Sentimen Positif dari Laporan Keuangan Bank Mandiri …*


Selamat Pagi dari PT. Universal Broker Indonesia, 12 Februari 2015

Selamat pagi…

Minimnya perkembangan baru dari perundingan antara Pemerintah Yunani dengan para kreditornya, memang sempat memberikan tekanan pada pergerakan indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang menyebabkan indeks ini turun lebih dari 100 poin. Akan tetapi, pelaku pasar akhirnya memilih untuk mengambil posisi wait and see sehingga indeks ini mengakhiri pergerakan hanya dengan koreksi tipis 6,62 poin (-0,04 persen) sehingga ditutup pada level 17.862,14. Indeks dari Bursa di kawasan Asia pagi ini bergerak bervariasi, dengan Hang Seng naik 0,26 persen, sedangkan Strait Times turun 0,42 persen.

Krisis Yunani ini pula, yang membuat US$ kembali menguat pada pagi hari ini, dan menyebabkan Rupiah berada pada level Rp 12.800 per US$.

Minimnya sentimen dari bursa regional, diperkirakan akan membuat pelaku pasar merespon berita-berita dalam negeri, terutama dari laporan keuangan Bank Mandiri (BMRI) yang dipublikasikan kemarin. Sentimen dari laporan keuangan BMRI ini terlihat positif, setelah untuk FY2015 BMRI berhasil mencetak EPS sebesar Rp 851,66 (vs konsensus Rp 842,64) dan Pendapatan Bunga Bersih sebesar Rp 62,6 trilyun (vs konsensus Rp 55,7 tr).

Sentimen positif dari laporan keuangan BMRI ini, diperkirakan bakal membuat IHSG bergerak flat-naik. Meskipun demikian, kisaran dari pergerakan IHSG sepertinya masih akan sulit untuk menembus kisaran kemarin, dimana IHSG level 5300-5330 tetap akan menjadi kisaran suport, dan level 5.350 – 5.375 akan menjadi kisaran resisten.

Dari pergerakan saham kemarin, saham-saham sektor konstruksi BUMN masih rawan aksi profit taking, setelah berita positif persetujuan PNM oleh DPR, gagal membuat saham-saham tersebut bergerak menembus resisten pertamanya. Tercatat hanya WSKT yang mampu ditutup diatas resisten pertamanya, sedangkan ADHI, WIKA, dan PTPP terlihat masih bertahan dalam trend turun jangka pendeknya.

Posisi-posisi spekulatif bisa dilakukan pada saham-saham sektor konsumer dan retail, terkait dengan adanya peluang bahwa harga minyak WTI yang murah, akan berlangsung pada waktu yang cukup lama. Disisi lain, untuk saham-saham sektor komoditas, perlu dilihat apakah rally yang terjadi kemarin, semata-mata terjadi karena pelaku pasar yakin bahwa harga minyak sudah mencapai bottom levelnya, atau memang karena harga minyak yang cenderung menguat selama minggu lalu.

SpecBuy: Perbankan, Konsumer, Semen.

Take Profit: Konstruksi

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agenpenjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: