Skala Linier dan Skala Logaritmik: Mana yang Lebih Baik?*


Selamat pagi…

Setelah kita kemarin membahas mengenai Skala Linier dan Skala Logaritmik, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang lebih baik? Mana yang sebaiknya digunakan?

Kalau pertanyaan anda adalah: Mana yang lebih baik? Maka jawaban saya adalah: Itu tergantung selera anda.  Apapun yang membuat anda lebih percaya diri, itu adalah yang lebih baik.  Akan tetapi.. kalau pertanyaan anda adalah: Mana yang sebaiknya digunakan? Mana yang Pak Tommy gunakan? … maka anda bisa melihat tulisan saya beberapa waktu yang lalu mengenai Double Top Sederhana.

Pada pembahasan tentang Double Top Sederhana tersebut, saya menggunakan contoh grafik dari saham GGRM seperti berikut ini:

150417 Contoh Simple Double Top

Target harga dari sebuah Double Top adalah jarak pergerakan harga, dari titik midpoint menuju target harga.  Target harga ini memiliki lebar yang sama dengan jarak antara midpoint dengan resisten level dari titik top.

Sekarang… kalau anda melihat gambar… Titik Midpoint ada pada level 57100.  Resisten dari titik Top berada pada level 64000.  Kalau anda hitung secara manual.. lebar dari double top adalah sebesar: 64000 – 57100 =  6900.  Itu berarti target dari double top, ‘seharusnya’ ada di level 57100 – 6900 = 50200.  Akan tetapi.. kalau anda melihat gambar… garis target harga ada di sekitar level harga 51000.  Padahal… secara kasat mata.. kita bisa melihat bahwa jarak antara titik top dengan midpoint sudah sama dengan jarak antara titik midpoint dengan target harga! Bagaimana itu bisa terjadi?

Itu bisa terjadi karena saya menggunakan skala logaritmik dalam setiap charting yang saya gunakan.

Saya menggunakan skala logaritmik dengan beberapa alasan:

  • Skala logaritmik lebih cepat dalam ‘menangkap’ pembalikan arah trend.

Dua gambar berikut ini… adalah gambar dari pergerakan indeks Dow Jones Industrial (DJI) pada periode 2002 – 2008.

Pada gambar yang pertama, kita menggunakan skala linier.

150419 Trend Naik DJI - Linier

Pada gambar diatas, trend naik berakhir setelah harga menembus support di level 12200.  Setelah itu, harga bergerak naik menguji resisten dengan bergerak whipsaw (bergerak naik hingga jauh diatas resisten sehingga harga terlihat bergerak naik turun dengan posisi resisten berada ditengah pergerakan harga).

Pada gambar yang kedua (dibawah) yang digambar dengan menggunakan skala logaritmik, harga menembus support di sekitar level 12700 dan setelah itu melakukan pengujian resisten dengan posisi harga yang hampir tidak menembus resisten).

150419 Trend Naik DJI - Logaritmik

Mana garis yang lebih baik? Menurut saya..

…garis dengan menggunakan skala logaritmik adalah garis yang lebih baik karena penembusan terjadi lebih dahulu, dan setelah itu, garis trend berfungsi lebih baik sebagai resisten, tidak ada whipsaw yang membuat seorang trader kebingungan dalam mengambil posisi.

  • Alasan kedua adalah bahwa dengan skala logaritmik, kita bisa lebih baik dalam ‘membaca’ perilaku dari penguasa pasar.

Di dalam pasar, penguasa terbesar adalah para fund manager.  Bisa fund manager reksadana, fund manager privat, atau masih banyak lagi yang lain.  Para fund manager ini, lebih cenderung untuk melihat pergerakan harga dalam persentase dibandingkan dengan poin (misal: ketika harga naik dari 1000 ke 1200, maka fund manager akan melihatnya sebagai kenaikan harga sebesar 20%.. bukan sebagai 200 Rupiah).  Itu sebabnya… skala logaritmik lebih baik dalam membaca pergerakan harga dibandingkan dengan skala linier.

Jadi… semua ini sebenarnya tidak hanya masalah ‘selera’ … tapi masalah presisi prediksi dan kecepatan dari kita untuk membaca perubahan arah. Cuman… problem terbesarnya adalah: sebagian besar charting software tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk membuat grafik yang memadai dengan skala logaritmik.

Mana yang jadi pilihan anda?

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Comments
3 Responses to “Skala Linier dan Skala Logaritmik: Mana yang Lebih Baik?*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Target harga dari double top ini adalah sama dengan lebar dari pola double top ini.  Target harga dari Double Top ini sangat tergantung dari skala yang kita pilih dalam melakukan penggambaran grafik. […]

  2. […] Target harga dari double top ini adalah sama dengan lebar dari pola double top ini.  Target harga dari Double Top ini sangat tergantung dari skala yang kita pilih dalam melakukan penggambaran grafik. […]

  3. […] Skala Grafik: Penentu Target Price dari Double Top […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: