Fibonacci Price Projection Part 1: Pengenalan Pola Pikir


Selamat pagi…

Sejauh ini… kita sudah membahas secara lengkap mengenai penggunaan dari Fibonacci Retracement. Kali ini… saya ingin membahas tentang Alat Prediksi Harga Berbasis Ratio Fibonacci yang lain, yaitu Fibonacci Price Projection. Sebelum kita membahas mengenai Fibonacci Price Projection… saya ingin sharing sedikit mengenai teori yang lebih canggih… yaitu Elliot Wave. Dalam Elliot Wave ini… terdapat hukum pergerakan harga sebagai berikut:

  • Dalam sebuah wave yang searah dengan trend, wave 3 adalah wave yang paling kuat dalam Elliot Wave.  Wave 3 ini tidak pernah yang paling pendek (artinya.. kalau wave 3 lebih pendek dari wave 1, maka wave 5 akan lebih pendek dari wave 3).  Jadi… wave 3 ini…  setidaknya memiliki panjang minimal sebesar Wave 1.

Dalam gambar, fenomena diatas dijelaskan sebagai berikut: 150704 wave 123 Gambar diatas adalah sebuah gambar dari 3 buah wave: wave 1, wave 2, dan wave 3. Kita pake ‘misalnya’ ini ye… biar menjelaskannya lebih mudah.

  • Wave 1 adalah pergerakan harga dari Rp 2000 ke Rp 3000.  Pergerakan harga sebesar Rp 1000.
  • Wave 2 adalah pergerakan harga dari Rp 3000 ke Rp 2500.
  • Maka .. jika kita bilang panjang wave 1 = panjang wave 3 … maka Wave adalah pergerakan harga dari titik Rp 2500 ke Rp 3500.  Pergerakan harga sebesar Rp 1000 juga.

Bisa dimengerti? Sekarang… kita beralih membahas mengenai corrective wave.  Corrective wave adalah sebuah wave yang arahnya berlawanan dengan trend utama.  Kalau menggunakan gambar diatas, yang disebut sebagai corrective wave adalah wave 2. Corrective wave ini biasanya diberikan label (penamaan) yang berbeda.  Label yang umum digunakan adalah label dengan menggunakan huruf A-B-C. Teori dari sebuah corrective wave ini sangatlah banyak dan luas.   Salah satu diantaranya adalah yang disebut sebagai zig-zag correction.  Zig-zag correction ini terdiri dari 3 buah wave koreksi dimana panjang dari wave C memiliki hubungan dengan panjang dari wave A.  Dalam sebuah Zig-zag yang sering ditemui, panjang dari wave A adalah sama dengan panjang dari wave C.  Atau.. jika dijelaskan dalam gambar adalah sebagai berikut: 150705 wave ABC Saya mencoba menggunakan contoh seperti diatas agar lebih mudah untuk dimengerti:

  • Pada wave A, harga bergerak turun dari level Rp 1000 ke level Rp 500.  Ini berarti harga bergerak turun sebesar Rp 500.
  • Pada wave B, harga mengalami rebound dan bergerak naik ke level Rp 750.
  • Setelah itu, harga kembali bergerak turun dalam wave C, dimana panjang dari wave C adalah sama dengan panjang dari wave A sebesar Rp 500.  Wave C ini berakhir pada level harga Rp 250.

Bisa dimengerti? Nah… sekarang… Bagaima penggunaan dari Fibonacci Price Projection? Apa hubungannya dengan pembahasan panjang wave dalam Elliot Wave ini? Mari kita tunggu tulisan saya berikutnya.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

Comments
One Response to “Fibonacci Price Projection Part 1: Pengenalan Pola Pikir”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Sebelumnya, anda sudah melihat bagaimana bagaimana landasan pola pikir atau landasan teori yang mendasari sebuah Fibonacci Price Projection. […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: