Advertisements

Morgan Stanley Upgrade… Ngaruh ye?*


Assalamu’alaikum selamat pagi…

Pada pergerakan kemarin, IHSG ‘gagal take off’ karena dorongan yang terjadi pada saham-saham perbankan dan konstruksi, terhambat oleh tarikan turun dari saham-saham sektor konsumer (GGRM, HMSP, dan UNVR) yang kebetulan juga merupakan saham-saham dengan likuditas kecil.  Volume besar masuk di market, tapi ditahan oleh volume kecil.  Apakah ini pertanda bahwa ‘big fund’ sedang melakukan akumulasi dan menutupinya dengan menggunakan penurunan dari saham-saham ‘pengatur IHSG’?

Bisik kanan bisik kiri. kami kemarin dapet kabar kalau Morgan Stanley (salah satu broker Asing yang sangat berpengaruh), melakukan upgrade (kenaikan peringkat) atas rekomendasinya terhadap saham di Indonesia, dari Equalweight menjadi Overweight.  Kalau dalam istilah sederhananya: ini analis asing sedang menaikkan rekomendasi dari ‘hold’ ke ‘buy’.  Kira-kira.. apakah kedepan ada pengaruhnya?  Satu hal yang perlu dicermati.. pemodal asing sebenarnya sudah seminggu ini dalam posisi net buy (sejak Jumat minggu lalu, tanggal 26 Oktober 2018) dengan total nilai beli di pasar reguler sebesar Rp 3,22 trilyun.   Dari jumlah tersebut, Rp 2,39 trilyun dilakukan dalam dua hari perdagangan terakhir.  Pemodal asing terlihat mulai masuk ke Bursa Efek Indonesia.

Mengulang pertanyaan tadi: kedepan… apakah ada pengaruhnya?  Saya sih mencoba melihat kebelakang ketika Morgan Stanley (MS) menaikkan rekomendasi dari underweight ke equal weight (bahasa sederhananya: dari Sell ke Hold).  Detailnya bisa kita lihat pada gambar berikut ini:

Rekomendasi Morgan Stanley dan Aliran Dana Asing (Reguler)

Dari gambar di atas kita bisa melihat, bahwa ketika MS memberikan menaikkan rekomendasi dari Sell ke Hold .. tekanan jual dari pemodal asing terlihat mampu tertahan untuk 2-3 hari dengan posisi net buy hanya sejumlah beberapa ratus miliar, sebelum akhirnya tekanan jual kembali muncul.  Cuman sekarang kan begini: itu kemarin dari Sell ke Hold .. kalau Hold ke Buy .. harusnya memang lebih baik.  Setidaknya.. untuk seminggu ini.. posisi net buy asing di pasar reguler sudah melewati angka Rp 3 trilyun.  Selama asing masih dalam posisi beli.. trend naik IHSG masih akan berlanjut.

Sampai dimana kira-kira net buy asing ini akan berlanjut? Posisi net sell asing di tahun 2018 ini, sebenarnya sudah sangat parah… masih sebesar Rp 46,5 trilyun.  Berapa dari jumlah tersebut yang akan kembali? Saya juga tidak berani memastikan.  Yang jelas.. untuk IHSG… resisten dari trend turun jangka menengah ada di level 5.982.  Kalau bisa melewati resisten tersebut, trend turun jangka menengah IHSG dinyatakan berakhir.  Kabar baiknya: jika IHSG mampu menembus resisten tersebut… potensi kenaikannya bisa sampai level 6.200.. tapi itu nanti.. kalau resisten tersebut bisa ditembus.  Untuk jangka pendek IHSG masih bermasalah dengan resisten di 5.869.  Kita lihat apakah hari ini bisa ditembus.

Dow Jones.. semalam ternyata melanjutkan trend naik dan berhasil ditutup diatas resisten pertama di level 25.336.  Signal positif .. setidaknya untuk jangka pendek.

So… berhubung semuanya masih bagus..  sepertinya saya mau positioning hari ini… mau belanja.  Semoga nggak ada kekacauan lagi setelah ini.  

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini. Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: