Kelirumologi Mobil Nasional


Selamat pagi…

Sejak jaman Tommy Soeharto dulu mengenalkan Timor di tahun 1990an, definisi dari apa yang disebut sebagai Mobil Nasional, benar-benar menjadi sangat membingungkan. Maklum saja.. ketika itu sebuah mobil beroda empat, sedan, didesain, diperkenalkan, serta diproduksi di Korea, kemudian hanya ditempel dengan merek berbau Indonesia bernama Timor, dan diperkenalkan sebagai Mobil Nasional. Dari sini, kelirumologi konsep tentang Mobil Nasional itu berawal. Kesalahan menyebut sebuah mobil yang didesain dan diproduksi oleh orang asing sebagai mobil nasional, telah dimulai. Yah.. namanya jaman Soeharto, sudah barang tentu tidak ada yang berani menolak. Ketika itu … saya juga tidak bisa menolak adanya realita bahwa dibalik kulit coklat dan logat Jawa Timur kental yang merupakan ciri khas saya.. saya adalah orang Korea. Saya terpaksa (Hehehe). Mungkin…

Cerita tentang ke Koreaan saya… eh… maaf… cerita tentang mobil nasional ini… seakan-akan terus ada dalam setiap generasi pemerintahan. Ketika jaman SBY kemarin.. saya sebenarnya sudah bangga ketika Dahlan Iskan sering touring dengan menggunakan mobil listrik berbody sport. Wah… mobnas kita sepertinya bakal seperti Tesla ini. Mobil listrik berbody sport yang sedang mode di Amerika sono. Mobil listrik, tapi body model Ferrari atau Lamborghini. Banggalah kita kalau mobil nasional kita seperti itu.

Eh… lha kok di Jaman Jokowi ini… kemudian muncul lagi wacana untuk bekerja sama lagi pihak asing, untuk membuat mobil nasional. Saya masih menunggu bagaimana konsep yang mau disuguhkan. Apakah konsep mobil nasional kita mau dibalikin lagi ke jaman batu: ‘mobil nasional’ buatan Malaysia, atau mungkin… mungkin sebentar lagi Malaysia mau jadi propinsi Indonesia yang ke 34… bersama-sama dengan Timor Timur yang menjadi propinsi yang ke 35. Jadi.. apa yang diproduksi oleh Malaysia, adalah produk nasional Indonesia. Mungkin…

Kelirumologi tentang Mobil Nasional ini, masih diperparah dengan adanya realita tentang sebuah mobil, yang perkenalkan pada Pekan Raya Jakarta 1975. Mobil yang kemudian mulai dijual di Indonesia tahun 1977 ini.. kemudian menjadi mobil paling sukses, paling laku di Indonesia. Tidak hanya di tahun 1970an, tapi berlanjut hingga tahun 80an, 90an, bahkan hingga milenium ini. Hingga puluhan tahun. Bahkan.. saat ini, generasi keenam dari mobil ini, masih menjadi dambaan setiap keluarga di Indonesia. Tapi.. mobil yang sebetulnya layak disebut sebagai mobil nasional Indonesia ini, memiliki satu ‘kesalahan’ yang sangat fatal: mobil ini bermerek Jepang. Benar dugaan anda. Meskipun namanya adalah Kijang yang merupakan nama asli Indonesia, tapi tetap didepannya adalah Toyota. Raksasa produsen mobil dunia yang berbasis di Jepang. Menyatakan Toyota Kijang sebagai mobil nasional, adalah sebuah kelirumologi yang baru: Jelas-jelas mobil diperkenalkan, dibuat, dan diproduksi di Indonesia begitu kok. Komponen lokalnya juga sudah sangat tinggi. Produksi dan penjualannya juga melibatkan puluhan bahkan ratusan ribu penduduk Indonesia. Salah besar kalau menyebut Toyota Kijang sebagai Mobil Nasional. Mungkin…

Definisi dari Mobil Nasional

Mungkin… mungkin.. mungkin. Mungkin kita sebenarnya malas untuk memberikan definisikan secara jelas tentang apa yang disebut Mobil Nasional itu? Apakah ‘mobil nasional’ itu? Sebenarnya… apa sih definisi dari Mobil Nasional? Kalau secara harfiah… dalam asumsi terbaik saya.. definisi mobil adalah sebuah kendaraan bermesin yang beroda empat. Definisi dari mobil sudah pasti sangat mudah. Yang sulit adalah definisi dari Nasional. Kalau nasional itu didefinisikan sebagai didesain, dibuat, diproduksi, dan dijual di Indonesia dan oleh orang Indonesia, semua masalah juga sudah selesai. Tapi… apakah ini harus sepenuhnya harus dimodali oleh orang pribumi Indonesia? Hehehe. Atau malah seperti dulu: semua pakai nama pribumi, tapi dibuat dan diproduksi oleh asing. Mana Indonesianya coba?

Saya kemudian jadi menebak-nebak. Definisi mobil nasional menurut Jokowi itu seperti apa ya? Oh… mungkin.. faktor kantor di ruko itu kali ya? Mobil nasional adalah sebuah mobil yang dibuat dan diproduksi oleh orang asing, tapi dengan nama Indonesia dengan perusahaan milik pribumi yang berkantor di ruko. Itukah definisi mobil nasional versi Jokowi? Mungkin…

Mobil Nasional: Mobil yang Saham Perusaham Pembuatnya Listing di Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia sudah jauh berkembang. Kapitalisasi pasar dari IHSG saja.. sudah cukup lama melewati angka Rp 5.000 trilyun. Saham-saham big caps Indonesia saja, seperi Astra International, BCA, atau Sampoerna, kapitalisasinya sudah melewati angka Rp 300 trilyun. Saham-saham gak jelas yang masuk ke Bursa Efek Indonesia melalui backdoor listing, hari-hari ini nilai right issuenya sudah diatas Rp 100 miliar. Tenaga dari pasar modal juga sudah cukup besar. Freeport aja.. kalau mau melepas sahamnya ke Bursa Efek Indonesia, pasar kita juga sudah siap. Sudah cukup kuat. Apalagi kalau cuman untuk mendanai mobil nasional. Toyota Motor Corp Indonesia misalnya.. kalau mau jual saham langsung ke Indonesia.. pasar juga siap. Yamaha, Honda (Mobil), atau Mitsubisi. Siapa saja produsen mobil yang mau menjual sahamnya ke Bursa, pasarnya sudah siap. Jadi.. kalau dalam aturan tentang mobil nasional nanti kemudian dibuat pasal bahwa 20% harus dimiliki oleh pemodal Indonesia.. Bursa Efek Indonesia sudah siap untuk menerima.

Honda (Mobil) dan Yamaha: menangkanlah persaingan di Bursa Efek Indonesia

Banyak orang yang tetap cinta dan setia pada Toyota sebagai mobil keluarga. Entah itu Kijang atau Avanza. Tapi.. buat sebagian orang (termasuk saya) Toyota sebagai mobil keluarga itu sudah masa lalu. Mahal, miskin innovasi dan boros bensin, adalah kesan yang saya dapat ketika saya berusaha memiliki sebuah Toyota. Itu sebabnya, kalau sudah pemilihan car of the years, mobil-mobil keluaran Nissan atau Honda dengan mudah bisa terpilih sebagai pemenang. Untuk pasar sepeda motor saja, Yamaha malah sudah pernah mencapai penjualan yang lebih tinggi dari Honda. Tidak sulit sebenarnya untuk mengalahkan produk dari Astra International di pasar Indonesia. Akan tetapi, Astra International tetap saja merajai Bursa. Dengan Indomobil yang kurang memiliki public relation dan profitabilitas yang bagus. Hanya Astra yang menjadi pembicaraan orang. Padahal.. pasar modal itu adalah pasar potensial. Biar pemodal kita itu hanya terdiri dari 500.000 orang, tapi kami adalah pembeli potensial dari mobil dan motor yang ada di pasar. Setiap pembicaraan tentang kinerja keuangan, pasti akan membicarakan tentang produk. Itulah sebabnya.. kalau Honda Prospect Motor atau Yamaha Motor Indonesia mau listing. Sepertinya akan mudah bagi mereka untuk menyaingi Astra. Bukan dari sisi kapitalisasinya tentu saja… tapi dari pembicaraan tentang peruasahaan… tidak bakal sulit untuk mengalahkan Astra. Iklan gratis untuk mengalahkan Astra ditengah pasar yang sangat potensial.

So… Mobil Nasional… apakah definisinya? Sebaiknya itu kita tanyakan kepada Presiden Joko Widodo. Dan saya berharap: Mobil Nasional adalah Mobil yang perusahaan pembuatnya menjual saham di Bursa Efek Indonesia. Biar kita semua bisa memiliki saham daripada mobil nasional itu.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

Comments
2 Responses to “Kelirumologi Mobil Nasional”
  1. bendol says:

    ya jokowi kan pilihan sampeyan mas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: