Autorejection #saham $BUMI: Jadi… Pasar Berharap Grup Bakrie Menggelapkan Dana Lapindo?

141220 BUMI

Selamat pagi…

Kemarin.. tidak seperti biasanya… harga saham BUMI bergerak naik.  Naik menjulang tinggi, 33,96 persen hingga mentok kanan, mengalami autorejection.  Ini adalah kenaikan pertama harga saham BUMI semenjak harga meluncur turun dari level 140-an pada bulan Oktober lalu.

Saya terheran-heran.  Mengapa? Ada apa? Apakah dia tiba-tiba bisa menemukan seorang Dukun Pengganda Uang yang bisa menyelamatkan perusahaan ini dari jeratan Default?

Eh… ternyata.  Beritanya adalah apa yang saya lihat tadi pagi: Jokowi memutuskan untuk memberikan dana talangan sebesar Rp 781 miliar agar Minarak Lapindo Jaya, anak perusahaan Bakrie yang menjadi penanggung jawab dari muntahan lumpur Lapindo.

Lah? Kok jadi aneh? Apa hubungannya dengan BUMI Resources?

Saya mencoba mencari hubungannya melalui Mbah Google.  Yang saya dapat hanya bahwa hubungannya adalah ‘baik-baik saja’.  Hehehe.  Dengan kata lain, tidak bisa ditemukan hubungan yang kuat, hanya semuanya mengarah ke ke keluarga Bakrie.  Bumi Resources menjadi adalah perusahaan yang termasuk dalam Grup Bakrie (meskipun sebenarnya, pemilik utamanya yang sekarang juga tidak jelas), sedangkan Minarak Lapindo Jaya adalah pihak yang diserahi tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah luapan lumpur di sumur Banjar Panji-I Blok Brantas yang dimiliki oleh Lapindo Brantas (anak perusahaan Grup Bakrie), Medco EP Brantas, dan Santos Brantas.

Lantas.. bagaimana hubungan yang ‘tidak jelas’ tapi ‘baik-baik saja’ ini bisa menggerakkan saham BUMI?

Saya sih juga tidak tahu bagaimana hubungannya.  Tapi sejauh perkiraan saya.. semua hanya karena manusia setinggi 1 cm, yang bernama ‘sentimen’.  Sentimen ini terjadi hanya karena anda berpikir bahwa dana yang segitu banyak, akan membantu penyelesaian masalah tanggung jawab yang ada di pihak Bakrie terhadap bencana Lapindo.

Pertanyaan yang sebenarnya adalah: Apakah duit Rp 781 miliar tersebut akan membantu kondisi keuangan BUMI yang sejak tanggal 2 Desember 2014 kemarin sudah dimasukkan dalam kategori default oleh S&P ?  Tentu saja tidak.  Secara teoritis, duit Pemerintah yang digelontorkan untuk Minarak Lapindo Jaya, sebenarnya adalah dana talangan yang nantinya akan dibayarkan kepada korban Lapindo.  Hingga bulan Juni 2014, posisi hutang BUMI adalah sebesar US$ 3,7 miliar, dimana US$1,375 miliar diantaranya, jatuh tempo semenjak bulan September lalu.  Kegagalan BUMI untuk membayar hutang yang jatuh tempo itulah, yang membuat surat hutang dari perusahaan ini dimasukkan dalam kategori default oleh S&P.  Kalau anda berharap bahwa gelontoran dana sebesar Rp 781 miliar tersebut akan membantu menyelesaikan hutang BUMI.. hehehe.. berarti anda berharap bahwa Grup Bakrie akan menggelapkan dana Lapindo.. untuk membayar hutang BUMI.  Hehehe.  Apa ya ini masuk akal? Beranikah Grup Bakrie melakukan hal itu?

Hehehe… Saya yakin mereka tidak akan berani.  Tapi… kalau mereka melakukannya, berarti Jokowi (dan juga seluruh rakyat Indonesia), benar-benar dikadalin Grup Bakrie.

Masalah hutang dari BUMI dari Grup Bakrie, itu sebenarnya pemecahannya gampang: Mereka harus mengubah perilaku, dari perilaku ‘doyan berhutang untuk menguasai berbagai aset secara serakah’, menjadi ‘pengelolaan perusahaan untuk kesejahteraan seluruh pemegang saham’.  Sebuah perubahan perilaku yang menurut saya.. sangat tidak mungkin untuk bisa terjadi.  Mereka sudah mencapai ‘comfort zone’ dalam hal ‘penguasaan aset dan kekuasaan melalui hutang’, yang sebenarnya dikelola secara tidak bertanggung jawab ini.  Gak mungkin deh mereka insap dari hal ini… tidak dalam 100 juta tahun lagi.

So.. kalau anda punya posisi trading pada saham BUMI.. itu terserah anda.  Tapi tolong ingat: kalau anda berharap bahwa permasalahan hutang BUMI bisa selesai setelah pemerintah menggelontorkan dana untuk Lapindo, berarti itu sama saja anda berharap bahwa Grup Bakrie akan menggelapkan Dana Talangan Lapindo yang besarnya Rp 781 miliar ini.

Dana Talangan Lapindo ini, solusi Pemerintah bagi korban Lapindo.  Adalah tugas kita bersama untuk mengawal dan menawasi penggunaan dana ini agar benar-benar sampai ke tangan korban Lapindo sebagai pemilik hak yang sebenarnya.

Ingat hal itu!!

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: