Half Time Report: Hati-hati… Trend naik IHSG terancam berakhir*


Selamat siang…

Kondisi dari bursa regional yang kurang kondusif, terlihat membuat IHSG tidak mampu mempertahankan trend naiknya. Koreksi 0,95 persen yang terjadi pada indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam telah membuat indeks dari bursa di kawasan Asia cenderung bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng siang hari ini running dengan kenaikan tipis 0,1 persen, sedangkan Strait Times running dengan koreksi sebesar 0,05 persen.

Hingga akhir dari sesi pertama, IHSG hanya mampu ditutup pada level 5183,49, turun 33,18 poin (-0,64 persen). Posisi penutupan ini tidak terlalu bagus, karena terlihat cukup jauh dibawah suport pertama IHSG di kisaran gap 5194 – 5206. IHSG bakal memberikan signal negatif jika gagal ditutup diatas kisaran suport gap tersebut.

Koreksi yang terjadi pada IHSG ini, lebih dikarenakan oleh menghilangnya aksi beli dari pemodal asing, bukan karena tekanan jual. Hingga akhir dari sesi pertama, tekanan jual dari pemodal asing di pasar reguler tercatat hanya mencapai Rp 90,5 miliar, sebuah jumlah yang relatif kecil. Akan tetapi, karena pada hari Jumat pemodal asing mencatatkan aksi beli sebesar Rp 436,12 miliar, perubahan arah dari pemodal asing inilah yang membuat IHSG terkoreksi.

Padahal, Rupiah terihat cukup kuat. Pelemahan yang terjadi pada US$ membuat US$ berada pada kisaran Rp 12.550 – 12.590 semenjak tadi pagi. Hanya harga minyak yang pada pagi hari tadi melemah US$0,77 (-1,63 persen) sehingga berada pada level harga US$47,57 per barrel.

Aksi profit taking pada saham-saham BBRI dan BMRI terlehat menjadi pendorong dari pelemahan IHSG. Harga saham BBRI hingga siang hari ini turun sebesar 2,49 persen hingga diperdagangkan pada level 11725 per lembar saham, sedangkan BMRI turun 2,7 persen sehingga diperdagangkan pada level 10.825 per lembar saham. Kedua saham ini terlihat sudah berada dibawah suport pertamanya. Suport BBRI berada pada level 10.950, sedangkan suport BMRI ada pada level 10.950.

Minimnya sentiment positif pasca memburuknya data-data ekonomi, sebaiknya membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, terutama apabila bursa regional sedang dilanda sentiment negatif. Jika IHSG pada hari ini gagal ditutup diatas suport kisaran gap 5194 – 5206, pemodal sebaiknya melakukan exit atas posisi trading jangka pendek dan hanya melakukan aksi beli ketika IHSG sudah mencapai kisaran suport di kisaran gap 5.113 – 5.125.

Posisi-posisi akumulasi sebaiknya hanya dilakukan pada saham-saham yang bisa mendapatkan sentiment positif dari penurunan harga BBM Subsidi yang kemungkinan akan dilakukan oleh Pemerintah di akhir bulan.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: