Kapankah Sebuah Double Top Boleh Disebut Sebagai Sebuah Double Top?*


Selamat pagi…

Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas mengenai definisi dari sebuah double top, kali ini kita akan membahas mengenai timing dari sebuah pergerakan harga boleh disebut sebagai sebuah double top.  Penentuan ‘Kapan’ ini menjadi penting untuk diketahui mengingat sebagian besar dari analis teknikal pemula atau ‘chartist pemula’ akan cenderung untuk overreacting terhadap pergerakan double top sehingga cenderung menyebutkannya terlalu dini.  Maklum saja.. Double Top itu kan biasanya targetnya jauh… sehingga mereka berpikir ‘kalau aku bisa menyebutkannya duluan.. maka aku akan jadi yang paling keren’.  Hehehe.  Padahal… kalau itu mereka lakukan… malah kelihatan bahwa mereka itu orang yang kurang paham akan teori.

150417 IHSGMisalnya niy… kalau pada hari-hari ini ada orang sudah bilang ‘IHSG double top dengan target di 5200’ … maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah orang yang termasuk dalam golongan ini (kecuali tentu saja, kalau dia bisa menjelaskan target tersebut dengan teknik yang lebih canggih, seperti Elliot Wave misalnya).  Disisi lain, kalau melihat chart dari IHSG, orang yang bilang bahwa ‘IHSG terdapat sebuah double top dengan target di level 5350’ maka pendapatnya bisa dianggap wajar karena sudah memenuhi syarat dari ‘timing penyebutan double top’.

Penentuan ‘Kapan’ dari sebuah double top boleh disebut sebagai sebuah double top, sangat tergantung dari skill yang chartist tersebut.

Terdapat 7 buah (eh.. banyak banget ternyata ya?) tempat dimana orang sering kali menyebutkan ‘Oh.. Ini Double Top’

150420 Lokasi Double Top

Titik 1

Titik 1 terjadi ketika harga bergerak naik, sampai pada sebuah resisten kuat.  Ketika harga sampai di resisten.. orang kemudian bilang: ‘Jual aja… ini adalah double top’.  Ini tentu saja adalah sebuah pernyataan yang nekad dan terlalu terburu-buru.  Ini karena harga sebenarnya masih berada dalam trend naik… reversal aja belum… kok sudah berani bilang kalau itu adalah double top?   Iya kalau reversal.. kalau ternyata malah bablas naik.. apa ndak sayang? Kalau orang bilang ‘double top’ di titik pertama ini, maka pendapatnya bertentangan dengan adanya hukum teknikal yang cukup mendasar: jangan bilang trend berakhir, sebelum trend itu berakhir.  Itu membuat Titik 1 ini tidak bisa digunakan tempat deklarasi ‘double top’.

Titik 2

Titik kedua ini, lokasinya lebih baik daripada titik pertama.  Harga sudah mulai memasuki trend turun.  Ini adalah tempat kedua dimana orang sering bilang: ‘Jual aja… ini adalah double top’.  Meski bisa saja benar… tapi menyebutkan double top di tempat ini, bukanlah tempat yang tepat.  Kemungkinannya adalah: bagaimana kalau ternyata harga hanya bergerak flat? Bagaimana kalau ternyata harga nantinya malah membentuk tripple top?

Titik 3

Pada titik ketiga ini, harga bergerak turun mendekati atau bahkan sudah mencapai titik midpoint yang merupakan titik suport.  Ini adalah tempat ketiga dimana orang sering bilang ‘jual saja.. ini double top’.  Ini tentu saja bukan merupakan tempat yang tepat.  Mengapa? Karena harga masih diatas suport.  Pergerakan harga berikutnya masih bisa kemana-mana.  Bisa saja kembali naik menjadi flat range atau tripple top, atau juga yang lainnya.

Titik 4

Titik ini adalah saat yang benar untuk menyebutkan bahwa pola pergerakan harga ini adalah sebuah double top.  Titik ini adalah ketika harga sudah menembus suport dimana harga kemudian dikatakan memiliki potensi pelemahan sebesar lebar daripada pola double top itu tadi.

Titik 5 dan Titik 6

Setelah menembus midpoint (suport) dari douuble top, harga terkadang mengalami pullback.  Titik 5 adalah puncak dari pullback, sedangkan titik 6 terjadi ketika harga mulai membentuk trend turun setelah mengalami resisten testing. Kedua titik ini jelas bukan saat yang tepat untuk menyebut pola ini sebagai pola Double Top.  Meskipun demikian, kedua titik ini merupakan ‘tempat terbaik untuk melakukan posisi jual’.  Jual ketika pullback adalah sebuah strategi yang bagus karena kita bisa mendapatkan harga jual yang bagus dibandingkan dengan harga ketika terjadi breakout.  Jual pada posisi 6 juga cukup bagus, karena pada saat itu… ‘harga sudah mulai membentuk trend turun, setelah terjadi pullback’.  Bagi anda yang ingin mengantisipasi false break (penembusan palsu), melakukan posisi jual di titik 6 ini adalah momen yang terbaik.  Karena pada saat itu, logika pergerakan harganya adalah: ‘trend harga sudah mulai bergerak turun setelah harga gagal kembali diatas suport lama’.

Titik 7

Titik yang terbaik bagi seorang yang pemula… atau bahkan seorang yang analis teknikal yang normal untuk menyebutkan sebuah double top… adalah ketika Titik 4, pada saat harga menembus resisten.  Tapi .. TItik 7 ini bisa menjadi tempat bagi seorang analis teknikal tingkat ‘advance’ untuk bilang menyebut; harga bakal berada dalam pola double top.

Cuman ya gitu .. syaratnya (kualifikasinya dari chartist) ini.. sangatlah berat: dia harus sudah menguasai Ellot Wave dengan benar.

Mengapa bisa begitu? Hm.. neranginnya agak berat ye… tapi sebagai petunjuk… saya hanya bisa bilang begini:  Titik 7 bisa menjadi tempat seorang chartist berkemampuan Elliot Wave untuk menyatakan bahwa pergerakan harga berada dalam double top, apabila wave 4 dari wave naik sebelumnya, memiliki panjang yang sama dengan wave 1.  Anda belajar Elliot Wave dulu deh.. untuk mengetahui hal ini.

Tapi.. yang penting diperhatikan disini adalah: Jika pada titik 7 ini ada orang bilang ini adalah sebuah double top padahal dia tidak menguasai Elliot Wave dengan benar… bisa jadi perkataannya memang hanya ngawur dan nekad.  Gitu….

Penutup

So.. kesimpulan akhirnya adalah:

  • Saat terbaik untuk menyatakan bahwa pergerakan harga tersebut berada dalam pola double top, adalah ketika harga menembus midpoint dari double top tersebut.
  • Meskipun demikian, posisi jualnya bukan berarti harus dilakukan di tempat tersebut, karena setelah terjadinya penembusan atau breakout, harga sering kali mengalai pullback.
  • Adanya pullback Ini yang membuat saat terbaik untuk melakukan posisi jual, adalah pada saat harga mulai bergerak turun, setelah menyelesaikan pullbacknya.
  • Penentuan ‘Kapan’ dari sebuah double top boleh disebut sebagai sebuah double top, sangat tergantung dari skill yang chartist tersebut.  Kalau kemampuan charting anda sudah sampai tingkat advance, bolehlah anda prediksi double top lebih cepat.. tapi tetap saja .. dengan syarat-syarat yang sangat berat.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini.  Terima kasih.

Comments
One Response to “Kapankah Sebuah Double Top Boleh Disebut Sebagai Sebuah Double Top?*”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Breakout: Saat Double Top boleh disebut sebagai Double Top […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: