Fraksi Harga Saham dan Pasar Yang Sebenarnya

150102 IDX

Selamat pagi…

Kita sudah memasuki tahun 2015.  Awal 2015.  Memasuki awal 2015 ini… berarti sudah setahun semenjak diterapkannya fraksi harga dan lot size yang baru dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia.  Semenjak Bursa Efek Indonesia menerapkan aturan sebagai berikut:

150102 Fraksi Harga 2014

Kalau anda baca tulisan saya di bulan Oktober 2012  atau pada bulan Desember 2013  anda bisa melihat bahwa saya meragukan apakah kebijakan ini bisa memberikan pengaruh positif bagi pasar modal Indonesia.  Yang ada malah pihak Bursa Efek Indonesia terkesan sedang ‘mengusir’ spekulator-spekulator retail dari Bursa Efek Indonesia.  Mereka ini adalah pemodal retail lokal yang dengan modal kelas menengah yang sebenarnya merupakan tulang punggung dari kebanyakan perusahaan sekuritas.

Memang, jumlah pemodal retail selama 2014 kemarin terlihat mengalami peningkatan yang sangat pesat.  Dari data jumlah pemilik sub account yang ada pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2014, tercatat jumlah pemilik dari sub account sebanyak 466.250 pihak.  Ini meningkat 14,26 persen dari bulan Desember 2013 dimana pemilik rekening C-BEST hanya sebanyak 408.045 pihak.

150102 Total Transaksi 2012 - 2014

Akan tetapi, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia terlihat mengalami penurunan.  Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2014, tercatat hanya sebesar Rp 1.454,5 trilyun, turun 4,0 persen dibandingkan dengan transaksi di tahun 2013 yang total mencapai Rp 1.527,0 trilyun.  Jumlah transaksi di pasar.  Transaksi di pasar regular bahkah turun lebih parah, yaitu sebesar 6,0 persen dari Rp 1.206,5 trilyun di tahun 2013, menjadi Rp 1.124,3 trilyun di tahun 2014.  Satu-satunya yang bisa mengalami kenaikan hanya aktifitas pasar non-reguler yang naik sebesar 3,9 persen dari Rp 320,5 trilyun di tahun 2013 menjadi Rp 330,3 trilyun pada tahun 2014.  Penurunan dari total transaksi dan total transaksi di pasar regular ini, terlihat aneh ketika terjadi pada pasar yang sedang bullish.  IHSG pada tahun 2013 turun 42,51 poin (-0,98 persen) , sedangkan pada tahun 2014 IHSG naik 952,77 poin (+22,3 persen).  Tahun 2014 juga tahun pemilu, dana asing masuk ke bursa, Jokowi Effect, dan masih banyak lagi.  Nilai transaksi turun ditengah bursa yang sedang bullish, itu adalah sebuah fenomena yang tidak wajar.

Satu-satunya yang mengalami peningkatan, adalah aktifitas dari ‘pemodal aseng’.  Pemodal aseng ini adalah saingan dari pemodal asing.  Jika aktifitas dari pemodal asing yang asli tersebut sering bisa lihat pada aktifitas pemodal asing di pasar reguler, aksi dari pemodal aseng ini adalah aktifitas dari pemodal asing yang diragukan ke-‘asing’-annya.  Berbeda dengan aktifitas pemodal asing di pasar reguler yang sering kali ditransaksikan pada saham-saham big caps atau blue chip dengan fundamental bagus, aktifitas dari pemodal aseng ini lebih sering dilakukan pada pasar non-reguler (melalui pasar nego), pada saham-saham yang memiliki fundamental yang meragukan.  Pemodal Aseng ini seringkali hanya bermodal pas-pasan sehingga mereka terlalu malas untuk melakukan aksi beli atau aksi jual pada pasar reguler yang sifatnya terbuka.  Mereka lebih suka menggunakan pasar negosiasi dimana transaksi bisa dilakukan tanpa gangguan dari pemodal retail.

Aktifitas dari Pemodal Aseng ini, terlihat mengalami peningkatan apabila kita melihat dari persentase total transaksi, baik pada pasar non-reguler maupun pada pasar reguler, terhadap total transaksi yang terjadi pada pasar secara keseluruhan.

150102 Transaksi Reguler vs Non Reguler 2012 - 2014

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa transaksi di pasar non-reguler terhadap total transaksi terlihat mengalami kenaikan yang cukup besar pada tahun 2014, dibandingkan dengan pada tahun 2013.  Pada tahun 2014, transaksi pasar nego tercatat menguasai 21,07 persen dari total transaksi yang terjadi pada Bursa Efek Indonesia, meningkat dari hanya 19,01 persen pada tahun 2013.

Jadi pertanyannya adalah: Lantas.. untuk kepentingan siapa perubahan fraksi itu? Apakah memang supaya transaksi dari pemodal aseng terlihat semakin berpengaruh terhadap total transaksi pada Bursa Efek Indonesia?  Bursa Efek Indonesia ini ada untuk siapa? Untuk seluruh Rakyat Indonesia (termasuk didalamnya spekulator retail tentu saja)…. atau hanya untuk orang-orang tertentu saja?

Saya tahu.. pasar yang ideal… memang fraksi harganya kecil.  Semakin kecil fraksi harga.. maka pasar jadi semakin efisien.  Tapi… itu sebaiknya nanti dilakukan ketika jumlah pemodal retail kita sudah lebih dari 1% jumlah penduduk… kalau sudah lebih dari 2 juta orang.  Kalau sekarang… sebaiknya kita menerima pemodal retail yang ada.. apapun kualitasnya!

Jokowi … Presiden yang Rajin Blusukan ke Pasar Tradisional

Anda mungkin sudah sering membaca dan melihat berita bahwa Presiden kita Joko Widodo adalah orang yang paling sering melakukan blusukan.   Dengan blusukan, Jokowi berharap bisa menyerap aspirasi wong cilik, mengetahui problem yang ada pada masyarat, pada ekonomi masyarakat kecil.  Yang ada di Pasar Modal? Hehehe.. kalau mendengar curcol dari para teman-teman broker saham .. fraksi harga yang ada saat ini membuat pemodal retail susah untuk mencari keuntungan.  Nasabah-nasabah retail banyak yang mengurangi transaksi.  Belum lagi MKBD perusahaan sekuritas mau dinaikkan menjulang tinggi.  Tantangan tenaga kerja di bidang pasar modal, bakal semakin sulit.

Harapan di tahun Pemilu Direksi BEI

Kalau tahun tahun 2014 adalah tahun Pemilu yang sifatnya Nasional, tahun 2015 adalah tahun Pemilu di kelas Bursa Efek Indonesia.  Pada tahun ini, Bursa Efek Indonesia akan menentukan siapa direktur-direktur bursa yang akan memimpin Bursa Efek Indonesia untuk 3 tahun kedepan.  Harapan saya siy.. direksi yang terpilih nanti benar-benar mau mengayomi pasar modal kita, terutama pemodal-pemodal retail lokal dan perusahaan-perusahaan sekuritas yang fokus pada pelayanan pemodal retail.

Yah… bolehlah saya berharap… bolehlah kita berharap… meski saya ragu … karena kepentingan-kepentingan yang bersaing, sepertinya masih akan melanggengkan posisi status quo seperti yang ada saat ini.

Menko Ekuin dan Menkeu? Mana perduli mereka sama kepentingan wong cilik seperti ini!

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: