@Jokowi_do2 hanya ingin bilang: Eh… harga itu bisa turun juga loh!!!*


Selamat pagi…

Ada yang menarik dari pengumuman penurunan BBM Subsidi kemarin: Pemerintah tidak hanya menurunkan harga BBM Subsidi.. tapi juga menurunkan harga LPG 12 kg dan juga harga semen produksi BUMN. Ada apa?

Kalau anda mau tanya jawabannya.. tinggal toleh kiri-kanan di status FB teman-teman anda.  Disitu pasti banyak yang mengeluh dengan nada kurang lebih seperti ini:

Ketika harga BBM Subsidi naik, harga barang-barang yang lain ikut naik juga.  Kenapa sekarang ketika harga BBM Subsidi turun, harga barang-barang yang lain tidak mau ikutan turun?

Pertanyaan itu yang sebenarnya ingin dijawab oleh Pemerintah Jokowi.  Dengan menurunkan harga LPG dan semen, Pemerintah kemudian berharap bahwa harga-harga yang lain ikut bergerak turun.  Seperti misalnya niy: Supir angkut turunkan tarif dan .. mana yang lainnya ya? kok belum ada yang ikutan turun juga??

Anda lihat pattern dari pergerakan harga yang hari ini turun deh… dengan penurunan harga semen.. pasar berharap bahwa harga gas akan segera turun juga (PGAS hingga siang hari ini turun 4,57%) dan tarif transportasi juga diperkirakan akan turun (BIRD turun 1,03%, GIAA juga turun 2,5%)… dan (seperti biasa) harga bensin non-subsidi juga dipastikan akan turun (AKRA turun 1,42%).

Pertanyaannya yang sekarang muncul… kemudian ada beberapa:

Pertanyaan pertama: Benarkah harga akan bergerak turun?  Apakah kebijakan ini bakal efektif? 

Itu yang harus kita amati kedepannya.  Tapi..  kalau meliha saham-saham sektor konsumer belum ada yang turun siang hari ini… sepertinya sih.. harga barang-barang konsumsi tetap sulit untuk bergerak turun.  Tanpa Pemerintah melakukan operasi pasar atas barang-barang yang ‘harganya diatur’ (administered price).. harga sepertinya bakal tetap sulit untuk bergerak turun.

Pertanyaan kedua: Apakah harga bisa turun tanpa ‘Paksaan’ dari Pemerintah?

Sepertinya .. kalau Pemerintah mau harga turun… memang harus dipaksa (seperti biasanya).  Dipaksa dengan operasi pasar.  Harusnya sih… kedepan kita bakal mendengar akan adanya operasi pasar dari Pemerintah atas berbagai macam komoditas.  Seperti operasi pasar sembako yang dulu sering dilakukan.  Tapi.. apa iya Pemerintah mau melakukan hal itu?

Pertanyaan ketiga: seberapa ‘jauhkah’ pemerintah akan mampu memaksa?

Apa saja sih yang akan/mau/bisa turun?  Apakah kemauan Pemerintah untuk menurunkan harga ini bisa menjangkau barang-barang atau item-item yang selama ini tidak mungkin turun? Kita itu punya mitos bahwa harga rumah atau properti (bukan saham propertinya loh ya…) itu tidak akan turun.   Akankah pemerintah juga ‘berminat’ untuk ‘mengganggu mitos ini’ ???

Pertanyaan terakhir: akankah usaha Pemerintah untuk menurunkan harga ini .. akan memunculkan masalah-masalah baru?

Permasalahan utama dari perekonomian yang ada saat ini itu adalah: pertumbuhan ekonomi yang terus melambat, dan defisit neraca perdagangan yang kurang terkendali.  Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah dengan terus menyesuaikan harga ini sebenarnya adalah dalam kerangka ‘mencari dana tambahan untuk pembangunan’ .  Akan tetapi … apakah kemudian Pemerintah bisa membuktikan bahwa kita sedang menuju kondisi yang lebih baik?

Sementara itu… 

Yang jelas .. fakta yang ada saat ini adalah: harga masih sulit untuk turun, dan gara-gara neraca perdagangan November 2014 kemarin minus.. market juga sedang galau… asing jualan terus.  Plus.. harga saham-saham semen saat ini terus jatuh karena ‘pemaksaan’ yang dilakukan oleh pemerintah atas semen-semen BUMN .. kemudian dibaca pasar seperti: Pemerintah akan melakukan tata niaga Semen! Hehehe.  Sepertinya.. niat baik Pemerintah… dibaca sedikit berbeda oleh pasar.

Dan.. masih ditambah lagi… market regionalnya sedang gak enak.  Gara-gara Pemerintah China memutuskan untuk melakukan suspensi atas fasilitas margin trading … kondisi dari bursa di kawasan regional Asia juga terlihat kurang begitu bersemangat.  IHSG yang pagi hari tadi sempat testing resisten di 5170 … siang hari ini melempem.. hanya bisa naik tipis di kisaran 5150 – 5160.  DJI semalam.. signalnya memang masih belum positif.  Hanya harga minyak yang tembus resisten.  Tapi sisanya… memang masih gak jelas begitu.

Saya hari Jumat kemarin ada positioning sedikit di INTP.  Kalau hari ini gagal ditutup diatas 22.000 … berarti saya memang harus kembali mengurangi lagi posisi saya.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: