Membiasakan Diri dengan Cara Komunikasi yang Baru…*


Selamat siang…

Dulu.. ketika Paman saya selalu keras terhadap anak kandungnya.  Beliau sering sekali menekankan begini kepada anak-anaknya:

Awas… Ini kita didepan orang banyak….  banyak pengusaha, banyak pejabat daerah.  Kalian harus pasang muka yang lurus.  Senyum boleh… melihat boleh… asal: Jangan melihat sesuatu barang terlalu lama! Jangan sampai melihat sampai kelihatan kepingin! Bisa bahaya!!!

Hehehe… itu dulu protokol standar di rumah Paman saya.  Saya sebagai keponakannya… biasanya kalau dengar.. hanya senyum-senyum saja.  Maklum saja… ada beberapa kali kejadian dimana anak-anaknya kemudian dimarahi, gara-gara ada ‘barang-barang aneh’ yang muncul dirumah, setelah mereka berkunjung di daerah.  Maklumlah yang namanya pejabat negara.  Banyak banget orang yang mau baikin.  Dengan komunikasi model ‘melirik’ saja… orang terkadang sudah langsung menyediakan apa ‘yang dilirik’ itu tadi.  Your wish is my command … gitu kalau istilah bahasa bulenya.

Itu… baru untuk pejabat negara.  Itu baru untuk anaknya.  Coba kalau setingkat Presiden.  Pasti akan jauh lebih rumit lagi.  Presiden SBY saja… sampai harus memelihara 2 atau 3 juru bibir setelah sempat salah berbicara pada beberapa kesempatan pertama.  Meski… hanya SBY sepertinya.. Presiden kita yang punya Juru Bibir.

Nah… ‘perkenalan’ cara berkomunikasi Presiden atau Pemerintah yang baru… adalah apa yang terjadi pada market kita belakangan ini.  Heran deh… padalah beberapa dari Menteri sebenarnya juga sudah berpengalaman.  Tapi perilakunya kok jadi amatiran lagi gitu: Mereka sering lupa… bahwa apa yang mereka ucapkan.. bisa langsung di tulis oleh wartawan.. dan langsung dipublikasikan saat itu juga!  Udah gitu.. kalau Presidennya ngomong.. mereka juga gak mencoba untuk menyaring.  Hajar aja… Presidennya kan memang gayanya agak kepedean gitu.  Kasih saja informasi yang beliau mau… blast! ledakkan!  Nanti dipikir belakangan.

Nah… Marketnya… market yang sedang gampang panik.  Gara-gara harga minyak sedang jatuh… gara-gara regionalnya juga sedang volatile (sedangkan IHSG gak juga turun-turun).. orang jadi gampang ambil posisi jual. Mana sikringnya pendek lagi.

  • Harga semen turun 3000 –> Jedheerrr!!! semua saham semen terus dihajar… padahal INTP dan SMCB belum tentu juga harus menurunkan harga.
  • Harga LPG 12 kg diturunkan –> Jedheerrr!!! PGAS dan RAJA terus dihajar .. hadalah mereka jualnya LPG gelondongan .. bukan retail kelas kecil seperti LPG 12 kgan
  • JK minta Kredit Rumah Murah diturunkan suku bunga –> Jedheerrr!!! saham-saham perbankan dihajar semua….
  • Pemerintah akan meningkatkan pendapatan pajak.  Menterinya sih gak bilang apa-apa.  Gak bilang sumbernya peningkatan pajaknya dari mana.  Tapi.. begitu analisnya ngomong macem-macem… jedheerrr!! GGRM nya anjlok.

Hehehe.  Pasarnya sedang sensi.  Gara-gara masalah Kapolri kemarin dimana Jokowi (seperti) benar-benar dianggap kacung oleh orang-orang tertentu… Pasar sebenarnya berposisi sama dengan Slank dan kawan-kawan: Pasar sedang kecewa.  Karena kecewa.. pasarnya jadi sensi: setiap berita.. dipikir adalah pesanan.. dan pesanan adalah jelek.. karena pesanan adalah jelek… maka pasar akan jualan.  Ya hasilnya begitu itu: Jedheerrr!!! Hehehe.

Mbokyao anak buahmu kuwi kon mikir rodo dowo sethithik toh Mas Jokowi.. Mas Jokowi.  Cangkeme kuwi saiki wis nentokke wolak-waliking donyo.  Ngomonge kon ngati-ati sithik ben sampeyan gak kepothokan terus!

(Terjemahan: Mas Jokowi… alangkah baiknya jika anak buah anda diminta untuk berpikir lebih panjang sedikit.  Apa yang keluar dari mulut mereka pengaruhnya akan sangat besar bagi negara kita ini).

Bagaimana sikap kita sebagai pelaku pasar?

Yah.. kita hanya bisa membiasakan diri dulu deh.  Mau ngubah gimana? Mau ngubah Tapir Berpantat Putih itu? Jelas gak bisa. Kita nikmati saja.

Weleh.. INTP sudah diatas harga trailing saya tadi pagi.  Diatas resisten pertama di 22200.. cut loss-an saya mau saya baibek atau enggak ini ya? Hehehe.

Sebenarnya.. ini semua orang pada bisa melihat.  Tapi kok jadi lebih rumit daripada Gus Dur.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: