Advertisements

Pasar Modal ternyata Bukan ‘Pasar’*


Selamat pagi…

Dalam Wikipedia, Pasar disebutkan definisinya sebagai salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa, dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.  Dalam istilah yang lebih sederhana, pasar itu adalah tempat (infrastruktur) dimana pembeli (mereka yang memiliki uang) bertemu dengan penjual (merek yang menawarkan barang, jasa, dan tenaga kerja).  Dalam definisi ini, Pasar adalah sebuah tempat (infrastruktur).  Di dalam sebuah pasar, penjual akan bertemu dengan pembeli.  Penjual adalah mereka yang memiliki penawaran atau kelebihan dalam hal barang, jasa, atau tenaga kerja.  Pembeli adalah mereka yang memiliki uang.  Pasar akan mempertukarkan antara penawaran yang dilakukan oleh penjual dan uang yang dimiliki oleh pembeli.

Jadi.. gambaran kita mengenai Pasar adalah seperti apa yang bisa kita lihat di bawah ini:

Dengan gambaran seperti itu, maka sudah barang tentu, definisi dari Pasar Modal adalah seperti apa yang terdapat pada website Bursa Efek Indonesia (IDX) berikut ini:

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.

Benarkah definisi dari Pasar Modal seperti itu?

Memang, kalau dilihat dari logika dan sumbernya, definisi pasar modal seperti apa yang terdapat dalam website IDX tersebut adalah benar.  Dari definisi tersebut, pasar modal adalah pasar.  Tempat diperdagangkannya instrumen keuangan jangka panjang.  Barang yang diperdagangkan adalah Surat Utang, Saham, Reksadana, maupun instrumen derivatif, dan instrumen lainnya.

Masalahnya:  Sumber dari peraturan di Republik ini, adalah Undang Undang.  Undang-undang yang terkait dengan pasar modal, saat ini adalah Undang-undang No 8 tahun 1995.  Dalam UU No 8/1995 tersebut, definisi dari Pasar Modal adalah sebagai berikut:

Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan
perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya,
serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Oke… dalam definisi tersebut, terdapat kata ‘perdagangan efek’.  Akan tetapi, apakah iya bahwa definsi tersebut mencakup kata ‘tempat’? Apakah definisi tersebut ‘mirip’ dengan definisi versi IDX tadi? Sepertinya sih enggak.  Definisi ini lebih mirip ‘bahwa pasar modal adalah segala sesuatu yang terkait dengan’.  Dengan IPO, Perdagangan

Definsi Pasar Modal versi IDX tadi, sepertinya lebih mirip dengan definisi Pasar Modal yang ada di Wikipedia:

A capital market is a financial market in which long-term debt (over a year) or equity-backed securities are bought and sold.

Kalau di UU Pasar Modal no 8/1995 itu, yang lebih mirip dengan ‘Pasar’, adalah definisi dari Bursa Efek.  Definisi dari Bursa Efek adalah seperti berikut ini:

Bursa Efek adalah Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka.

Sesuai definisi di atas, Bursa Efek adalah ‘tempat’ (disebut sebagai ‘sarana’) dimana ada penawaran jual dan penawaran beli, ada pihak-pihak yang bertemu. Mirip dengan definisi Pasar.

Jadi.. Pasar Modal, itu secara definisi Undang-undang, sebenarnya tidak seperti Pasar yang kita bayangkan.  Bursa Efek adalah Pasar yang seperti itu.  Pasar Modal itu ‘sesuatu yang lain’, bisa lembaga-lembaga yang terkait, produk-produknya, tapi bukan Pasar itu sendiri.  Karena Pasar itu sendiri, adalah Bursa Efek… kurang lebih begitu.

Pak Tommy… kok kurang kerjaan banget? Definisi saja kok dipikirin?

Begini… pada beberapa tulisan kedepan, saya kepingin menyampaikan bahwa UU Pasar Modal kita itu sudah uzur.  Gimana enggak uzur.. bikinnya saja, masih di Jaman Soeharto.  Tahun 1995 itu, 3 tahun sebelum Presiden Soeharto lengser.  Dibuatnya sudah lebih dari 20 tahun yang lalu.  Pelaku Pasar yang termuda kita, Karena ke uzuran ini, maka Investor retail, trader retail, kita, Rakyat Indonesia, adalah pihak yang ‘kurang beruntung’ sebagai pelaku pasar yang ada di sini.  Masalah resiko, masalah perlindungan pemodal, masalah keberpihakan dari Undang-undang, keberpihakan dari semua lembaga di Pasar Modal, adalah berbagai sudut pandang yang akan saya bahas.  Tentu saja tidak hanya dalam satu tulisan, tapi pada beberapa tulisan.  Silakan anda ikuti, kelanjutan dari cerita saya ini pada tulisan saya berikutnya.

Tulisan ini adalah bagian pertama dari beberapa tulisan yang saya buat dalam rangka ulang tahun ke 9 dari weblog saya ini: http://www.rencanatrading.com atau rencanatrading.wordpress.com.  Weblog saya ini, sebenarnya sudah vakum, hampir tidak ada kegiatan update yang rutin.  Dengan tulisan ini, saya mencoba untuk kembali menghimpun semangat saya, untuk tetap istiqomah (berkelanjutan), tetap bersemangat dalam memberikan sumbangan pada pasar modal Indonesia.

Happy trading… semoga barokah!!!

Satrio Utomo

*disclaimer ON

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: