Judi atau Tidak Judi… Mana yang anda pilih?

150107 Judi

Selamat pagi…

Tidak semua agama melarang Judi.  Tapi… karena saya beragama Islam, maka saya memilih untuk tidak melakukan Judi.   Tidak melakukan Judi, tidak mendekatkan pada Judi, tidak menyarankan untuk Judi.

Permasalahan Syariah Dalam Perdagangan Saham

Sesuai dengan Fatwa DSN-MUI no 80 tahun 2011, sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia.. sudah dinyatakan halal.  Artinya: beli jual saham melalui mekanisme bursa efek sudah dinyatakan boleh dilakukan oleh seluruh umat Islam.

Transaksi juga bisa dilakukan pada saham-saham syariah.  Saham syariah ini adalah saham-saham yang sudah sesuai dengan kriteria syariah.

Problemnya sebenarnya… ada pada implementasi dari perdagangan saham tersebut.  Satu hal yang ingin saya garis bawahi disini adalah:

Dalam peraturan Pasar Modal Indonesia, tidak ada aturan yang jelas mengenai market making atau market maker!!!

Market making atau rekayasa pasar adalah usaha dari pelaku pasar untuk melakukan aktifitas perdagangan untuk tercapainya tujuan tertentu.  Tujuan ini bisa berupa pergerakan harga sesuai dengan arah yang dikehendaki, atau terjadinya kondisi-kondisi yang lain (seperti volatilitas/kisaran pergerakan harga tertentu, atau likuiditas/rata-rata volume transaksi harian dalam jumlah tertentu) seperti yang diharapkan.  Mengapa orang melakukan market making? Yah.. karena berbagai alasan.  Tapi yang paling sering dilakukan, adalah agar sahamnya memiliki nilai pasar, sehingga bisa digunakan untuk jaminan pinjaman.

Market making ini… di pasar modal kita… sering diidentikkan atau dikonotasikan sebagai menggoreng saham.

Aturan market making di pasar modal kita itu tidak jelas.  Ketika saham baru saja IPO, market making memang diperbolehkan, sejauh itu dijelaskan atau diperjanjikan dalam prospektus.  Akan tetapi, ketika saham sudah tidak berada dalam proses IPO, market making tidak diperbolehkan.  Tidak secara tersurat memang.. tidak ada aturan yang melarang.  Tapi.. karena dalam market making terdapat ‘jual beli saham yang tidak mengakibatkan perubahan kepemilikan’, ‘penyesatan informasi’, dan bahkan ‘cornering’, maka market making ini dianggap sebagai sebuah perilaku yang dilarang.

Padahal… disisi lain… Aturan syariah secara jelas dan tersurat, melarang perdagangan yang diatur.  Secara jelas dalam Fatwa DSN MUI no. 80 tahun 2011, dijelaskan bahwa:

  • Harga Pasar Wajar adalah harga pasar dari Efek Bersifat Ekuitas sesuai Prinsip Syariah yang sesuai dengan mekanisme pasar yang teratur, wajar dan efisien serta tidak direkayasa.
  • Yang termasuk aktifitas perdagangan yang dilarang adalah Taghrir.  Taghrir ini adalah upaya mempengaruhi orang lain, baik dengan ucapan maupun tindakan yang mengandung kebohongan, agar terdorong untuk melakukan transaksi.  Termasuk dalam Tagrir ini adalah:
    • Wash sale (Perdagangan semu yang tidak mengubah kepemilikan) yaitu transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan dan/atau manfaatnya (beneficiary of ownership) atas transaksi saham tersebut. Tujuannya untuk membentuk harga naik, turun atau tetap dengan memberi kesan seolah-olah harga terbentuk melalui transaksi yang berkesan wajar. Selain itu juga untuk memberi kesan bahwa Efek tersebut aktif diperdagangkan.
    • Pre-arrange trade yaitu transaksi yang terjadi melalui pemasangan order beli dan jual pada rentang waktu yang hampir bersamaan yang terjadi karena adanya perjanjian
      pembeli dan penjual sebelumnya. Tujuannya untuk membentuk harga (naik, turun atau tetap) atau kepentingan lainnya baik di dalam maupun di luar bursa.

Pelaksanaannya bagaimana?

Semua tergantung dari BEI dan OJK juga.  Mereka kan wasitnya.  Selama mereka bilang itu bukan market making… ya berarti memang bukan market making.  Meskipun sebenarnya… kok rasanya aneh banget kalau itu bukan market making.  Ada saham fundamentalnya gak jelas.. kok transaksi hariannya bisa melebihi transaksi harian dari saham-saham big caps atau blue chip yang paling besar.  Mana transaksinya continue lagi: Bisa berbulan-bulan.. bahkan bertahun-tahun.  Hehehe….

Solusinya bagaimana dong?

Kalau menurut saya sih… dalam melakukan transaksi saham… kita sendiri harus pilih-pilih.

Kalau anda bertransaksi saham secara syariah, pilihlah saham berdasarkan kriteria anda sendiri.

Kita harus sadar bahwa penggerak harga itu bisa bermacam-macam.  Dan.. pilihlah saham yang penggeraknya adalah pasar (mengenai saham yang penggeraknya pasar itu seperti apa.. anda bisa membaca tulisan saya tentang Model Pergerakan Harga Saham).  Kalau anda bertransaksi secara syariah.. ya pilihlah saham syariah anda sendiri.  Jangan hanya berpatokan bahwa ‘kalau itu adalah saham syariah (versi OJK atau IDX), maka saham itu bagus buat kita transaksikan’.  Pihak DSN … sepertinya memang berbeda pengertian dengan IDX dan OJK mengenai permasalahan ini.  Hanya saja… DSN tidak sadar.

Lantas.. masalah buat Loe?

Hehehe… masalahnya buat saya adalah: saya itu kan pengamat FB yang baik.  Saya sebenarnya suka kalau melihat ada orang-orang yang mencitrakan dirinya sebagai orang yang saleh, yang amar makruf nahi munkar.  Karena dia kebetulan juga melakukan transaksi saham, maka dia mencitrakan diri sebagai seorang investor syariah atau trader syariah.

Ciri-ciri lain dari orang-orang ini adalah: mereka adalah seorang penjonru sejati.  Kalau maki-maki Jokowi, kalau sudah ngomentari kebijakan pemerintah… pake alasan agama.  Kalau perlu… pake sharing hadist dan ayat-ayat Al Qur-an.  Citra orang tanpa dosa deh…

Lha kok disisi lain… terkadang mereka bikin status: Alhamdulillah… saya untung dari saham xxxx.  Untung besar lagi dalam waktu singkat… Terima kasih Tong Fang!!!

Hehehe.

Rekanz… saham yang anda mainkan apa… itu urusan anda.  Saya tidak mau komentar.  Tapi.. ketika anda beriklan bahwa anda untung di saham gorengan, padahal pencitraan anda adalah orang sholeh yang tanpa dosa… (beriklan investasi syariah lagi!!) saya hanya bisa berkata: OH!!!

150107 Oh

 

Hehehe…. Katanya Islam.. katanya syariah…  Kok anda masih menyarankan orang untuk bertransaksi pada saham-saham dimana ada transaksi Taghrir? Kok anda masih menyarankan orang untuk mempertaruhkan uangnya melawan mereka-mereka yang melakukan market making? Kok anda masih menyarankan orang untuk berjudi?

Saya memang belum menyatakan diri bahwa saya akan melakukan investasi secara syariah.

Tapi… garis saya tentang judi sudahlah jelas: T I D A K ! ! !

Happy trading … semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: