Karena SBY tetap Presiden Indonesia hingga Oktober 2014…*

140708 SBY

Selamat petang…

Akhirnya, semua hinggar bingar kampanye pemilihan presiden itu, sudah berlalu.  Hari-hari ini, kita dalam masa tenang, sebelum tanggal 9 Juli 2014 nanti seluruh rakyat Indonesia akan memilih, siapa yang akan menjadi Presiden, untuk masa 5 tahun mendatang.

Terkait dengan dengan pemilu ini: Setelah Pemilu Presiden, SBY tetap akan menjadi Presiden hingga bulan Oktober nanti.  Artinya: kecil kemungkinan bagi kita untuk melihat langkah-langkah yang berani dari Pemerintahan saat ini, untuk mengatasi berbagai permasalahan ekonomi yang ada.

Padahal, hingga Oktober nanti… realita kita tetap sama:

  • Pertumbuhan ekonomi kita, tetap lamban.

Semenjak awal Mei kemarin, ketika BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama hanya sebesar 0,95 persen, dimana pertumbuhan tahunan hanya mencapai 5,21 persen,  jauh dibawah perkiraan pemerintah sendiri yang memperikirakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan pertama 2014 lalu, bisa mencapai 5,7 – 5,8 persen.  Pemerintah boleh dikatakan belum melakukan langkah-langkah yang bisa kembali memacu pertumbuhan tersebut.  Untuk kuartal kedua kemarin, Pemerintah memang memperkirakan bahwa pertumbuhan bakal tetap pada kisaran 5,2 – 5,3 persen.  Tidak ada perubahan yang berarti.

  • Harga minyak masih memiliki resiko untuk terus bergerak naik.

Meredanya ketegangan di Timur Tengah, memagn telah membuat harga minyak Nymex terus begerak turun dari level US$106 menjadi US$103 dalam seminggu terakhir.  Akan tetapi, selama harga masih diatas suport $102, harga minyak sebenarnya masih memiliki potensi kenaikan secara teknikal menuju kisaran US$110 – US$115. Saya masih melihat potensi kenaikan harga minyak untuk terus bergerak naik pada beberapa bulan mendatang.  Problemnya adalah: Pemerintah memang sudah terlihat ‘all in’ dalam menjaga agar harga BBM Subsidi tidak dinaikkan.  Itupun, tetap dalam resiko, bahwa kuota BBM Subsidi akan habis pada bulan November.  Akan tetapi, jika harga minyak nanti benar bergerak naik, akankah perekonomian kita siap untuk menghadapinya?

  • SBY masih akan memberikan pidato Kenegaraan pada tanggal 16 Agustus nanti.

Yang saya ingat, tahun lalu IHSG yang pada saat pidato kenegaraan tanggal 16 Agustus masih berada di sekitar level 4600, kemudian meluncur turun hingga sempat mencapai titik terendah pada level 3837 pada tanggal 28 Agustus.  Koreksi sebesar 763 poin atau sekitar 16,5 persen ini, terjadi hanya karena pasar yang semakin khawatir.  Kekhawatiran ini terjadi karena substansi dari pidato kenegaraan, dianggap tidak bisa menyelesaikan masalah defisit neraca perdagangan yang saat itu tengah mengemuka.   Ketika itu, SBY masih berpidato dengan menggunakan data-data ekonomi bulan Maret.  Padahal, nilai tukar Rupiah terus menerus melemah akibat issue Fragile Five.

 

Dengan semua kondisi tersebut, pertanyaan terbesarnya adalah:

Apakah IHSG masih bisa terus bergerak naik pasca pemilu hingga bulan Oktober nanti?

 

Terus terang… saya termasuk orang yang tidak terlalu yakin.  Prediksi awal tahun saya, IHSG memang memiliki potensi kenaikan hingga level tertinggi di kisaran 5200-5650.  Beberapa waktu yang lalu, saya juga menggarisbawahi adanya harapan dari saya, bahwa batas terendah dari target tersebut, sudah bisa tercapai sebelum atau di sekitar Hari – H dari Pilpres ini.  Akan tetapi, apakah IHSG bakal terus bergerak naik hingga Oktober nanti, terus terang saya tidak terlalu yakin.  Ketidakyakinan saya ini, dilandasi oleh kondisi pergerakan IHSG tahun lalu, dimana IHSG cenderung bergerak turun, akibat pemerintah yang tidak mampu memberikan solusi yang tegas, atas kondisi yang tengah terjadi.  Sesuatu yang masih bisa berulang pada tahun ini.

 

Pertanyaan yang kedua adalah:

Apakah IHSG akan bergerak naik siapapun yang menjadi presiden?

 

IHSG memang sudah bergerak naik semenjak awal tahun.  Sentimen positif dari pemilu, telah mendorong kenaikan IHSG tersebut.  Meskipun demikian, dalam beberapa bulan terakhir, IHSG terlihat mengalami pergerakan yang aneh:  Biasanya, ketika pemilihan Presiden, harapan akan adanya perubahan yang dibawa oleh Presiden yang baru, akan membuat IHSG bergerak naik, terlepas siapapun yang akan menjadi presiden.  Akan tetapi, pada tahun ini, kondisinya sedikit berbeda: IHSG bergerak naik atau turun, seiring elektabilitas salah satu calon.  IHSG terlihat ‘memihak’.  IHSG tidak netral lagi.  Akankah IHSG terus bergerak naik siapapun pemenang dari Pilpres ini?  Terus terang… saya sih.. tidak terlalu yakin.  Meski realitanya, baru bisa kita lihat pada tanggal 10 Juli 2014 nanti.

 

Pertanyaan terakhirnya adalah:

Apakah pemodal asing tetap akan bertahan terlepas siapapun yang menjadi presiden?

 

Koreksi yang terjadi pada tahun 2013 lalu, sebenarnya adalah sebuah peringatan.  Di pasar reguler, dana yang asing yang mengalir sebesar  Rp 18,5 tr pada periode Januari – Mei 2013, kemudian diikuti oleh aliran keluar sebesar Rp 41,5 tr yang membuat posisi asing menjadi net sell sebesar Rp 23 tr dalam periode Mei hingga Desember 2013.  Sebuah peringatan bahwa aliran dana asing yang mengalir di bursa kita, sebenarnya adalah aliran dana asing yang lebih cenderung bersifat jangka pendek, yang beraksi terhadap perubahan kondisi ekonomi secara cepat.  Sekarang, jika presiden terpilih nanti ternyata adalah calon yang tidak disukai oleh pasar.  Akankah aliran dana asing sebesar Rp 32 tr yang telah masuk semenjak Desember 2013 lalu dan saat ini masih bercokol di Bursa Efek Indonesia, masih akan terus bertahan juga?  Posisi dari pemodal asing, sebenarnya sudah relatif stagnan semenjak akhir Mei 2014 kemarin.

 

Minggu kemarin sebenarnya sudah mencerminkan kondisi terakhir dari Pasar Modal kita.  Pada hari Kamis, sebagian dari pemodal asing yang ‘sudah tidak kuat’ dalam menanti hasil dari Pilpres kali ini, memilih untuk ‘keluar dari arena’, merealisasikan profit yang mereka dapat.  Akan tetapi, pada hari Jumat, pemodal lokal terlihat menyerbu saham-saham konstruksi dan properti, yang mereka perkirakan akan mengalami terus mengalami rally menjelang pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti.  Strategi umum prediksi yang dilakukan oleh para analis, pada umumnya adalah:

  • Jika pemenangnya adalah calon yang disukai oleh pasar, kenaikan harga bisa terjadi pada semua lini saham karena seluruh saham akan mendapatkan sentiment positif dari terpilihnya calon tersebut.
  • Jika pemenangnya adalah calon yang tidak disukai pasar, kenaikan harga saham sepertinya hanya akan berfokus pada saham-saham komoditas yang diuntungkan dari kondisi Rupiah yang bergolak.

Beberapa kemungkinan teknikal yang bisa terlihat dari pergerakan IHSG adalah:

  • IHSG saat ini sedang berada dalam trend naik jangka pendek dengan potensi kenaikan jangka pendek hingga kisaran 5050 – 5100.
  • Jika resisten 5100 ditembus, IHSG memang memiliki potensi kenaikan hingga kisaran 5200-5650.
  • Akan tetapi, setelah itu, IHSG akan memasuki kisaran konsolidasi.
  • Dalam kondisi terbaiknya, konsolidasi ini hanya akan memiliki potensi koreksi hingga kisaran 4650 – 4935.
  • Dalam kondisi terjeleknya, konsolidasi ini bakal memiliki potensi koreksi hingga kisaran 3600-4000.

So… Kita masih menanti…. Siapa kiranya yang akan terpilih untuk menjadi Presiden Indonesia untuk periode 2014 – 2019 nanti.  Jangan lupa untuk menggunakan hak pilih anda pada tanggal 9 Juli 2014 nanti sembari berdoa, Semoga Tuhan Yang Mahaesa memberikan pemimpin yang terbaik bagi negeri kita, untuk 5 tahun kedepan.  Semoga kondisi dari bursa saham dan nilai tukar tetap kondusif pasca pilpres nanti.

Meski… kita tidak boleh lupa: Setelah Pilpres, Presiden Indonesia masih tetap SBY hingga bulan Oktober nanti.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: