Dukungan pada Mas @jokowi_do2 …*


Selamat pagi…

Sebelumnya… ini adalah curcol saya, buah dari Ijtihad yang saya lakukan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk Nyoblos Jokowi.  Sebaiknya, anda tidak baca.  Tapi kalau anda mau baca.. itu resiko anda sendiri… saya tidak bisa melarang… orang juga saya sendiri yang upload.  Oh iya.. berhubung banyak hal yang ‘sensitif’.. sebaiknya tulisan ini memang hanya dibaca oleh mereka yang beragama Islam.  Terima kasih.

_________________

Dalam pemilu kali ini, pergerakan IHSG memang tidak adil.  IHSG cenderung lebih berpihak pada Jokowi, dibandingkan pada Prabowo.  IHSG bakal bergerak naik kalau elektabilitas Jokowi membaik… dan bergerak turun kalau elektabilitas Jokowi memburuk.

Saya adalah market analis yang pekerjaannya memprediksikan bergerakan IHSG dan harga saham setiap hari.  Mau tidak mau.. detak prediksi saya… sudah mulai membiasakan diri dengan Jokowi Effect ini.  Happy ketika kans Jokowi menjadi presiden sedikit lebih baik, dan unhappy ketika kans Jokowi memburuk.

Padahal sebenarnya.. godaan untuk mendukung Prabowo sebenarnya sangatlah besar.  Setidaknya ada 3 alasan yang membuat saya sebenarnya bisa mendukung Prabowo.

1.  Masalah aliran ke-Islam-an dari orang-orang dibelakang Jokowi

Saya tidak mempermasalahkan ke-Islam-an dari Jokowi.  Urusan ke-Islam-an Jokowi itu, adalah urusan Jokowi dengan Tuhannya.  Yang lebih saya permasalahkan adalah pemikir-pemikir Islam yang ada di belakang Jokowi.  Islam mereka itu seperti apa?  Sepertinya.. kok lebih cenderung ke arah Islam Liberal atau Shiah.  Ini yang menjadikan ganjalan di hati saya untuk mendukung Jokowi.

(Maaf… bagi anda yang bukan Muslim… sebaiknya anda melewatkan 3 paragraf kedepan, setelah garis mendatar yang kedua, karena materi yang ada diantara dua garis tersebut sepertinya lebih sesuai untuk dibaca oleh mereka yang beragama Islam.  Terima kasih).

_________________

Ini menjadi masalah karena saya, adalah korban dari Islam Liberal.  Hubungan saya dengan orang tua saya, menjadi kurang harmonis, setelah Ibu saya terbujuk oleh ‘gosokan’ dari ustadz dalam pengajian yang menyatakan bahwa ‘Islam saya.. adalah Islam yang bermasalah’.  Padahal.. menurut saya niy… Islam saya.. sebenarnya masih normal lah.  Saya berasal dari keluarga Islam Abangan.  Islam yang pengetahuan basic agamanya tidak terlalu dalam.  Tapi setidaknya, itu membuat syahadat sudah saya lakukan sejak saya masih kecil. Selain itu, saya sholat, saya puasa, saya zakat, bahkan saya juga sudah Haji.  Saya juga berusaha untuk menyempatkan untuk membaca Al Quran setiap hari, meski tidak satu juz setiap hari seperti yang istri saya lakukan.   Islam saya bukan Islam yang menganggap orang lain yang tidak sealiran dengan Islam yang dianutnya, adalah kafir.  Islam saya juga bukan Islam yang sebentar-sebentar bilang bahwa apa yang dilakukan oleh Islam yang lain adalah bid’ah.  Pengajian saya juga hanya pengajian kyai kampung.  Teman-teman saya untuk berdiskusi, kebanyakan juga teman-teman dari NU.  Itu karena saya orang Jawa Timur. Jadi memang saya lebih comfortable untuk melakukan pemahaman Agama Islam dari kacamata NU.   Meski saya juga bukan anggota dari NU.

Permasalah kemudian terjadi ketika pada suatu saat, kami  mengalami sedikit perbedaan sudut pandang mengenai masalah hijab.  Dari sini.. ustadz ibu saya itu kemudian terus mempengaruhi Ibu saya menyatakan bahwa ke-Islam-an saya bermasalah.  Setelah itu, Ibu saya lebih cenderung untuk mengambil sikap ‘keras’ jika berbicara kepada saya, terutama kepada istri saya.

Islam liberal itu memang selalu begitu.  Mereka berusaha agar orang-orang memusuhi orang-orang yang berpendapat berseberangan dengan mereka.  Lucu memang: katanya.. mereka mendukung kebebasan beragama, mendukung pluralisme… akan tetapi.. ketika mereka bertemu dengan orang Islam yang berbeda pendapat, mereka akan mengambil posisi bermusuhan bahkan cenderung ‘hostile’.  Sudut pandangnya sering kali terasa seperti ini: dari pada berseberangan pendapat dengan mereka, mendingan anda menjadi kafir (non-muslim) sekalian deh.. karena ketika anda menjadi kafir, maka malah bisa bisa menjadi teman.  Sesuai dengan ajaran pluralisme yang mereka anut.

_________________

(Zone aman lagi ini Bro.. silakan…)

2.  Cape melihat Megawati melakukan blunder.

Minggu lalu… ketika Jokowi membantah pernyataan Muhaimin mengenai Menteri Agama akan berasal dari NU, saya kira kans Jokowi untuk menjadi Presiden sudah habis.  Memang sih.. bisa saja itu adalah ‘another blunder’ dari Megawati yang terus memaksakan Jokowi untuk menerima kader-kadernya sebagai Menteri.  Tapi dari sini, saya juga jadi semakin yakin bahwa pemikir-pemikir Islam dibelakang Jokowi.. itu memang tidak bener… atau setidaknya.. berasal dari Islam yang tidak mainstream.

Prabowo itu cukup pintar untuk tahu… apalagi karena dibelakangnya Amin Rais yang berperan sebagai Sengkuni: Pemilu ini bisa dengan mudah untuk dimenangkan, apabila ‘peperangannya’ dibawa ke ranah agama.  Issue sentralnya jadi masalah Muslim vs Non-Muslim.  Disitu Prabowo bisa menang dengan mudah.  Itu sebabnya, Amien Rais mengeluarkan pernyataan tentang Perang Badar, perang antara Pasukan Nabi Muhammad melawan orang-orang kafir.. untuk menggiring peperangan ke arah itu.

Coba saja anda tanya ‘innocent bystander’ yang kebetulan beragama Islam:

Pak… sampeyan niku Islam nopo murtad (keluar dari agama Islam) ? Nek sampeyan Islam.. milihe Prabowo sing di backup kalian kyai-kyai sepuh… Jokowi niku.. teng mburine nek mboten Shiah, nggih Islam Liberal.  Mangke sampeyan murtad menawi mboten nyoblos Prabowo.

Hehehe…. Terjemahannya? Silakan roaming deh bagi anda yang tidak mengerti bahasa Jawa.  Tapi intinya: Orang bisa mengatakan anda keluar dari Islam, jika anda tetap ngotot untuk memilih Jokowi sebagai Presiden.  Alasannya memang masih sama dengan yang pertama tadi.

Lucu ya? Padahal saya melihat bahwa ini adalah taktik dari Amien agar para Nahyidin, mau memilih Hatta Rajasa yang notabene adalah Muhammadiah.  Dalam kamusnya, tidak ada orang NU yang milih orang Muhammadiah sebagai pemimpin.  Hanya melalui cara ini orang mau melakukannya.

3.  Prabowo itu.. masih keturunan Keraton Jogjakarta dari garis Pangeran Diponegoro.  Orang tua saya, keturunan dari garis yang sama.  Jadi.. Prabowo masih keluarga.  Siapa yang gak ingin ada keluarga sendiri yang jadi presiden? Hehehe.  Tapi gak ngaruh lah.. itu adalah sebuah keluarga yang sangat besar.  dia juga gak kenal saya.  Hehehe.

…..

Dengan semua pertimbangan tersebut….

Saya tetap memutuskan memberikan dukungan kepada Jokowi

Mengapa?

1.  Saya sudah bosan melihat bangsa kita dijajah oleh bangsa sendiri!

Berapa tahun sih Indonesia Merdeka itu? Kalau anda jawab 68 tahun.. jawaban anda jelas SALAH!  Indonesia Merdeka itu.. benar-benar merdeka, sebenarnya hanya 5 tahun! Atau minimal.. gak lebih dari 10 tahun deh… Hitungannya begini:

  • 1945: Proklamasi Kemerdekaan
  • 1945 – 1950: Perang Kemerdekaan.
  • 1950 – 1955: Indonesia Merdeka
  • 1955 (Pemilu) – 1963: Penjajahan oleh Parlemen yang gak jelas apa maunya.
  • 1963 – 1966: Penjajahan oleh Soekarno yang diangkat sebagai Presiden Seumur Hidup.
  • 1966 – 1997: Penjajahan oleh Suharto dan kroni-kroninya.
  • 1997 – 2004: Habibie, Gus Dur, dan Megawati, berusaha memerdekakan Indonesia, tapi ternyata dikalahkan oleh dominasi DPR yang korup
  • 2004 – sekarang: DPR yang korup terus melanjutkan penjajahannya.

Jadi.. selama ini.. yang kita rasakan.. bukanlah kemerdekaan.  Tapi.. hanya sebagian dari elit negeri ini.. yang kemudian menjajah sebagian yang lain.  Anda mau melanjutkannya?  Anda mau melanjutkannya dengan Prabowo yang mati-matian berusaha mencitrakan diri sebagai incumbent? Anda mau melanjutkan dengan Prabowo yang represif seperti itu?

Saya sih enggak.  Males banget deh.

Kalau sebagian orang bilang, apa yang dilakukan di Jakarta adalah pencitraan…  pertanyaan saya adalah: apa yang dilakukan Jokowi, sudah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu, ketika dia pertama kali menjadi Walikota Solo.  Apakah yakin anda bahwa itu semua adalah pencitraan? Sepertinya .. Jokowi hanya melakukan yang dia bisa.  Tidakkan anda ingin Jokowi juga melakukannya untuk Indonesia?

2.  Kalau mengenai kekhawatiran saya mengenai Islamnya orang-orang yang dibelakang Jokowi.. hehehe.. saya titipkan saja sama JK dan Cak Imin.  Secara… mereka kan Islam juga.  JK juga sudah bau tanah.  Mestinya beliau juga gak mau yang aneh-aneh (hehehe.. kurang ajar banget yak? hehehe).  Dalam perhitungan saya, JK sebenarnya memang cawapres yang paling populer, dan paling diinginkan oleh Jokowi.  Akan tetapi, JK juga adalah cawapres yang paling ditakutin oleh orang-orang liberal yang ada di sekitar Jokowi.  Itu sebabnya, Megawati terlihat beraaaaat banget untuk mencalonkan JK sebagai cawapres.  Tinggal Cak Imin saja.. nanti maunya dia seperti apa.  Sebenarnya.. saya takut juga.  Saya takut.. kalau Cak Imin nanti akan membelot ke kubu Prabowo beberapa saat menjelang PilPres.  Itu perhitungan yang saya lakukan minggu lalu.  Nanti seperti apa? Kita lihat saja deh…

So.. itu berarti.. tekad saya sudah bulat:

SAYA PILIH JOKOWI!!!

Indonesia itu.. butuh Pemimpin yang mampu memimpin rakyat untuk membangun negeri ini, dari garis depan.  Dan saya yakin.. hanya Jokowi

Pemilu Presiden itu.. yang penting adalah:

1. Datang ke tempat Pemilihan Suara

2. Coblos Jokowi

Jelas kan?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Comments
3 Responses to “Dukungan pada Mas @jokowi_do2 …*”
  1. mferriska says:

    izin share ya mas…saya gak bisa jelasin kayak mas soalnya ….

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] ketika Pilres .. saya termasuk golongan ‘PDIP=No, Jokowi=Yes’.  Bahwa Megawati dan barisan PDIPnya bakal menjadi beban bagi Jokowi… itu memang sudah […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: