Sudahlah… anda juga tahu kesalahan anda dimana…*


Selamat pagi…

Kalau market sudah mulai bearish begini…. orang pasti sudah mulai berkeluh kesah.  Yang nyangkut lah.. yang rugi lah.. yang salah Pak Tommy lah… masih banyak lagi yang lain.

Saya kok jadi inget pengalaman saya ketika beribadah Umrah dan juga Haji.  Di Arab sono itu.. di tanah suci… ada satu hal yang sebaiknya  ada dua hal yang tidak kita lakukan: sombong dan bekeluh kesah.

Ketika kita sombong sedikit saja… sudah barang tentu.. ujian pasti akan segera datang.  Misalnya niy… ada orang yang dengan sombong bilang: ah… saya gak mungkin saya tersesat!  Yang bilang gitu… biasanya juga gak lama akan tersesat.  Cerita tentang orang-orang yang berhari-hari berputar-putar di sekitar penginapannya tapi ternyata tidak bisa menemukan pintu masuk penginapannya.. adalah cerita standar yang paling sering terjadi.  Aneh kok: penginapannya disitu.  Tidak berpindah.  Semua orang juga ada disitu.  Teman-temannya juga ada disitu.  Tapi entah mengapa, orang yang sombong tersebut, tidak juga bisa untuk memasuki penginapannya.  Orang-orang yang satu penginapan bersama orang tersebut juga heran.  Mereka melihatnya begini: loh… bapak itu kok aneh ya.  Setiap hari kelihatan didepan penginapan.. tapi kalau malam hari tidak pernah pulang.  Tapi.. semua orang tidak juga sadar bahwa orang tersebut, memang tidak bisa menemukan pintu masuk penginapannya tersebut!!! Kejadian aneh… tapi sering kali terjadi.

Ketika kita berkeluh kesah sedikit saja… bukannya hidup kita semakin mudah… yang ada… malah sebaliknya: hidup jadi semakin susah.   Misalnya lagi… saya mengeluh: waduh… jalan dari penginapan ke Masjid itu.. jauh banget.  Masa sih kita sudah bayar mahal-mahal dikasi penginapan sejauh ini.  Besoknya.. yang ada… malah kaki saja jadi terkilir.  Jalan dari masjid.. sudah jauh… harus dijalani dengan kaki yang sakit.  Hehehe…. Contoh yang lain: kalau saya suka makanan Indonesia… tapi .. menu di meja.. kebanyakan adalah menu yang agak berbau India.. semacam kari begitu.  Saya kemudian komplain: tolong dong… menu Indonesianya diperbanyak.. kalau bisa jenis menu ayamnya dibuat gak cuman satu.  Hehehe… Bukannya semakin banyak menu Indonesianya… koki menu Indonesia, kebetulan bisa saja tiba-tiba sakit.  Bukannya menu Indonesia yang semakin banyak… tapi malah satu meja.. isinya menu kari India dan menu-menu Arab yang juga kaya akan kari.  Ayam goreng ‘KFC KW1’ yang biasanya nongol.. malah menghilang.  Satu meja bisa isinya cuman daging sapi atau daging kambing!  Semakin runyam!!!

Dalam keseharian kita… semakin kita mengeluh… maka akan semakin gak enak deh keadaannya.  Kondisi ini yang kemudian saya amati pada mereka yang pada trading saham:  kalau anda mengeluh bahwa porto anda merah… anda mengalami potensial loss gara-gara kemarin anda gak disiplin untuk cut loss… Hasilnya biasanya juga standar: Harga akan terkoreksi semakin dalam… dan potensial loss anda akan semakin gila-gilaan!!!  Ketika kita mengeluh… bukannya kebahagiaan yang kita dapat.  Tapi malah kesengsaraan yang menghampiri kita.

Solusinya sebenarnya sederhana:

Mbok sudah toh… Diterima saja!  

Selama kita bisa menarik hikmahnya… selama kita bisa memperoleh pejaran dari setiap kesalahan yang kita lakukan, dan kita berjanji lagi untuk tidak mengulanginya di masa yang akan datang… maka semua akan menjadi lebih mudah.  Misalnya niy: kita beli, harga turun.  Berarti kita nyangkut.  Kalau kita tidak kepingin nyangkut yang berkepanjangan.. ya harus kita cari solusianya.  Entah itu pake sistem cut loss, atau sistem average down… tapi kita punya solusi.  Tidak terus didiemkan saja menunggu nasib.  Ketika kita menunggu nasib… biasanya dengan perkataan: ah.. nanti pasti naik lagi.  Semakin hari bukannya semakin enak… yang ada.. semakin hari malah semakin kepikiran. Eh… ruginya semakin tebal.. eh… potensial lossnya semakin besar… dst… dll…. dsb.

Ada sih.. yang kemudian menerima dengan lapang dada: Ya sudah… kita tunggu baliknya… baliknya BUMI ke 7500 lagi.  Mau sampai kapan?

Trading itu… tujuannya adalah mencari untung!  Bukan menambah stress!!!

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Comments
5 Responses to “Sudahlah… anda juga tahu kesalahan anda dimana…*”
  1. mustofa says:

    Bener2 motivasi hebat,memang sulit pak prestasi turun kok gak galau,tp kt akan cubalah,biar gak sampai ngenes,orangnya stres dananya habis…happy trading ..

  2. Edo A says:

    maklum Pak, trader jenis yang suka menyalahkan orang lain, market atau apapun adalah trader yang tidak mau menempatkan tanggungjawab tersebut kepada dirinya sendiri dan akhirnya melimpahkan kesalahan pada orang lain. Perilaku trader jenis ini bisa dibilang bukanlah termasuk perilaku yang dimiliki oleh trader pemenang.Jadi inget bacaan saya dulu, buku “Trading in the Zone” (M. Douglas) kalau gak salah. Untuk menjadi trader yang “consistent winner” maka tugas pertama adalah taking responsibility…kurang lebih seperti itu ya, pak. Salam. Edo. A (bisnis-trading-saham.com).

    • Satrio Utomo says:

      Betul Bung Edo…

      Seorang Trader itu harus Taking Responsibility.. terutama karena itu duit mereka sendiri. Biasanya, yang gak tanggung jawab itu hanya Account Officer atau Analis.. atau bahkan kompor bandar.

      Wassalam,
      Satrio

  3. denrys says:

    Awalnya sih, kita belum tahu bahwa market mulai memasuki kondisi bearish, namun setelah beberapa hari dan penurunan sdh terlanjur dalam, maka terasa berat utk melakukan cutloss.

    • Satrio Utomo says:

      Bung Denrys…

      Itu berarti kita sebagai seorang trader harus menciptakan early warning system untuk perubahan trend jangka pendek. Selama ini.. saya sudah cocok dengan candlestick.

      Wassalam,
      Satrio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: