Kalau Jokowi gak jadi Presiden… Marketnya gimana ya? *

140414 Jokowi Capres PDIP

Selamat pagi…

Setelah rumor-rumor bahwa PDIP menang besar. Diatas 50 persen suara pada Pemilu Legislatif di luar negeri, realita bahwa PDIP hanya mendapatkan suara dibawah 20 persen pada Pemilu Legislatif di dalam negeri, benar-benar menyakitkan. Terutama, keruntuhan IHSG (baca: market) yang terjadi sehari sesudahnya, benar-benar mengecewakan hati. IHSG dibuka dengan lompatan turun (gap down) sebesar 1,8 persen, sebelum akhirnya ditutup dengan koreksi sebesar 3,2 persen. Pemodal asing yang sudah tiga minggu terakhir ‘mengawal’ proses pemilu dengan terus melakukan aksi beli dengan jumlah hingga mencapai Rp 9 trilyun, pada hari itu melakukan posisi jual hingga Rp 1,5 trilyun. Pasar (terutama pemodal asing) benar-benar kecewa dengan perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif. Pasar bahkan sudah bereaksi seperti (seakan-akan) Joko Widodo (Jokowi), calon presiden kesayangan market, kalah Pemilu Presiden.

Akan tetapi… benarkah koreksi yang terjadi pada hari Rabu, 10 April 2014 kemarin itu sebagai akibat dari kegagalan PDIP untuk mencapai presidensial threshold?Anda yakin? Atau…Kalau saya bertanya kepada anda: mungkinkah koreksi kemarin itu sebagai akibat dari kemunculan Jokowi bersama Aburizal Bakrie (Ical) yang bernyanyi bersama dan (bahkan) berpelukan pada sebuah acara di hiburan di Indosiar? Faktanya: Perolehan suara PDIP dalam quick count berbagai lembaga, sebenarnya cukup stabil pada hari Jumat (12 April 2014) kemarin, bahkan cenderung sedikit menurun. Akan tetapi, IHSG malah naik.Pemodal asing berhenti melakukan posisi jual semenjak pagi.Kalau media kemudian menghubungkan dengan kunjungan Jokowi ke bursa pada sore hari, rasa-rasanya juga enggak. Aliran dana asing sudah berbalik menjadi net buy semenjak Jumat pagi, sedangkan Jokowi baru sampai di Bursa pada jam 15.35. Dan lagian, kenaikan IHSG juga berlangsung konstan sejak pagi, tidak hanya melonjak di sore hari.Bukan ‘kunjungan Jokowi’ yang mengangkat IHSG kemarin.Tapi, berbagai perkembangan politik selama Kamis malam yang telah membuat IHSG menguat pada pergerakan hari Jumat.

Pasar… Apa yang kamu inginkan?

Sebelum kita berbicara lebih jauh, marilah kita sedikit memahami mengenai pola berpikir dari apa yang kita sebut sebagai ‘pasar’ atau ‘pasar modal’. Pasar modal itu adalah sekumpulan manusia.Sekumpulan manusia yang bertransaksi, melakukan aksi beli dan aksi jual terhadap terhadap saham. Harga saham akan bergerak naik apabila pembeli lebih kuat atau lebih besar dibandingkan dibandingkan dengan penjual. Akan tetapi, kalau harga bergerak turun, bukan berarti penjual lebih kuat dari pembeli. Harga akan bergerak turun dengan dua cara: Cara pertama adalah ketika pelaku pasar sedang menunggu perkembangan baru, pembeli akan berada dalam posisi menunggu (wait and see) sehingga harga akan bergerak turun perlahan (sering kali hanya sekitar 0,5 persen – 2 persen per hari dalam beberapa hari). Cara kedua adalah ketika pasar merespon negatif sebuah berita, dimana harga akan bergerak turun secara drastis (sering kali diatas 3 persen dalam waktu yang sangat singkat), sebagai akibat dari tekanan jual yang sangat besar.

Dari sini, kita kemudian melihat bagaimana reaksi pasar terhadap berbagai event atau kejadian yang berada di sekitarnya.Dan karena saat ini yang sedang dominan adalah sentimen Pilpres (Pemilu Presiden), maka berbagai perkembangan dari Pilpres bakal mendapatkan respon dari pasar. Kejadian yang disukai oleh pasar, akan memicu aksi beli dan pada akhirnya membuat harga bergerak naik, dan demikian pula berlaku kebalikannya. Setiap perkembangan akan direspon dengan suka (naik tajam), wait and see (bervariasi atau turun pelan-pelan), dan tidak suka (turun tajam).

Satu fakta lain yang harus kita pahami tentang ‘pasar’ adalah: kalau Gus Dur dulu bilang bahwa DPR itu seperti sekumpulan anak TK… maka saya akan bilang bahwa pasar itu kelakuannya adalah seperti sekumpulan anak TK. Bukan berarti saya meremehkan ‘pasar’… tapi ini melukiskan perilaku pergerakan pasaryang kadang-kadang memang seperti seorang anak berumur 3 tahun – 5 tahun: manja, maunya semua keinginannya dituruti. Jika tidak dituruti, maka pasar akan menangis (ngomong seenaknya ke media karena memang sulit untuk membuktikan korelasi mana yang paling besar), dan membuang (bahkan membanting) apapun mainan (saham) yang ada didalam genggamannya. Tapi, pasar bukanlah pendendam seperti orang dewasa.Besok juga sudah lupa, sudah tertawa-tawa lagi.

Itulah mahluk yang kita sebut sebagai ‘pasar’.

Jokowi adalah ‘kesayangan’ pasar

Terkait dengan Pilpres 2014 ini, kita juga harus memahami hal yang utama adalah: Jokowi adalah ‘capres kesayangan’ dari pasar. Ini bisa dilihat dari proses pengumuman dari masing-masing capres yang saat ini terlihat sebagai calon kuat. Dengan ketiga partai dengan perolehan suara terbesar (PDIP, Golkar, dan Gerindra) terlihat masih bersikeras untuk mengusung calon presidennya masing-masing, ini artinya: PDIP bakal mencalonkan Jokowi, Golkar bakal mencalonkan Aburizal Bakrie (Ical), dan Gerindra bakal tetap mencalonkan Prabowo Subianto (Prabowo). Bagaimana pergerakan IHSG ketika Ical dan Prabowo mengumumkan pencalonan mereka sebagai presiden, saya sudah lupa. Mungkin karena IHSG relatif tidak bergerak ketika itu. Tapi, saya ingat bagaimana pergerakan IHSG bergerak naik 3,2 persen pada hari itu. Pemodal asing yang di pagi hari berada dalam posisi net sell, kemudian berbalik menjadi net buy dalam jumlah yang sangat signifikan.

Jokowi memang ‘market darling’… kesayangan pasar.
(Silakan dilanjutkan ke halaman berikutnya….)

Comments
2 Responses to “Kalau Jokowi gak jadi Presiden… Marketnya gimana ya? *”
  1. Mas Satrio, menurut Mas, apa kira-kira blunder yang mungkin akan dilakukan PDIP terkait pilpres Jokowi?

    Trims dan salam,
    Ani

    • Satrio Utomo says:

      Banyak sekali bu… Blunder Megawati dan Blunder PDIP. Yang terkini adalah usaha ‘memaksakan’ Ryamirzard R yang notabene adalah ‘orangnya Megawati’ sebagai cawapres. Tapi yang jelas.. penunjukkan Puan Maharani yang tanpa pengalaman sebagai pasukan pemenangan pemilu.. sepertinya adalah langkah yang salah sejak awal.

      We will see lah…

      Wassalam
      Satrio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: