Rencana Trading Saham Indonesia

Mas @Jokowi .. mohon #selamatkanAyamIndonesia

Advertisements

Selamat pagi…

Beberapa waktu yang lalu.. saya sudah sempat menulis mengenai bagaimana ‘para pedagang jahat’ yang selalu berusaha menguasai perdagangan di Indonesia. Itu semua, karena Pasar Indonesia memang terlalu besar dan terlalu menarik untuk dilewatkan.. sehingga.. menguasai tata niaga di Indonesia.. bisa meraup keuntungan yang luar biasa besar juga.

Bentar… kok gile bener ini: Mau tahu cuannya para bajingan yang menguasai tata niaga bahan pangan di Indonesia? Nih… yang menguasai bawang putih saja.. cuannya bisa Rp 19 trilyun per tahun. Gara-gara Tata Niaga itu saja.. yang impor bawang putih palsu saja.. bisa untung Rp 1,24 trilyun!!! GILE BENER!!! Hahahaha.

Nah.. sekarang .. kembali ke masalah Per-Ayaman. Barusan.. saya melihat gambar ini diantara infografik yang dibuat oleh Katadata.

Suplai dan Demand Ayam Ras

Jadi begini: Indonesia.. karena perekonomian kita berkembang terlalu cepat… kapasitas produksi kita banyak yang ‘berjuang’ .. tertatih-tatih. Suplai sering kali tidak bisa memenuhi demand sehingga ujung-ujungnya kita terpaksa impor. Beras, gula, bawang putih, kedelai, cabe, tembakau, daging sapi, jagung, dan banyak lagi yang lain. Banyak barang yang terpaksa kita impor, semata-mata karena pertumbuhan ekonomi kita terlalu cepat, meninggalkan kapasitas produksi yang kita miliki. Nah.. dari gambar yang ayam (beneran) yang ada diatas… bisa kita lihat bahwa untuk AYAM.. sebenarnya produksi yang dihasilkan oleh petani lokal.. sudah terlihat berhasil mengejar permintaan dari pasar. Memang sih.. pelaku produksinya juga tetap perusahaan asing, seperti Charoen atau Japfa. Tapi tetap.. itu ayam dari dalam negeri… barang lokal. Sejak 2017, produksi Ayam terlihat sudah mampu mengejar demand yang ada di pasar. Tahun 2018 kemarin kita sudah bisa memenuhi kebutuhan.. dan .. mungkin.. 2019 ini.. bisa jadi kita sudah mulai surplus alias bisa eksport.

Nah.. melihat keberhasilan kita untuk swasembada Ayam ini.. bisa jadi Brazil khawatir juga. Kalau nih misalnya kita berhasil,.. menjadi eksportir ayam.. kan masalah juga buat mereka. Pasar Timur Tengah dan negara-negara halal food yang sangat besar.. bisa-bisa malah bisa kita rebut. Itu sebabnya.. mereka kemudian mempermasalahkannya ke WTO.

Bagusnya buat Indonesia.. kita itu.. gak cuman kekurangan ayam. Masalah kita itu gak cuman ayam. Daging Sapi… itu sebenarnya adalah masalah besar bagi kita juga. Kabar bagusnya: kemarin sempat ada berita, bahwa Indonesia mulai melakukan impor daging sapi dari Brazil di akhir tahun. Produk dari Brazil.. sebenarnya tidak hanya ayam. Brazil itu memang negara eksportir terbesar di dunia untuk daging sapi. Coba bayangkan: gimana kalau Brazil kemudian mau untuk bargain: kita impor daging sapi dari mereka.. tapi mereka tidak mempermasalahkan kalau kita gak impor ayam dari mereka. Bagus kan?

Industri Poultry Indonesia.. memang dikuasai asing. Charoen dan Japfa.. itu bukan nama-nama lokal. Akan tetapi, Industri Poultry ini, melibatkan banyak tenaga kerja di Indonesia. Kalau industri ini juga kemudian diganyang oleh barang impor dari Brazil.. ya gimana ya? Produksi ayam kita kan sedang lucu-lucunya.. sedang bagus-bagusnya. Masa mau dihancurkan juga?

Mas @Jokowi .. mohon bisa membantu menyelamatkan industri perayaman Indonesia!!!

Happy trading… semoga barokah!!!
Satrio Utomo

*bacalah halaman disclaimer sebelum anda melakukan posisi beli atau posisi jual setelah anda membaca ulasan ini. Terima kasih.

Advertisements

Advertisements