Berharap PDIP tidak ‘bermain aman’…*

140410 Jokowi Ical

Selamat pagi…

Disclaimer: Analisis politik ini.. dibuat oleh yang bukan ahlinya.  Silakan jadi bahan lucu-lucuan untuk menghibur hati ditengah IHSG yang tengah koreksi ini….😀

Pemilu Legislatif sudah kita lakukan kemarin.  Hasil quick count juga sudah bertebaran dimana-mana. Salah satu yang rajin saya pantau adalah hitung cepat yang dilakukan oleh Kompas.

Hasil utama yang bisa lihat adalah sebagai berikut:

  • PDIP gagal ‘mengamankan’ presidensial thresh hold.

Ini berarti: jalan Jokowi menuju menuju RI-1 (baca: Presiden) masih sangat berat.  Masih sangat panjang.  Pelaku pasar harus menunggu langkah koalisi yang akan dilakukan oleh PDIP.  Pelaku pasar masih menunggu siapa cawapres yang akan diusung oleh Jokowi.

 

  • Golkar memperoleh suara terbesar kedua.

Sebenarnya.. saya cukup surprise dengan hasil ini.  Kok bisa ya? Itu adalah pertanyaan yang muncul di kepala saya.  Tapi.. belum selesai saya bingungnya… Ketua Partai Golkar tokok pelaku ‘pelukan teddy bear’ ini kemudian muncul dengan pasangan pelukannya yang baru: Jokowi!  Waduh… ini dia… Kalau anda kemudian bertanya: mengapa IHSG hari ini turun.. gambar headline diatas adalah jawabannya.   Datang di Acara yang diselenggarakan oleh Indosiar.  Kedua ‘boneka versi Prabowo’ ini berpelukan dengan mesra.  Pasar langsung membaca: bagaimana kalau nanti Aburizal Bakrie menjadi Wapres?  Hadeeeeeeeh…..

  • Suara dari Partai-partai Islam naik tajam.

Hehehe… saya agak takut untuk membahas masalah ini karena terlalu berbau SARA.  Kalau cuman masalah jumlah caleg non-muslim PDIP paling banyak.. itu bukan alasan bagi saya.  Tapi.. saya kemarin… memang tidak mencoblos PDIP cuman gara-gara ada caleg PDIP yang ngomong kalau ‘PDIP menang pemilu, Menteri Agama akan berasal dari golongan Syiah‘.  Caleg ini memang kemudian sempat ‘sedikit meralat’ omogannya.  Tapi… pengaruh negatifnya sudah menjalar kemana-mana.  Sayangnya.. DPP PDIP juga kemudian tidak mengambil posisi untuk meng-counter masalah ini.  Jadilah apa yang kita lihat sekarang:  ‘sentimen pro-Islam’ membuat suara partai-partai Islam menjulang.

———

What next: Partai mana yang akan diajak PDIP untuk berkoalisi?  Siapa Wapres yang digandeng Jokowi?

Gagalnya PDIP untuk mencapai presidensial thresh hold memembuat pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan utama untuk beberapa hari kedepan.   Pertanyaan yang pertama: siapa yang akan diajak koalisi oleh PDIP, bakal menentukan jawaban dari pertanyaan kedua.  Ini karena calon wapres, bakal berasal berasal dari partai yang diajak koalisi.  Entah itu Ketua

Beberapa skenario yang kemudian muncul di kepala saya adalah sebagai berikut:

  • Koalisi PDIP – Golkar

Koalisi ini sebenarnya adalah koalisi yang akan dilakukan jika PDIP ingin ‘bermain aman’.  Ini karena diatas kertas, perolehan suaranya sudah melebihi angka 35%.  Cuman tinggal.. siapa yang akan diajukan menjadi calon wapresnya.

Kalau koalisi ini terjadi dan capres-cawapres yang diusung adalah Jokowi – Ical … jelas amsyong.  Sentimennya negatif.  Kartunya langsung mati.  Saya dengan tegas akan bilang pada diri saya sendiri: oke… saya pilih lawannya deh.  Biarpun lawannya adalah PKB-Partai Demokrat yang mengusung Rhoma Irama – Farhat Abas… hehehe… saya tetap akan pilih lawannya.  Sepak terjang Bakrie di bursa kita semenjak 2003-2008 hingga saat ini… memang telah menorehkan luka yang luar biasa dalam di hati saya.

Diatas kertas, koalisis PDIP – Golkar bakal memberikan peluang terjadinya ‘home run’ (Pilpres Satu Putaran).  Tapi.. kalau calon wapres dari Golkar adalah Ical… resistennya bakalan besar.  Golkar harus mampu memberikan kader yang lain sebagai calon.  Tapi siapa? Jokowi-JK (Jusuf Kalla) bisa jadi saat ini adalah pasangan yang less negative (paling sedikit sentimen negatifnya) … tapi kerenggangan hubungan antara Ical dengan JK.. memang membuat saya agak ragu akan kemungkinan pasangan itu.  Atau… apakah Golkar akan mengajukan calon yang lain?

  • Koalisi PDIP – Gerindra

Jelas gak mungkin lah… Prabowo kan kaya gitu.  Statement-statementnya yang terlalu keras terhadap Jokowi, membuat dia sepertinya gak bakal mau kalau jadi Wapres dibawah Jokowi.

Kalau ternyata pasangannya nanti adalah Jokowi-Ahok jilid dua… Hehehe… Emang Prabowo kasih? Begitu kata Ahok beberapa waktu yang lalu.

  • Koalisi PDIP dengan Partai Islam

Partai Islamnya yang mana dulu?

  1. Partai Islam yang mengaku caleg-DPR-nya 0% (nol persen) non-muslim? Hehehe… susah kale…   Bukannya tidak mungkin.  Tapi sepertinya ini bakal menjadi prioritas yang paling bawah.
  2. Kalau Partai Islamnya adalah  PKB …. Calonnya siapa? Kalau Mahfud MD… sepertinya cukup bagus.  Respon pasar bisa positif.  Tapi.. kalau Jokowi – Rhoma Irama… hm.. .sepertinya itu menarik kalau diatas panggung.   Tapi terlalu illutif untuk diwujudkan pada realita.
  3. Kalau Partai Islamnya adalah PAN…. Hm… Sejak jaman Amien Rais.. PAN memang terkenal sebagai Partai yang ‘ahli strategi’.  Tapi.. apakah Jokowi-Hatta (kok berasa satu rima dengan Sukarno-Hatta ya? Hehehe) bakal menjadi pasangan Capres-Cawapres… hm… sepertinya reaksi pasarnya juga masih akan positif.
  • Koalisi PDIP – Demokrat

Anda mungkin sudah baca tulisan saya sebelumnya.  Di dalam tulisan itu, terdapat dua pasangan yang akan menurut saya akan memberikan respon negatif, yaitu Jokowi-Ical dan Jokowi-Pramono Edhi.  Kalau pasangan capres yang diusulkan PDIP adalah satu dari kedua itu.. saya pasti akan coblos capres yang lain.

Siapa yang akan diusung oleh Demokrat jika berkoalisi? Kesan ‘Partai Keluarga Indonesia’ yang diusung Demokrat, memang membuat Demokrat sulit untuk mengusung Cawapres diluar keluarga.  Pasangan Jokowi-Dahlan Iskan, sepertinya bakal menjadi ‘pasangan impian’ saya.  Meskipun.. pasangan Jokowi – Gita Wir… eh.. gak tau deh kalau yang ini.

Calon Presiden Pesaing

  • Prabowo bakal menjadi penantang terkuat siapa yang memilih (bukan dipilih karena posisi Gerindra sebenarnya juga tidak terlalu bagus) Gerindra sebagai partner,
  • Dahlan Iskan.  DI juga akan menjadi penantang yang kuat.  Tapi.. dengan perolehan suara demokrat yang merosot tajam…  kita masih harus lihat apakah Demokrat masih punya nyali untuk capres.  Kalau lihat nyali SBY yang super kecil tapi oportunis.. sepertinya Demokrat lebih cenderung untuk memunculkan cawapres.
  • Aburizal Bakrie.  Hm.. ARB 2014? Auto Rijek Bawah 2014?
  • Siapa lagi ya?

PAN sebagai Kuda Hitam, Ical sebagai Kuda Kematian

Saya adalah pengagum dari ide Poros Tengah.  Bagaiman Poros Tengah mengantarkan Gus Dur sebagai Presiden, itu benar-benar membuat PAN selalu menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan.  Kemana langkah dari PAN sepertinya akan menarik untuk dicermati.  Dicermati karena ‘mungkin’ bisa memberikan sentimen positif.

Disisi lain, Ical diperkirakan akan menjadi penyumbang sentimen negatif kemanapun dia pergi.  Saya benar-benar gak bisa membayangkan.  Kalau dia nanti menjadi Presiden atau Wapres dan model pengelolaan bisnis Bakrie menjadi model dari pengelolaan Indonesia… Hehehe… ah,, pokoke.. gak kebayang deh…

Pasangan Impian: Jokowi-Hatta, Jokowi-Dahlan, atau Jokowi-JK

Kalau anda bertanya: pak Tommy… anda akan mencoblos Jokowi kalau pasangannya siapa? … salah satu dari ketiga pasangan itu adalah pasangan impian saya.

Pertarungan Impian: Jokowi – Mahfud vs  Prabowo – Hatta

Aneh ya? Hehehe…  Kalau anda bertanya: pertarungan mana yang paling seru dalam pilpres 2014 ini… kedua pasangan diatas adalah pertarungan yang paling seru.  Tapi.. sepertinya gak mungkin deh… Aneh banget.  PDIP dan PKB yang beraliran ‘sedikit liberal’ bakal melawan pasangan ‘kuda hitam’ Prabowo (a.k.a Petarung Sejati) yang didukung oleh Hatta yang mewakili partai nasionalis yang berbau Islam.  Gak mungkin sepertinya.. hehehe.. gak mungkin.

Penutup

So… siapa berkoalisi dengan siapa.. dan siapa capres dan cawapres… adalah pertanyaan kita untuk beberapa hari kedepan.  Yang pasti.. kalau anda ingin IHSG naik… anda harus berharap bahwa Jokowi akan memberikan pernyataan tegas bahwa ‘Aburizal bukan cawapresnya’.  Kalau enggak… hehehe.. ya sudah… kita harus sabar menanti proses bargaining politik yang sedang berjalan ini.

Semoga yang terjadi adalah yang terbaik bagi bangsa kita, dan terutama bagi bursa kita.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Comments
2 Responses to “Berharap PDIP tidak ‘bermain aman’…*”
  1. noer says:

    jokowi gita aja, mahfud menkumham, dahlan menko perkonomian, menteri ekonomi sri mulyani lagi, tapi yang penting si yolot nan opotunis anis matta jangaan dilibatkan tuh orang biang kerok doang

  2. goldy says:

    Yang lelas Auto Rijek Bawah tak masuk radarku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: