banyak bicara. Saya pikir, dengan kekacauan ini semua, dia memang perlu seseorang untuk dijadikan sasaran amarah dan untuk disalah-salahin. Kadang-kadang gondok juga sih. Pengen gue teriakin di depan mukanya, KAN ITU YANG JALANIN TANTE SENDIRI, BUKAN SAYAAAAAAAA!!!

    Wah, maaf mas curhat saya nyampah begini..kepanjangan nih. Semoga pengalaman saya ini bisa diambil hikmahnya untuk trader lain: sebaiknya tidak lupa diri, tidak angkuh dan jauhi sifat tamak.

  13. Muhammad Rizky says:

    Mas ijin nyimpan artikelnya dalam bentuk softcopy ya….. buat saya baca-baca….. lagi mau belajar trading saham……Thx ya mas… sangat bermanfaat…🙂

  14. leo herlambang says:

    Sip2

  15. hendra prastyawan says:

    Mantap share nya..
    Cocok buat newbie kayak saya

  16. david says:

    salam kenal om utomo.. saya newbie neh di saham om. om, saya ada rencana mau investasi di saham secara berkala dgn modal lumayan gede. kira2 klo untuk jangka panjang, aman ga ya klo ga ada npwp? trims om.

    • Satrio Utomo says:

      Aman saja Bung David. Memang … pada beberapa perusahaan.. kita bisa membuka account dengan menandatangani surat pernyataan ‘tidak memiliki NPWP’. Tapi pada akhirnya… tetap saja dikejar-kejar untuk setor nomor NPWP. Hehehe. Sebaiknya… sebagai warga negara yang baik … kita punya NPWP.

      Wassalam,
      Satrio

  17. Annisa says:

    Wah tulisan anda adalah pencerahan bagi sy. Tadinya sy bingung ingin bisnis tpi ga tau bisnis apa. Untuk berkarier lgi seperti dulu, ga tega ninggalin anak2. Ingin tetep di rumah tpi ga brhenti brkarya.sy akan trus dan trus mempelajari saham smpe siap memasuki Bura Efek utk transaksi. Thesisnya sdh slsai, akhi? Smoga dimudahkan.klo sdh slsai, smoga anda bsa brkarya lgi yg akan memberikan manfaat bagi orang banyak.

    • Satrio Utomo says:

      Terima kasih Bu Annisa…. Wah… sepertinya komentar anda kepotong ye? nanti saya cari versi panjangnya.

      Sekali lagi terima kasih. Semoga barokah untuk anda dan keluarga.

      Wassalam,
      Satrio

  18. sandy says:

    Selamat malam pa, saya ingin meminta wejangan dari bapak mengenai permasalahan emosional dalam bermain saham setiap harinya. Bagaimana caranya supaya saya bisa konsisten dalam meraih tujuan di dalam trading yang selalu tidak sesuai dengan plan yg saya buat, misalnya: saya selalu memantau 2 atau 3 saham konstruksi spt adhi, wskt yg pergerakannya sering fluktiatif yg seharusnya saya bisa mengambil keuntungan setiap harinya, ketika harga naik beberapa point yg seharusnya bisa sell dan kemudian buy kembali di harga bawah tetapi saya kemudian terlena dan pada akhirnya tidak membuat keputusan jual dan kemudian menyesal pada akhirnya karena seusai prediksi sy. Hal ini berlangsung secara terus menerus seakan2 sy terhipnotis dibuatnya dan menganggap harga bisa naik lebih tinggi dan serakah.

    Mohon saran dan nasihat dr bapak mengenai hal ini. Terima kasih

    best regards

    sandy

    • Satrio Utomo says:

      Pak Sandy…

      Disiplin dalam trading… itu adalah sekolah seumur hidup. Pelajaran seumur hidup. Saya saja.. hingga saat ini.. masih belajar. Dan jujur.. saya juga belum bisa 100% disiplin. Itu yang membuat saya masih terus bersemangat untuk belajar.. hingga saat ini.

      Wassalam,
      Satrio

  19. agus says:

    ijin copy buat belajar pak,,newbiiiie

  20. D says:

    pak satrio posisi dmn kalau ingin belajar langsung?

  21. wisaludira says:

    ijin copy pak, kalo dibaca sekali belum bisa masuk, pemula🙂

  22. blackboxgemstone says:

    izin copy pak satrio, buat belajar, semoga wakaf ilmu njenengan barokah…

  23. dddd says:

    aaa ini sangat bermanfaaat , buat yg baru ingin ikut trading ,terimakasih banyak.. ini telah memberi informasi yg berharga
    saya baru tamat sma dan ingin mencoba bersa saham .

  24. ian says:

    asww. sebelumnya saya ucapkan terimakasih kpd bpk Satrio Utomo karena sudah bersedia berbagi ilmunya. Saya sangat tertarik dengan bisnis ini dan terus terang aja saya msh sangat awam dalam bidang ini. tetapi dengan membaca tulisan di atas saya mulai faham dan tertarik untuk memulainya. Akan tetapi di daerah saya khususnya kota palu sulawesi tengah apakah ini bisa di lakukan dengan tepat mengingat daerah saya sangat minim informasi tentang hal seperti ini dimana saya sangat membutuhkan saran maupun bimbingan. akan sangat membantu apabila bapak Utomo dapat membibing saya baik via on line maupun phone.

  25. asep sadeli says:

    ijin copy ya pak untuk dipelajari dirumah, nanti kalau sdh faham saya buka akun ditempat bapak

  26. Satrio Utomo says:

    Bung Onggo…

    Sementara… memang contact mereka hanya menggunakan email… Nanti saya tanya pada mereka lagi deh.. apakah ada nomor telpon yang bisa dihubungi.

    Wassalam,
    Satrio

  27. nuqie says:

    terimakasih buat mas satrio
    setelah saya membaca (“walaupun gak dong2”) makasih sekali lagi….. ini sangat bermanfaat bagi saya yang ingin melakukan trading,,,,, sebenernya masih ragu n ragu,,,,, mohon bimbingannya seandaynya mas satrio berkenan…..🙂
    terimakasih buat mas satrio…

  28. Satrio Utomo says:

    Mas Nuqie…

    Dong2 atau Salak? Silakan contact saya saja mas. Biasanya kalau ketemu langsung… semua bisa lebih mudah untuk dijelaskan dan dimengerti.

    Wassalam,
    Satrio

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Alhamdulillah… akhirnya module Wakaf Ilmu yang saya lakukan selama bulan Ramadhan 1434 H ini selesai juga.  Biasa.. karena saya bukan siapa-siapa, dan saya juga bukan seorang hartawan yang bisa bagi-bagi duit untuk amal selama bulan Ramadhan ini, di awal bulan Ramadhan kemarin, saya memutuskan untuk membuat suatu ‘Kelompok Tulisan’ yang saya beri judul: Trading Saham untuk Pemula (Trading for Newbies). […]

  2. […] Alhamdulillah… akhirnya module Wakaf Ilmu yang saya lakukan selama bulan Ramadhan 1434 H ini selesai juga.  Biasa.. karena saya bukan siapa-siapa, dan saya juga bukan seorang hartawan yang bisa bagi-bagi duit untuk amal selama bulan Ramadhan ini, di awal bulan Ramadhan kemarin, saya memutuskan untuk membuat suatu ‘Kelompok Tulisan’ yang saya beri judul: Trading Saham untuk Pemula (Trading for Newbies). […]

  3. […] Saya sangat senang bahwa respon dari rekan-rekan para pembaca sangat bagus untuk weblog ini.   Saya juga senang bahwa artikel 15.45 adalah artikel yang paling sering dinanti oleh para pembaca.  Saya juga senang bahwa artikel pengetahuan yang sering saya sharing, akhirnya bisa saya rajut menjadi satu sehingga menjadi kumpulan artikel yang menarik bagi pemodal pemula. […]

  4. […] percobaan… silakan baca ulasan saya ini deh… dan coba untuk menyelesaikannya.. dari yang pertama sampai yang terakhir.  Saya […]

  5. […] secara garis besar… saya ingin anda mencoba aplikasi dari kumpulan tulisan untuk trader pemula yang sudah saya posting beberapa waktu yang […]

  6. […] Trading Saham untuk Pemula, Sebuah Kata Pengantar & Pendahuluan*. […]

  7. […] Alhamdulillah… akhirnya program Wakaf Ilmu yang saya lakukan selama bulan Ramadhan 1434 H ini selesai juga.  Biasa.. karena saya bukan siapa-siapa, dan saya juga bukan seorang hartawan yang bisa bagi-bagi duit untuk amal selama bulan Ramadhan ini, di awal bulan Ramadhan kemarin, saya memutuskan untuk membuat suatu ‘Kelompok Tulisan’ yang saya beri judul: Trading Saham untuk Pemula (Trading for Newbies). […]

  8. […] anda membaca tulisan saya tentang kumpulan artikel untuk trader pemula ??  Hehehe.  Bagi saya, itu adalah sebuah sukses tersendiri.  Maklum saja… pembaca per […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: