Jadi… Setelah saya maki Prabowo… anda pikir saya nyoblos Jokowi? Belum tentu…


Selamat petang…

Mungkin anda berpikir… bahwa setelah saya tadi pagi memaki Prabowo… berarti saya bakal nyoblos Jokowi?

Hehehe… belum tentu….

Menurut saya siy… Tujuan utama dari semua ini adalah: agar kita bisa menjadi Bangsa dan Negara Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang lebih baik itu, hanya bisa tercapai kalau kita bisa mengurangi, mengendalikan, bahkan menghilangkan Korupsi dari Indonesia.

Lingkaran setan dari Korupsi itu harus disingkirkan. Korupsi itu.. awalnya adalah Orde Baru. Karena berasal dari orde baru.. maka Golkar adalah biangnya. Demokrat gagal memberantas korupsi, karena Demokrat berkoalisi dengan Golkar untuk melakukan Pemerintahan. Demokrat malah belajar dari Golkar. Tapi mereka sendiri malah yang babak belur. Berarti.. untuk menyingkirkan korupsi.. itu berarti kita harus bisa mengurangi peran Demokrat dan Golkar dalam Pemerintahan.

Padahal.. dukungan suara Golkar di daerah… masih sangat besar. Suara Demokrat mungkin tidak terlalu besar. Tapi… Petinggi Demokrat, telah berhasil menipu peserta konvensi, terutama Gita Wiryawan dan Dahlan Iskan. Mereka ini digadang-gadang untuk jadi ‘CALON PRESIDEN’ dari Demokrat… yang akan dicalonkan setelah Pemilu Legislatif. Tapi… Petinggi Demokrat juga tidak lupa… bahwa: sebagai hasil dari berbagai korupsi yang mereka lakukan, suara mereka dalam pemilu pasti bakal sangat menurun. Nah.. nanti… ketika Demokrat ternyata tidak mampu memperoleh suara diatas treshold… mereka pasti harus berkoalisi. Dan … ketika mereka berkoalisi… mereka akan menawarkan kepada PDIP… PRAMONO EDHIE sebagai Cawapres!!!

Hehehe… kebaca banget kan??? After all… itu kan hanya Partai Keluarga Indonesia. Rasanya jelas gak masuk akal kalau mereka mengedepankan orang-orang lain yang bukan keluarga. Keluarga harus bisa maju… agar kasus-kasus korupsi besar… seperti Bank Mutiara dll… tetap saja tidak terselesaikan. Tetap saja tidak dibongkar. Apalagi… Pramono Edhie adalah mantan ajudan dari Ibu Mega. Bukan tidak mungkin Ibu Mega akan menerimanya.

So… Kalau ternyata Cawapres dari Jokowi adalah Pramono Edhie… berarti yang maju nanti adalah pasangan Jokowi-Pramed … hehehe… SAYA AKAN MEMILIH SIAPA JUGA LAWAN DARI MEREKA!!! Meski itu adalah pasangan Rhoma Irama dan Farhat Abbas… saya akan pilih lawan dari mereka. Menang gak menang.. itu urusan nanti… tapi yang penting… saya akan pilih lawannya.

Hehehe… Bagaimana dengan anda? Masihkah anda ‘Hidup mati pilih Jokowi’??? Saya sih enggak. Kalau nanti Jokowi-Pramed lawan Prabowo – King Kong .. saya tetap pilih Prabowo – King Kong. Karena sudah eneg dengan sepak terjang Aburizal Bakrie di bursa efek kita.

Ah… ini artikel bukan tulisan pengamat politik yang canggih…. ini hanya konsumsi warung kopi pinggir jalan.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*disclaimer ON

Comments
3 Responses to “Jadi… Setelah saya maki Prabowo… anda pikir saya nyoblos Jokowi? Belum tentu…”
  1. edith fernando says:

    gimana kasusnya kalau jokowi berpasangan dengan Pak JK yang notabene bekas orang golkar pak? hehehe..

  2. ah..bisa aja begitu memang..tp,saya yakin tetap jokowi pemenang.berbagi suara..lebih baik daripada jokowi melulu.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] mungkin sudah baca tulisan saya sebelumnya.  Di dalam tulisan itu, terdapat dua pasangan yang akan menurut saya akan memberikan respon […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: