Lah? Ada apa ini?*


Selamat pagi…

Jangan sampai anda berpikir kalau saya adalah pawang IHSG yang bisa tahu setiap saat kisaran IHSG di berapa dan arah pergerakan IHSG kemana.  Hari ini (20 Maret 2015) adalah contoh dimana saya benar-benar ‘surprise’ dengan pergerakan IHSG.  Ditengah regional gak kemana-kemana, IHSG hari ini malah turun dalam.  Dibuka sudah dibawah suport di kisaran gap 5.435 – 5.444, IHSG terus bergerak turun hingga terendah tadi di 5.423… sebelum siang ini kembali lagi ke sekitar suport 5.435.  Asingnya juga terlihat agresif dalam posisi net sell.  30 menit pertama sudah diatas Rp 100 miliar, siang hari ini juga sudah diatas Rp 250 miliar.  Sepertinya.. asing mau lepas posisi yang kemarin mereka beli.. karena potensi net sell asing.. terlihat diatas Rp 541,48 miliar yang dibeli kemarin.    Serem banget.

Pertanyaannnya sekarang adalah: Ada apa?

Jawaban saya: Saya juga tidak tahu.  Hehehe.

Saya coba lihat berbagai situs berita.. tidak ada berita yang besar sentimen negatifnya.  Koran tadi pagi juga gak ada yang aneh.  Kalau sudah begini… penjelasanya cuman: paling ada research report strategi dari sekuritas besar yang tiba-tiba bearish.  Cuman.. kalau itu yang ada.. berarti mungkin sebagian dari anda lebih tahu daripada saya.  Karena saya kurang paham dengan info-info beginian..😀

Tapi.. kalau kita mencoba runtun.. kira-kira ‘salahnya dimana’ dari pergerakan saham yang ada… beberapa kemungkinan lain adalah sebagai berikut:

  1. Harga BBM Subsidi yang kemungkinan bakal turun.  Ini bisa dilihat dari jatuhnya harga saham-saham semen dan kenaikan dari saham-saham sektor konsumer.  Sejak Januari kemarin.. ketika Presiden Jokowi menurunkan harga Semen… kan Semen jadi ikutan BBM.  Tapi cerita ini jadi ‘gak masuk’ ketika kita melihat bahwa saham-saham sektor konstruksi masih terlihat kuat.  Jadi.. apakah koreksi ini karena harga BBM Subsidi yang mau turun…. saya juga gak terlalu yakin.
  2. BI Rate yang kemarin gak jadi turun.  BI Rate ini.. belakangan kan dianggap sebagai pengahalang pertumbuhan ekonomi.  BI Rate yang tinggi ini.. juga bisa untuk membuat pemodal khawatir akan pertumbuhan sektor properti.  Itu yang membuat saham-saham properti hari ini turun dan saham-saham semen juga bergerak turun.  Problemnya: perbankan kok relatif stagnan? (meski agak turun dikit juga).  Kalau ini sentimen BI Rate yang gagal turun…  berarti.. semua kena. Dan marketnya kena.
  3. Pasar sedang mencari sentimen baru pasca FOMC.  FOMC kemarin hasilnya bagus.   The Fed naikin suku bunganya perlahan, lebih lambat dari perkiraan.  Sentimennya positif.  Tapi ketika orang bertanya: what next? apa berikutnya? Berikutnya hanya ada penguman pertumbuhan ekonomi kuartal pertama di awal April nanti.   Masih lama.  Ini orang exit dengan memanfaatkan masih adanya data ekonomi.  Cuman..apakah ini benar? saya juga gak yakin.

Mana yang benar? Saya juga gak tau.

So.. Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita disiplin untuk cut loss jika harga ditutup dibawah suport?  Saya juga belum tahu jawabannya.  Saya mau menunggu sampai nanti sore deh… sambil menunggu regionalnya.  Tapi sejauh ini.. saya memang mengurangi sedikit posisi… sekedar untuk disiplin.  Meski… saya juga masih mau fight.  Kalau melihat ‘medium to long term’ IHSG yang masih bullish.. saya tahu bahwa ‘koreksi adalah kesempatan untuk melakukan posisi beli di harga yang lebih bagus’.  Tapi.. saya gak mau maksa posisi contrarian (beli ketika ada signal jual) hari ini… karena semua juga masih tidak jelas.

Kita lihat sampai nanti sore deh.  Benar-benar sulit untuk dipahami market hari ini.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*diclaimer ON

 

 

 

Comments
3 Responses to “Lah? Ada apa ini?*”
  1. tommy yu says:

    Wah, kalo Pak Tomi aja ga tau.. apalagi kita2 yang ilmunya masih cetek gini…

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Saya kemarin sudah mencoba melihat.. beberapa faktor yang mungkin terjadi.  Mulai dari penurunan harga BBM Subsidi,  BI Rate yang gagal turun, sampai pasar yang wait and see menanti perkembangan selanjutnya.  Tapi gak ada yang make sense.  Sampai saya melihat TV di sore hari : Eh.. ternyata ada demo besar mahasiswa UI di Depok.  Lah.. tapi kok tema Demo Mahasiswa UI ini..  hanya masalah Anti Korupsi? Terus.. demo-demo Mahasiswa yang ada di tempat lain.. temanya juga tidak sama: Mahasiswa UNS minta Jokowi pulang kampung… Di Balai Kota ada demo mahasiswa.. tapi demo Ahok.    Yang paling keras… adalah Demo Cabut Mandat Jokowi .. tapi itu di Riau… dan Demo Turunkan Jokowi di Medan.  Aksi demo memang ada… tapi hanya terlihat sporadis … tidak terorganisasi secara baik dan nasional.  Ada tuduhan media di berangus.. dibungkam.  Tapi.. TV Oon yang paling ‘gagal move on’… pun tidak terlalu memblow up berita demo mahasiswa ini.  Jadi… aksi demo ini juga tidak terlihat terlalu negative sentimennya. […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: