Coba kalau persamaannya masih sesederhana dulu…*


Selamat pagi…

Sebagai seorang market analyst, saya melihat bahwa data pertumbuhan GDP Kuartal I 2015 ini sangat penting. Sangat penting karena dengan semua keriuhan yang ada dalam Pemerintahan Jokowi.. maka GDP 1Q2015 ini akan menjadi sangat penting. Kalau ternyata bagus… berarti Pemerintahan Jokowi bakal bertahan 5 tahun. Kalau ternyata jelek.. hehehe. Jokowi akan ‘dijerumuskan secara halus’ oleh partai pendukungnya, terutama oleh Partai Pating Pecothot, supaya tidak bisa memerintah penuh dalam 5 tahun.

‘Dijerumuskan secara halus’ itu konteksnya begini: kalau ekonomi jelek… berarti Jokowi harus reshuffle. Tapi.. kalau dia mau reshuffle, berarti Partai Pating Pecothot akan menolak keras. Bagaimana tidak: kalau di reshuffle.. maka orang-orang dodol dari Partai Pating Pecothot kemungkinan yang akan paling banyak disingkirkan. Reshuffle itu akan dicurigai sebagai cara untuk menyingkirkan orang mereka dari pemerintahan. Jelas mereka gak mau.

Buat mereka.. adalah kejatuhan Jokowi adalah lebih baik dibandingkan mereka harus tersingkir. Itu sebabnya.. mereka hari ini bilang kalau mereka mendukung Jokowi sampai akhir. .Tapi sebenarnya.. bukan akhir pemerintahan 5 tahun lagi. Mereka mendukung sampai akhirnya Jokowi diturunkan. Itu yang mereka bilang.

Kembali ke GDP 1Q2015 deh…

Saya itu bukan ekonom. Saya tidak punya akses pada data-data primer ekonomi. Saya juga tidak membuat model-model ekonomi. Akan tetapi, terkait dengan angka GDP 1Q2015 ini… saya kok jadi teringat sama perlajaran Ekonomi Indonesia yang dulu saya peroleh dari Pak Boediono.

Dulu.. kalau pelajaran ekonomi.. persamaan GDP itu sangat sederhana. Saya ingat benar karena dulu saya menghafalnya berulang-ulang: Y = C + I + G + (X – M)

Dimana:

Y = GDP
C = Konsumsi
I = investasi
G = Government speding
(X-M) = eksport dikurangi impor

Sekarang begini:

C = Konsumsi. Saya gak tau cara ukur konsumsi ini seperti apa. Tapi .. dari laporan keuangan yang sudah keluar.. saham-saham yang kinerjanya bagus (diatas ekspektasi) .. itu kebanyakan adalah saham-saham sektor konsumsi. Sebut saja: UNVR, ICBP, atau AKRA. Semua penjualan dari emiten tersebut, terkait dengan konsumsi publik secara langsung. Memang.. kalau kita melihat penjualan mobil, penjualan rumah, kinerja perbankan .. semua memang jelek. Tapi.. konsumsi loh ya… benarkah penurunannya drastis?

I = Investasi. Saya gak tau deh.. tapi.. bukannya kapan hari ada berita yang bilang kalau Investasi sedang meningkat?

G = Government spending atau pengeluaran pemerintah. Katanya sih jelek. Tapi.. bukannya jaman SBY dulu Gov spending memang jelek kalau di awal tahun? Coba nanti saya cek deh.. masa sih penurunannya drastis.

X-M = kalau yang ini.. saya yakin bisa bagus.. karena 3 bulan pertama 2015 ini neraca perdagangan kita surplus.

So… kalau persamaannya masih seperti itu.. sepertinya GDP 1Q2015 kita bakalan bagus. Masalahnya: persamaannya kan (kemungkinan besar) sudah tidak seperti itu. Itu yang membuat banyak teman-teman ekonom bilang kalau pertumbuhan GDP 1Q2015 bakalan jelek.

Cuman gini.. mereka alasannya kok agak aneh kalau buat saya. Mereka bilang kalau pertumbuhan ekonomi bakal jelek larena impor barang modal turun. Lha sekarang begini… saya ada data dari Pak Faisal Basri yang saya dapet waktu acara JClub kemarin. Intinya: sejak Pemerintah menaikkam harga BBM.. impor BBM itu turun sampai hampir 30%. Saya jadi bertanya-tanya: jangan-jangan.. disitu asalnya penurunan angka impor barang modal. Impor barang modal ini terjadi karena ‘bensin sepanyol’ sekarang sudah tidak ada.

Bensin sepanyol ini adalah bensin separo nyolong. Saya sebut sebagai bensin sepanyol karena saya menganggap bahwa real demand dari BBM.. adalah volume BBM setelah harga naik. Gile bener ya? Ini selisihnya berapa juta dollar? Berapa keuntungan yang didapat orang dari mereekspor BBM subsidi? Siapa pelakunya? Siapa yang diuntungkan? Kok koran sampai sekarang tidak pernah ada yang bahas?

Lah.. kok malah jadi out of topik. Hehehe.

Saya masih ngarep GDP 2015 masih bisa bikin surprise. Itu sebabnya.. saya masih cenderung bullish. Mungkin kalau IHSG koreksinya sampai dibawah 5000.. saya akan bearish. Tapi.. untuk sementara itu dulu…

Nanti kalau ada waktu saya sambung lagi.

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*disclaimer ON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: