Dollar Tembus 12800, IHSG Tidak Bergeming…*


Selamat siang…

Krisis Yunani telah membuat mata uang US$ menguat terhadap berbagai mata uang di dunia. Penguatan US$ ini juga terjadi terhadap Rupiah, dimana nilai tukar Rupiah merosot hingga mencapai Rp 12.835 hingga siang hari ini.

Pelemahan nilai tukar Rupiah inilah yang membuat sebagaian dari pemodal melakukan aksi jual selektif pada saham-saham yang diperkirakan bakal mendapatkan sentiment negatif dari pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut. Aksi jual ini yang membuat IHSG akhirnya ditutup melemah tipis pada sesi pertama, turun 9,44 poin (-0,18 persen) sehingga ditutup pada levl 5.327,08.

Sentimen negatif dari pelemahan Rupiah ini, koreksinya hanya tipis mengingat pemodal asing terlihat masih cukup agresif dalam melakukan aksi beli. Hingga akhir dari sesi pertama ini, pemodal asing telah melakukan posisi beli sebesar Rp 153,03 miliar di pasar reguler. Aksi beli ini memang terlihat agak surut dibandingkan dengan posisi kemarin, dimana pemodal asing melakukan aksi beli sebesar RP 513,93 untuk dua sesi. Aksi beli pemodal asing, pada hari ini, diperkirakan bakal berada pada kisaran Rp 250 M – Rp 450 M, sedikit lebih kecil dibandingkan dengan posisi kemarin.

Bursa di kawasan regional Asia juga terlihat masih berada dalam posisi ‘wait and see’ menunggu hasil akhir dari perundingan Pemerintah Yunani dengan pihak-pihak yang memberikan bantuan kepada negara tersebut. Indeks Hang Seng naik 0,39 persen, deangkan Strait Times turun sebesar 0,89 persen.

Koreksi tipis yang terjadi pada hari ini, ditambah dengan masih derasnya aliran dana asing yang masuk ke Bursa Efek Indonesia, memperlihatkan bahwa pemodal (terutama pemodal asing), tidak mengkhawatirkan posisi Rupiah yang sedang melemah. Pasar terlihat lebih merespon sentiment positif dari kinerja sektor perbankan, terutama dari kinerja Bank Mandiri (BMRI) yang berhasil mencatatkan kinerja diatas ekspektasi. Kemarin sore, BMRI mempublikasikan laporan keuangan FY2014 dimana emiten ini mampu mencatatkan laba bersih per saham sebesar Rp 851,66. EPS FY2014 ini diatas perkiraan dari konsensus analis yang rata-rata memperkirakan EPS FY2014 BMRI bakal hanya mencapai Rp 842,64 miliar.

Untuk sesi kedua nanti, IHSG diperkirakan masih akan tetap bergerak bervariasi pada kisaran sempit 5300 – 5375. Hanya penutupan dibawah level psikologis 5.300 yang bisa menjadi signal negatif bagi trend naik jangka pendek yang saat ini tengah terjadi pada IHSG.

Sejauh ini, posisi-posisi spekulatif bisa dilakukan pada saham-saham perbankan, terkait dengan kinerja positif yang masih ditunjukkan oleh emiten-emiten yang ada pada sektor ini.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agenpenjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: