Sentimen BI Rate Berlanjut…*


Lunch Break dari PT. Universal Broker Indonesia, 20 Februari 2015

Selamat siang…

IHSG masih terus bergerak naik pada pergerakan hari ini, setelah pelaku pasar melanjutkan sentimen positif yang terjadi pada penurunan BI Rate. Berlanjutnya sentimen positif ini ditandai dengan terus bergeraknaiknya saham-saham sektor perbankan dan properti yang pada hari Rabu kemarin juga sudah mulai bergerak naik. Ini bisa dilihat dari 10 saham terbesar yang dibeli oleh pemodal asing, dimana saham-saham BBRI, BMRI, BBNI, PWON, ASRI dan BBCA masih termasuk didalamnya.

IHSG sediri terlihat masih melanjutkan trend naiknya, dan mencetak rekor tertinggi baru di level 5.427,31 sebelum mengakhiri pergerakan sesi pertama pada level 5.420,66. Pada sesi pertama ini, IHSG ditutup dengan kenaikan sebesar 30,21 poin (+0,56 persen).

Aksi beli dari pemodal asing terlihat masih cukup agresif. Meski terlihat sedikit menurun jika dibandingakan posisi net buy di hari Rabu, pada hari ini pemodal asing masih melakukan posisi net buy di pasar reguler sebesar RP 383,30 miliar. Aksi beli pemodal asing di pasar reguler untuk hari ini diperkirakan masih tetap tinggi, masih diatas Rp 500 miliar, meski tetap lebih rendah dibandingkan hari Rabu lalu, dimana pemodal asing melakukan posisi net buy sebesar Rp 2,31 miliar di pasar reguler.

Saham BBRI yang merupakan penggerak utama IHSG dalam dua hari terakhir, terlihat sudah berada pada level 12.700. Di level tersebut, saham BBRI sudah berada diatas resisten Rp 12.600. Jika resisten 12.600 ini ditembus, saham BBRI bakal memiliki potensi untuk bergerak menuju resisten selanjutnya di kisaran 13.300 – 13.500. Dengan dorongan potensi kenaikan yang ada pada BBRI ini, IHSG sepertinya memang masih memiliki kekuatan untuk terus bergerak naik, menuju batas atas dari kisaran resisten 5.450 – 5.600 yang merupakan resisten untuk jangka pendek bagi IHSG.

Untuk saat ini, pasar memang masih fokus pada saham perbankan dan property yang merupakan lapis pertama dari sentimen penurunan BI Rate. Pemodal masih terus bisa melakukan posisi-posisi spekulatif pada saham-saham sektor tersebut. Disisi lain, pemodal sepertinya juga bisa mulai positioning pada saham-saham sektor konsumsi, retail, dan semen, karena saham-saham tersebut memiliki potensi pergerakan, jika pemodal sudah berpindah sentimen dari sentimen ‘suku bunga’, menjadi sentimen ‘pertumbuhan ekonomi’.

DISCLAIMER: Informasi yang terkandung dalam laporan ini telah disusun dari sumber-sumber yang menurut kami dapat diandalkan. PT Universal Broker Indonesia dan/atau perusahaan afiliasinya dan/atau masing-masing karyawan dan/atau agen penjual tidak menjamin keakurasian dan kelengkapan informasi. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil dari transaksi yang dilakukan dengan berdasarkan atas informasi yang ada pada laporan ini. Semua pendapat, prediksi, perkiraan, dan proyeksi yang ada pada laporan ini adalah merupakan pendapat terbaik yang kami buat, berdasarkan informasi yang kami miliki, pada tanggal laporan ini dibuat, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan tidak mengikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: