Keputusan yang harus diambil oleh seorang Pemodal Pemula (Newbies)


Selamat siang…

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Ketika acara Market Outlook Bulanan di Universal Broker hari Sabtu lalu, seorang peserta mendatangi saya dan bertanya:

Pak… saya seorang newbies (pemodal pemula) yang baru saja melakukan transaksi (beli/jual) saham dalam beberapa bulan terakhir.  Karena tidak tahu dimana harus memulai, saya hanya melihat running trade, mencari saham yang menarik, terus masuk (beli) berdasarkan dengan feeling.  Ada yang untung sih pak… tapi lebih banyak yang nyangkut.  Sebenarnya… apa sih yang harus dilakukan oleh pemodal pemula seperti saya?

Bullish market selalu mengundang pemodal-pemodal baru untuk ikut ‘berpesta’ didalamnya.  Ketika bullish market, kabar-kabar mengenai mudahnya mencari duit di pasar modal memang membuat semua orang ingin nimbrung didalamnya.  Mau yang pedagang, karyawan, ibu rumah tangga, bahkan pelajar, semua mencoba untuk meraih kentungan dengan bertransaksi saham.  Sebagian memang cukup beruntung untuk bisa meraup keuntungan.  Sebagian pulang dengan impas atau hanya rugi sedikit, sebagian lagi pulang dengan kerugian habis-habisan.  Sudah rugi, ada hutang pula.  Itu kondisi terburuk yang bisa terjadi pada seorang pemodal.

Kembali ke pertanyaan yang tadi deh…. Setelah memutuskan untuk melakukan keputusan untuk transaksi saham, setelah kita memutuskan untuk transaksi online atau melalui broker, setelah kita memutuskan untuk melakukan transaksi melalui broker yang mana.  Keputusan penting apa lagi yang harus dilakukan oleh seorang pemodal pemula agar bisa ‘selamat’ dari hingar bingar bursa saham ini?  Menurut saya, ada tiga buah keputusan penting yang harus diambil oleh seorang pemodal pemula:

  • Pertama:  Anda harus memutuskan untuk Trading atau Investasi

Trading itu berbeda dengan investasiInvestasi itu berbeda dengan trading.  Maafkan saya karena saya mungkin terlalu sering mengingatkan anda mengenai hal ini.  Tapi bener kok…

kesalahan dasar karena tidak tahu perbedaan antara trading dengan investasi ini adalah ‘predator’ atau ‘pembunuh’ pemodal pemula yang paling banyak memakan korban. 

Contoh klasiknya adalah masalah ‘investasi emas’ yang beberapa waktu lalu sempat marak dibicarakan orang.   Bagi anda yang tertarik dan kemudian langsung membeli emas lantakan, mungkin anda tidak banyak mengalami masalah.  Akan tetapi, jika anda kemudian melakukan ‘investasi’ dengan ‘membeli emas di bursa berjangka’.  Bisa jadi anda ‘sempat’ mengalami masalah.  Membeli emas di bursa berjangka adalah sebuah posisi margin.  Kalau anda membeli emas ketika harga berada di titik tertinggi dan kemudian harga emas kemudian turun hingga titik terendahnya beberapa minggu lalu.  Anda mungkin bisa merasakan ‘debaran jantung’ karena melakukan posisi yang sebenarnya diluar kemampuan anda.  Kondisi serupa juga akan anda alami jika anda membeli saham dengan posisi margin (dana yang dipinjamkan oleh perusahaan sekuritas).  Bukannya saya melarang, tapi anda harus selalu ingat:

Setiap posisi margin adalah posisi trading…

kecuali jika anda memang memiliki dana yang cukup untuk menebus (membayar penuh) atas posisi beli yang sudah anda buat.

Anda juga bisa menemukan dalam tulisan saya tadi, bahwa dengan mengetahui  perbedaan antara trading dengan investasi, maka anda sudah memiliki perbedaan dalam hal:

  • Jangka waktu investasi
  • Sumber dari keuntungan
  • Alat analisis (analisis fundamental, analisis teknikal, atau analisis-analisis lainnya)
  • Tujuan dalam melakukan transaksi,
  • dan masih banyak lagi.

Anda bahkan sudah mengetahui bagaimana perlakuan yang harus dilakukan atas posisi nyangkut (apakah harus di cut loss, average down, atau harus diapakan).  bagaimana sudut pandang anda mengenai IPO, dan masih banyak lagi.

Intinya:

kalau anda sudah mengerti aturan dasar dalam bertransaksi, yang pertama kali anda harus ketahui adalah perbedaan antara trading dan investasi.

It will saves a lot of life.  I tell you lah… (pake logat Indihe.. hehehe)

Pengetahuan mengenai kondisi dari medan peperangan adalah salah satu kunci dari kemenangan.   Dalam melakukan investasi atau trading di pasar modal, saham-saham yang ada di bursa adalah medan peperangannya.

Mengetahui bahwa saham itu adalah saham yang berfundamental, ataukah saham itu adalah saham non- fundamental, adalah salah satu kunci dalam memperoleh keuntungan.

Mengetahui hal ini, akan membedakan strategi dasar yang akan anda lakukan: apakah anda akan trading, apakah anda akan investasi, apakah anda mau menggunakan margin, apakah anda perlu cut loss, dan lain sebagainya.

It solves a lot of things… I tell you lah….

  • Ketiga: Keputusan untuk melakukan posisi beli atau posisi jual berdasarkan pendapat sendiri atau pendapat orang lain

Take my good advice:

ketika anda berkeinginan untuk melakukan posisi investasi/trading berdasarkan pendapat orang lain, BELILAH REKSADANA!!!

Ketika melakukan transaksi beli dan jual saham, semua resiko ada ditangan anda. Tidak ada satu orang lainpun yang bersedia menanggung kerugian atas keputusan transaksi yang  anda lakukan. Itulah sebabnya, setiap keputusan bertransaksi harus dibuat berdasarkan prediksi dan pertimbangan anda sendiri. ketika anda melakukan positioning berdasarkan prediksi orang lain, anda terekspos terhadap resiko-resiko yang tidak anda inginkan, seperti misalnya, resiko subyektifitas pemberi rekomendasi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Intinya:

Bertransaksilah dengan menggunakan pendapat dan prediksi anda sendiri. Gunakan pendapat / prediksi orang lain sabagai pertimbangan.

It’s less complicated I tell you laah…..

Bursa itu seperti sebuah api unggun yang sangat besar, yang menyala ditengah kegelapan malam.   Api unggun yang selalu membutuhkan kayu bakar untuk tetap menyala. Api unggun yang selalu memancing minat dari semua yang melihatnya untuk mendekat.  Manusia, serangga, binatang pemangsa, untuk selalu mendekat.  Apakah anda adalah sepotong kayu bakar yang menjadi bara didalamnya? Apakah anda adalah serangga yang terbakar oleh nyala api ketika anda mendekat? Apakah anda adalah binatang kecil mendekat dan kemudian dimangsa oleh binatang pemangsa yang tengah menunggu kedatangan anda di sekitar api unggun tersebut?    Apakah anda adalah seorang manusia ceroboh yang kemudian juga ikut dimangsa oleh binatang pemangsa yang tengah menunggu? Apakah anda adalah seorang manusia rasional yang mendekati api unggun tersebut dengan kewaspadaan?  Semua adalah pilihan yang tersedia untuk anda.  Yang tidak boleh anda lupa adalah: The name of the game is survival.  Menjadi seorang pemenang dengan menjadi predator yang berada di tingkat teratas dari rantai makanan, yang bisa menikmati keuntungan luar biasa dari bertransaksi saham, memang sangat nikmat.  Akan tetapi, menjadi seorang, survivor yang bisa keluar dari pertarungan dalam kondisi hidup, menjadi seorang pemodal yang bisa memperoleh keuntungan dari bertransaksi saham, sebenarnya juga sudah cukup.  Karena jumlah mereka yang hangus, keluar dari bursa dalam kondisi rugi, jumlahnya jauh lebih banyak.

Happy trading…. semoga untung!!!

Satrio Utomo

Kembali ke artikel awal: Trading untuk Pemula

Comments
7 Responses to “Keputusan yang harus diambil oleh seorang Pemodal Pemula (Newbies)”
  1. Yan Wijaya says:

    Pak , ada advice untuk orang orang yang nyangkut di saham GIAA ?????
    Salam

    • Satrio Utomo says:

      Bung Yan Wijaya,

      Saran saya sih… anda bisa menunggu ada saham bagus yang turun, kalau harga GIAA relatif tidak berubah… berarti itu kesempatan untuk ‘pindah penerbangan’ (switching). Kecuali kalau anda mau menunggu sampai saham GIAA digerakin (memancing minat dari investor institusi)

      Wassalam,
      Satrio.

  2. Berasa De Ja Vu… baca artikelnya Mas Satrio…
    Pengalaman pribadi selama 6 bulan awal main rugi hampir 40%
    tapi seperti kata iklan di TV Ngga ada noda ya gak belajar
    hehehe…… bagi pemula lebih baik jangan asal nekat & feeling
    jadi judi namanya kalau cuma berdasarkan nekat & feeling.
    +lagi IPO ga selalu cuan pengalaman kena GI#A

  3. danang says:

    Pagi pak satrio trainer saham di indonesia terbaik siapa ya?
    dan cara mendapatkanprofit yg konsisten gimana pak?
    dari training, program dan forum saham yg bagus apa pak.
    mohn pencerahannya pak?
    thanks

    • Satrio Utomo says:

      Bung Danang:

      Saya jawab satu per satu ye:

      Pagi pak satrio trainer saham di indonesia terbaik siapa ya?
      –> trainer saham terbaik Indonesia adalah minat anda sendiri. Kalau anda sudah berminat, maka anda akan termotivasi untuk belajar apapun juga.

      dan cara mendapatkanprofit yg konsisten gimana pak?
      –> Profit yang konsisten? Buat saya itu tidak penting pak… yang penting ‘beli ketika mau naik, jual ketika mau turun’, plus ‘posisi kita searah dengan pergerakan harga’. Saya fokus disitu ajah. Nanti profit dateng sendiri. Mau besar ya harus disyukuri… mau sedikit ya harus disyukuri. Yang penting kita sudah melakukan usaha yang terbaik, dan positioning yang terbaik pula.

      dari training, program dan forum saham yg bagus apa pak
      –> bagus atau tidaknya training, program, dan forum saham, itu tergantung mental anda sendiri. Kalau anda mentalnya hanya ‘maunya disuapin’, semua training, program, dan forum saham itu tidak ada gunanya. Terlalu banyak yang nipu pak. Kalau anda sendiri tidak membuat diri anda pintar, tetap saja percuma. Terus ‘belajar untuk menjadi yang terbaik’ adalah mental positif yang selalu saya pelihara. Nanti anda juga bisa tahu kok… orang-orang di sekitar anda kualitasnya juga nggak gitu-gitu amat.

      thanks
      –> terima kasih juga pak…

      Wassalam,
      Satrio Utomo

Trackbacks
Check out what others are saying...


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Visit Website of Our Visitors

%d bloggers like this: